Kapak si Penebang Kayu

Bahtera by NTD Kehidupan
645 pengikut
Kisah Inspiratif: Kapak si Penebang Kayu
Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja.
---------------------
Fertil Aid ☛ http://www.wishingbaby.com/
WA: 0812 - 8211 - 347
---------------------
Silahkan kunjungi situs kami ☛ https://ntdindonesia.com/
Saksikan video kami:
Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
Video inspirasi setiap hari
☛ https://ganjing.b3355.xyz/channel/uk2L3degzQAWQ
Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan
Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
#tulus #sederhana #jujur
Dahulu kala, hiduplah seorang penebang kayu di sebuah desa kecil.
Dia tulus dalam pekerjaannya dan sangat jujur.
Setiap hari, dia berangkat ke hutan terdekat untuk menebang pohon.
Dia membawa kayu-kayu kembali ke desa dan menjualnya ke pasar untuk mendapatkan uang.
Dia tidak mendapat uang banyak dari hasil menebang kayu.
Tetapi dia puas dengan kehidupannya yang sederhana.
Suatu hari, saat memotong kayu di dekat sungai, kapaknya terlepas dari tangannya dan jatuh ke sungai.
Sungai itu begitu dalam dan dia tidak bisa berenang.
Jadi tidak mungkin rasanya dia bisa mengambil kapaknya sendiri.
Dia hanya memiliki satu kapak.
Jadi dia menjadi sangat khawatir memikirkan bagaimana selanjutnya dia akan mencari nafkah tanpa kapaknya.
Dalam kesedihanya dia berdoa.
Dia berdoa dengan tulus hingga menyentuh hati seorang Dewi penjaga sungai tersebut.
Dewi itu muncul dari dasar sungai lalu bertanya kepada si penebang kayu.
Pak tua ada masalah apa? Mengapa anda bersedih?
Penebang kayu menjelaskan masalahnya dan meminta tolong.
Berpikir bahwa mungkin Dewi itu bisa membantu untuk mengambil kapaknya.
Dewi itu memasukkan tangannya ke dalam sungai dan mengeluarkan sebuah kapak perak lalu bertanya.
Apakah ini kapakmu?
Si penebang kayu memandangi kapak tersebut dan menjawab.
Bukan kapak saya terbuat dari besi dan kayu bukan perak seperti itu.
Jadi Dewi tersebut kembali memasukkan tangannya ke dalam air lalu kemudian mengeluarkan sebuah kapak emas dan bertanya lagi.
Apakah ini kapakmu?
Sambil menyodorkan kapak emas itu kepada si penebang kayu.
Si penebang kayu menjawab.
Oh bukan kapak saya tidak sebagus itu. Kapak saya terbuat dari besi dan kayu.
Lagi pula bagaimana saya bisa menebang kayu dengan sebuah kapak emas.
Dewi sungai itu berkata.
Coba dilihat lagi pak ini adalah kapak emas yang sangat bagus.
Yakin ini bukan milikmu?
Si penebang kembali menjawab.
Saya yakin itu bukan kapak saya.
Dewi sungai berkata lagi.
Baiklah.
Sambil memasukkan tangannya lagi ke dalam air kali ini dia mengeluarkan sebuah kapak usang
yang terbuat dari besi tua dengan gagangnya yang sudah agak lapuk.
Dia bertanya lagi.
Apakah ini kapakmu?
Si penebang kayu menjawab.
Nah itu baru kapak saya.
Kapak itu sudah menemani saya selama belasan tahun.
Tidak mungkin saya salah mengenalinya.
Sang Dewi Sungai sangat terkesan dengan kejujuran si penebang kayu.
Jadi pada akhirnya dia memberikan kapak besi, kapak perak, dan kapak emas kepada si penebang kayu.
Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana saja.
