Episode 3: Apakah Manusia Benar-Benar Memiliki Jiwa? Survei Pengalaman Mendekati Kematian yang Menarik (https://youtu.be/-5aBRXREL60)
Banyak orang memiliki pengalaman mendekati kematian, tetapi di mata para ilmuwan, ini adalah hal yang tidak mungkin. Video ini menunjukkan kepada Anda sebagian dari survey pengalaman mendekati kematian dari beberapa orang yang lolos dari musibah dalam gempa bumi Tangshan pada tahun 1987 oleh seorang dokter Tiongkok, dan seorang ilmuwan yang semula tidak percaya sama sekali pada pengalaman mendekati kematian. Tetapi pada tahun 2008, dia secara pribadi mengalami pengalaman mendekati kematian yang hampir sempurna, dia adalah ahli bedah saraf Amerika yang terkenal, Dr. Eben Alexander.
Video ini untuk sementara dijadwalkan akan dirilis dalam lima episode.
Apakah Buddha, Tao, dan Dewa benar-benar ada?
Episode 3
Apakah manusia benar-benar memiliki jiwa?
Survei pengalaman mendekati kematian yang menarik.
Pada 28 Juli 1976 di Tangshan, Tiongkok,
terjadi sebuah bencana besar yang menewaskan lebih dari 240.000 orang
dan melukai lebih dari 160.000 orang.
Pada tahun 1987,
dokter Tiongkok melakukan survei terhadap beberapa orang yang lolos dari bencana saat terjadi kempa besar di Tangshan.
Sebagian besar dari mereka adalah korban selamat yang terluka oleh rumah yang runtuh
dan terkubur di bawah puing-puing.
Dokter Tiongkok secara acak telah menemukan 100 orang yang selamat untuk melakukan survei pengalaman mendekati kematian
dan menerima kembali 81 kasus data survei yang valid.
Dalam penyelidikan itu, ada seorang gadis bermarga Liu yang baru berusia 23 tahun pada saat kempa Tangshan,
tertimpa rumah yang runtuh dan melukai tulang belakang lumbarnya dan juga tidak bisa lagi berdiri.
Dia menggambarkan pengalamannya mendekati kematian sebelum dia diselamatkan dan berkata,
Pikiran saya sangat cernih.
Pemikiran saya meningkat secara signifikan.
Beberapa adegan kehidupan bahagia seperti dalam film,
adegan demi adegan melintas dalam benak saya di masa kecil,
tertawa dan bercanda dengan teman-teman,
kegembiraan saat berpacaran,
kegembiraan saat diberi penghargaan oleh pabrik dan seterusnya.
Dia berkata bahwa dalam beberapa puluh menit sebelum dia diselamatkan dalam proses mendekati kematian,
dia mengalami suatu kebahagiaan dan kegembiraan dalam hidup.
Selama hidupnya untuk pertama kalinya begitu mendalam merasakan betapa berharganya hidup.
Menariknya adalah pengalaman mendekati kematian dari seorang pegawai bank bermargawang
yang berusia 28 tahun, penuh dengan corak misteri.
Dia berkata,
Saat itu saya sedang tidur nyinyak,
hanya mendengar sebuah bunyi yang keras merasakan sepotong papan langit-langit jatuh menekan di dada saya.
Saya berjuang dan mencoba menarik tubuh saya,
tetapi bagaimanapun saya tidak bisa bergerak.
Ingin berteriak, tapi tidak peduli seberapa keras saya mencoba,
saya tidak bisa berteriak.
Pada saat itu secara samar-samar saya telah masuk ke dunia lain.
Hanya terlihat di depan mata muncul seorang pria dengan jubah panjang dan jaket.
Dia tertimpang-timpang berjalan ke depan saya,
meskipun berjarak sangat dekat,
tapi wajahnya tidak bisa dilihat dengan jelas, bagian wajahnya kabur.
Dia membawa saya berjalan ke dalam sebuah lubang hitam yang kedalamannya tak terukur.
Di depan mata saya, gelap gulita,
hanya merasakan tubuh saya mengikuti pria itu berjalan tanpa sadar.
Setelah sampai ke ujung lubang hitam,
saya baru menemukan di depan saya ada sebuah istana bawah tanah yang megah.
Pria itu masuk ke dalam untuk melapor.
Beberapa saat kemudian saya mendengar seseorang di dalam berkata,
dalam buku kehidupan dan kematian tidak ada namanya,
biarkan dia kembali dulu.
Pada saat ini, begitu saya membuka mata,
saya menemukan diri saya sudah dari tadi berbaring di ranjang rumah sakit.
Dokter dan para perawat sedang tegang melakukan pertolongan menyadarkan saya.
Uraiannya telah membawa orang ke neraka yang ada dalam dongeng.
Dalam survei tersebut,
lebih dari separuh orang setelah kilas balik berkata
mereka tidak hanya tidak takut ketika mereka dalam bahaya.
Sebaliknya, mereka merasa sangat tenang dan lega.
Tanpa rasa panik, pemikiran mereka sangat cernih.
Pada saat itu, kehidupan masa lalu seperti tayangan film.
Satu demi satu adegan berputar balik dan muncul di benak, melintas dengan cepat.
Hampir separuh merasa kesadaran atau roh mereka terpisah dari diri mereka sendiri.
Merasa mereka terpisah dari tubuh mereka sendiri,
ada yang menyamakan hal ini dengan roh luar dari tubuh.
Beberapa responden bahkan mengaku berada di udara,
di luar tubuh fisik mereka,
atau di atas langit-langit terlihat sosok mereka sendiri.
Ada responden menggambarkan sebagai berikut.
Saat itu merasa tubuh terbelah menjadi dua bagian.
Satu berbaring di tempat tidur yang hanya berupa cangkang kosong,
dan yang lainnya adalah tubuh sendiri yang lebih ringan dari udara,
melayang-layang di udara merasa sangat nyaman.
Bahkan ada juga yang bertemu dengan kerabat mereka yang sudah meninggal.
Yang lebih menarik lagi adalah pengalaman seorang dokter ahli bedah syaraf
dari Universitas Harvard yang terkenal, Ibn Alexander.
Pada musim gugur tahun 2008,
suatu saat Alex dalam keadaan koma yang dalam,
ia telah masuk surga.
Setelah dia sadar dan teringat kembali lalu berkata,
Alexander merasa tidak mungkin untuk menggambarkan secara akurat dengan kata-kata.
Tetapi dia tahu bahwa mereka sama sekali berbeda dengan semua makhluk yang ada di bumi,
merupakan bentuk kehidupan yang berbeda.
Bahkan, lebih luar biasa lagi adalah perjalanannya ke surga,
selalu ada seorang wanita muda yang menemani.
Mereka menggunakan pikiran untuk berkomunikasi.
Informasi tersebut diberikan oleh orang-orang muda.
Informasi yang disampaikan ke wanita itu dirasa seperti gelombang kempuran
yang terbentuk dari cahaya, warna, kasih dan indah menembus tubuhnya.
Saat dia bersentuhan dengan informasi ini,
dia akan mengerti tanpa diucapkan.
Setelah Alexander kembali dari pengalaman mendekati kematian ini,
dia jadi yakin kesadaran manusia melampaui lingkup operasi otak yang kompleks.
Dan sudut pandang baru ini, walaupun dari sudut pandang IPTEC,
juga adalah penjelasan tentang kebenaran alam semesta.
Alexander bukan orang pertama yang mengalami pengalaman mendekati kematian.
Tetapi dia adalah orang pertama yang melakukan perjalanan ke surga
ketika kortex selebralnya benar-benar lumpuh
dan kondisi tubuhnya berada di bawah pengawasan medis setiap saat.
Dia terhubung dengan kekuatan Tuhan yang menyayangi.
Itulah siapa kita benar-benar
ketika kita menyadari diri dan jiwa kita yang lebih besar
yang terhubung dengan kekuatan Tuhan itu
dan dengan semua sentiens lain di seluruh alam semesta.
Dan itulah yang perlu diubah,
adalah mengambil pelajaran yang indah bagaimana kita hidup.