( Ep: 5 ) Apakah Buddha, Tao, dan Dewa Benar-Benar Ada? Menyaksikan Keajaiban dari Zaman Kuno Hingga Sekarang-Melihat Eksistensi Nyata Para Buddha, Tao, dan Dewa.
Teman-teman, jika Anda telah menonton empat episode pertama dari seri video kami, Anda mungkin berpikir bahwa Buddha, Tao, dan Dewa mungkin benar-benar ada, jadi mengapa kami tidak dapat melihatnya?
Simak kisah selengkapnya dalam video ini!
Video ini untuk sementara dijadwalkan akan dirilis dalam lima episode.
Apakah Buddha, Tao, dan Dewa benar-benar ada?
Episode 5
Menyaksikan keajaiban dari saman kuno hingga sekarang,
melihat eksistensi nyata para Buddha, Tao, dan Dewa.
Teman-teman, jika Anda telah menonton 4 episode pertama dari seri video kami,
Anda mungkin akan berpikir,
Buddha, Tao, dan Dewa mungkin benar-benar ada.
Lalu mengapa kita tidak dapat melihatnya?
Orang biasa tentu saja tidak dapat melihatnya,
karena para Buddha, Tao, dan Dewa adalah kehidupan yang memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada manusia.
Mereka tidak berada di dimensi manusia ini,
tetapi berada di dimensi di tingkat yang lebih tinggi.
Tentu saja orang biasa tidak dapat melihatnya.
Juga orang Tiongkok berbicara tentang jodoh.
Jika Anda tidak memiliki jodoh ini,
Anda tidak dapat melihatnya
bahkan jika Anda berdiri di hadapannya,
inilah yang dikatakan,
Dewa di depan mata namun tidak mengenali.
Jika berjodoh dengan Anda,
meskipun berjarak ribuan mil,
dia juga dapat menemukan Anda.
Oleh karena itu, di Tiongkok ada pepatah,
jika berjodoh, ribuan mil pun bisa datang saling bertemu.
Jika tidak berjodoh di depan mata pun tidak akan saling mengenal.
Asal kita memiliki hati yang tulus,
berpegang pada budaya tradisional kita,
maka kita akan menemukan keberadaan Buddha, Tao dan Dewa.
Jika Anda berkultivasi,
Anda akan dapat mengetahui lebih jelas
bahwa Buddha, Tao dan Dewa itu benar-benar ada.
Di Tiongkok kuno,
ada banyak orang yang berkultivasi Buddha dan Tao.
Juga ada banyak legenda tentang Dewa,
juga ada banyak keajaiban dan mitos.
Seperti yang diketahui secara luas,
Tui Pei Tu,
lukisan dari Li Chun Feng di dinasti Tang,
catatan prasasti Liu Po Wen
dari dinasti Ming dan lain-lain.
Bagaimana mereka pada saman yang sangat lampau
telah bisa memprediksi kebangkitan dan keruntuhan masyarakat?
Juga bisa secara akurat memprediksi Uapa Besar yang terjadi saat ini?
Itu karena mereka adalah seorang Shulien, kultifator.
Seorang kultifator sesampainya pada tingkatan tertentu
akan muncul kemampuan supranatural.
Jika kemampuan Suming Tung muncul,
maka dia dapat melihat masa lalu dan masa depan seseorang.
Yang lebih besar dapat melihat kemakmuran dan keruntuhan masyarakat.
Lebih besar lagi dapat melihat perubahan keseluruhan badan langit.
Menurut Anda,
apakah orang seperti itu masih seorang yang biasa?
Bukankah itu seseorang yang telah sadar melalui kultifasi?
Bukankah itu adalah Buddha Tao atau Dewa?
Sebenarnya bukan hanya di zaman kuno banyak legenda keajaiban tentang Buddha Tao dan Dewa.
Dalam kenyataan, mungkin di samping Anda juga ada,
hanya saja Anda tidak peduli atau tidak percaya.
Di Tiongkok, dari zaman kuno hingga kini,
ada banyak dewa yang berkultifasi di pegunungan terpencil.
Pada 26 Agustus 2021, Minghui.com telah menerbitkan sebuah artikel,
Dialog Para Dewa Keluar Dari Kunung Pertama.
Dalam artikel mengatakan,
saya telah melihat seorang kultifator Tao yang telah berkultifasi selama 1.200 tahun.
Pilar kongnya belum keluar dari Triloka.
Dia memiliki beberapa kontak dengan dewa-dewa di Triloka.
Dia dengan rendah hati menyebut dirinya sebagai dewa kecil.
Dia muncul beberapa kali dari kejauhan kehadapan saya dan kami berkomunikasi satu sama lain.
Bentuknya adalah semacam telepati.
Saya tahu arti yang hendak disampaikan dari pikiran yang dia pancarkan.
Jawaban saya, dia juga paham.
Komunikasi pikiran seperti ini disampaikan dalam sekejap
adalah suatu transfer energi pikiran tiga dimensi.
Pada 24 Juni 2020, Minghui.com menerbitkan artikel,
Dialog Dengan Dewa Bencana.
Artikel mengatakan,
Pada 28 Maret saat saya berlatih kong, saya melihat sebuah ruangan di alam surga.
Di dalamnya tergantung berbagai macam pakaian.
Saya tahu pakaian-pakaian ini adalah pakaian yang dipakai para utusan yang menyebarkan wabah.
Saat ini seorang dewa muncul di ruangan itu.
Saya tahu dia adalah pejabat surga tertinggi yang bertanggung jawab atas bencana,
yang disebut dewa bencana.
Dia berkata,
Tahun ini ada puluhan bencana yang akan terjadi.
Makhluk hidup sedang menderita bencana besar.
Bagi teman yang tertarik dapat mencoba membacanya.
Wabah besar dan berbagai bencana pada tahun Gengzi 2020 masih segar dalam ingatan kita.
Selain itu, Falun Gong adalah Shulian Fabuda.
Keajaiban yang muncul pada orang Shulian juga ada di mana-mana.
Seperti keajaiban dalam menyehatkan tubuh dan menghalau penyakit.
Banyak orang Shulian tidak lama setelah Shulian Falun Gong telah memperoleh tubuh dan pikiran yang sehat.
Berbagai jenis penyakit kronis, penyakit bandel, dan banyak penyakit mematikan dapat sembuh tanpa obat.
Banyak orang Shulian baru saja mulai membaca Chuan Falun,
atau baru saja mempelajari 5 perangkat latihan Falun Gong,
mereka belum pernah melihat guru dari Falun Gong.
Juga tidak meminum obat satu pil pun, tidak menghabiskan satu sen pun, mereka sudah sembuh.
Jika ini bukan keajaiban, lalu apa yang dianggap sebagai keajaiban?
Mari kita bicara tentang Quan Kue Min.
Pada era 70-an dan 80-an, seorang penyanyi pria tenor yang terkenal di Tiongkok,
Quan Kue Min, ketika karirnya sedang menanjak,
pada 1983, tiba-tiba didiagnosis menderita penyakit hati sejenis cirosis.
Dia mencari dokter dan obat di mana-mana, tetapi tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakitnya.
Karena saya mencari obat di mana-mana,
saya bertanya, bolehkah kamu berikan panggilan saya?
Dia bilang, boleh.
Saya menelepon dia, saya bertanya, apa yang kamu lakukan?
Dia bilang, saya sedang melatih Falun Gong.
Dia memberi saya sebuah Chuan Falun.
Saya pulang ke rumah dan mulai melihat.
Sangat cepat, selesai.
Jika saya berkata, saya hanya tidur 2 jam pada waktu malam,
pada masa lalu, tidak mungkin.
Pada hari kedua, pasti tidak ada semangat.
Jadi, Falun Gong adalah keajaiban.
Hari ini, Chuan Kui Min, yang sudah memasuki usia senjang,
masih aktif di panggung Shen Yun berkeliling dunia.
Dan dengan suara nyanyian yang semakin murni dan cerah,
bersama dengan para pemain Shen Yun,
mempersembahkan warta kebira tentang budaya warisan dewa kepada penonton seluruh dunia.
Contoh seperti ini,
hanyalah setetes air di lautan bagi ratusan juta praktisi Falun Gong
yang telah mendapat kesembuhan dan kesehatan tubuh.
Selain itu, 9 kata mujarab yang beredar luas di dunia.
Falun Gong merupakan satu-satunya kata mujarab
Selama Anda melafalkan dengan yakin dan tulus,
akan dapat mencapai menyingkirkan penyakit dan menyehatkan tubuh,
dapat menampakkan kemujuran ketika menemui kesulitan.
Contoh nyata seperti ini sangat banyak.
Anda dapat dengan mudah menemukannya di minghui.com
Jika ini bukan mujisat,
lalu apa yang bisa dianggap sebagai mujisat?
Tiongkok, yang dikenal sebagai tanah dewata di saman kuno,
adalah tempat yang paling banyak diberkahi oleh para Buddha, Tao, dan Dewa.
Di masa lalu, banyak orang Tionghoa percaya,
tiga kaki di atas kepala ada Dewa,
harus hormat pada ilahi dan menguja Dewa.
Banyak orang Tionghoa percaya pada Tuhan yang berada di atas,
percaya bahwa kebaikan dan kejahatan ada balasannya,
mementingkan melakukan sesuatu harus dengan hati merani.
Orang Tiongkok juga percaya,
bahwa orang tidak hanya ada rengkanasi,
tetapi juga ada surga dan neraka.
Budaya, warisan Dewa adalah akar dari bangsa Tionghoa.
Bila telah meninggalkan Dewa dan budaya warisan Dewa,
bangsa Tionghoa akan menjadi bangsa yang tidak memiliki akar.
Namun, saat ini ada banyak orang Tionghoa tidak percaya lagi pada Dewa.
Bahkan, jika mereka membakar dupa dan menyembah Buddha,
itu bukan karena percaya pada Dewa.
Itu hanya demi memohon kedamaian dan berkah,
naik pangkat dan menjadi kaya,
melahirkan anak laki-laki dan sebagainya.
Karena Partai Komunis Tiongkok PKT adalah hantu dari barat dan anti-Tuhan.
Jika orang-orang Tiongkok semua percaya pada Tuhan seperti biasa,
tidak akan ada yang mempercayainya.
Oleh karena itu, dalam beberapa dekade sejak PKT muncul di negara,
dia terus-menerus dengan berbagai cara mendoktrin masyarakat dengan ateisme secara sistematis.
Membuat banyak orang berpikir,
percaya pada Tuhan adalah manifestasi dari ketidaktahuan dan kebodohan,
tidak percaya pada Dewa dan Buddha,
tidak percaya pada pembalasan baik dan jahat,
memperlakukan diri sendiri sebagai binatang,
dan percaya pada filosofi perjuangan,
seleksi alam yang kuat yang bertahan,
tanpa keraguan apapun melakukan hal-hal tanpa batas moral.
Tujuan Terakhir Komunisme
Dalam buku dikatakan,
hantu jahat komunisme yang terbentuk dari kebencian dan materi busuk,
di dunia manusia telah mengatur revolusi komunisme ini.
Tujuannya adalah melalui merusak budaya tradisional
dan merusak moralitas untuk memusnahkan seluruh umat manusia.
Hendak membuat manusia bergianat sepenuhnya pada Tuhan yang telah menciptakan mereka,
membuat manusia rusak hingga mereka tidak dapat memahami ajaran Tuhan.
Jauh dibawah garis dasar moral yang ditetapkan Tuhan untuk manusia,
saat itu Tuhan terpaksa harus meninggalkan orang-orang tersebut,
maka orang-orang seperti itu hanya akan dimusnahkan.
Tuhan yang pengasih tidak melupakan manusia.
Ketika iblis merencanakan konspirasi,
Tuhan juga telah mengatur dalam situasi yang sangat bahaya,
membangunkan umat manusia.
Tuhan telah memberikan manusia kebebasan untuk memilih yang baik dan yang jahat,
tetapi jalan mana yang akhirnya dipilih manusia,
maka tergantung diri sendiri.