Reinkarnasi Mantan Presiden Sri Lanka

The Truth Media
771 pengikut
326 Tayangan video·11 Okt 2022
Orang-orang sering kali menganggap bahwa Reinkarnasi sebagai takhayul. Melalui investigasi kasus-kasus Reinkarnasi dan penelitian Pengalaman Menjelang Kematian (Near Death Experience), ilmu pengetahuan modern mendapati bahwa fenomena Reinkarnasi memang benar terjadi. Kematian seseorang bukanlah akhir segalanya. Banyak peneliti yang awalnya tidak percaya akhirnya menjadi percaya.
Pada waktu sekitar 18 Januari 1999,
surat kabar utama di Sri Lanka memberitakan secara luas rincian reenkanasi mantan Presiden Prema Dasas.
Berdasarkan surat kabar lokal tersebut,
seorang anak laki-laki berusia 22 bulan yang lahir di Hanguran, Ketak,
sebuah desa pusat di Sri Lanka,
teridentifikasi sebagai reenkanasi dari mantan Presiden Ranasinghe, Prema Dasa.
Presiden Prema Dasa terbunuh oleh pembunuh rahasia pada bulan Mei 1993.
Dilaporkan bahwa anak laki-laki tersebut dilahirkan di sebuah rumah petani.
Orang tuanya memberi nama Wijebahu,
namun ia mengaku sebagai Prema Dasa.
Anak laki-laki tersebut bahkan menganggap keluarga Prema Dasa sebagai keluarganya sendiri.
Ia bangun pada pukul 3 pagi setiap hari,
melakukan ritual penganut agama Buddha seperti halnya yang dilakukan mantan Presiden.
Anak laki-laki itu menceritakan bahwa ia dibunuh oleh seorang pria bernama Babu
di kehidupannya yang lalu.
Dan pembunuh yang membunuh Presiden Prema Dasa
adalah seorang anggota regu kematian Hindu bernama Babu.
Setelah diverifikasi,
terbukti bahwa apa yang ia katakan tentang istri dan anak-anaknya di kehidupan lampau
adalah sepenuhnya benar.
Ia juga menatap sebuah gambar kepala di sebuah koin,
lebih dari sekali dan berkata itu adalah dirinya.
Ia mengenali banyak kolega Presiden Prema Dasa yang mengunjunginya dan mengenal mereka dengan baik.
Ketika ia dibawa ke tempat di mana Presiden Prema Dasa dibunuh,
anak laki-laki tersebut menangis sedih.
Rekanasi seperti ini muncul di hampir setiap tempat di dunia.
Siklus Samsara dalam Kitab Suci Buddha memberitahu
bahwa setelah seseorang meninggal dunia mereka harus berekanasi di enam alam.
Alam para dewa, alam manusia, alam asura, alam hewan, alam roh lapar, dan alam neraka.
Tujuan rekanasi adalah berdasarkan pada perilaku seseorang di kehidupan lampaunya.
Orang-orang seringkali menganggapnya sebagai tahayul.
Melalui investigasi kasus-kasus rekanasi dan penelitian pengalaman menjelang kematian
near-death experience, ilmu pengetahuan modern mendapati bahwa fenomena rekanasi memang terjadi.
Kematian seseorang bukanlah akhir segalanya.
Banyak peneliti yang awalnya tidak percaya akhirnya menjadi percaya.
