Falun Dafa dan Penyebarannya di Dunia Sampai di Bali

The Truth Media
770ย pengikut
200 Tayangan videoยท30 Jan 2021
๐๐ฎ๐น๐๐ป ๐๐ฎ๐ณ๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐๐๐ป๐ถ๐ฎ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐น๐ถ
Berikut adalah beberapa pengalaman para pengikut spiritual Falun Dafa yang telah mendapatkan manfaat setelah berlatih.
----------------------
Link referensi: www.falundafa.org
Link belajar Falun Dafa (daring): https://bit.ly/daftarkelasFD-Gratis atau https://bit.ly/DaftarKelas-FD
Falun Tafa berkembang di Bali pada tahun 2001.
Dan kabarnya di Bali merupakan tempat di mana penduduknya yang terbanyak berlatih Falun Tafa
dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Berikut adalah wawancara kami dengan beberapa pengikut spiritual ini
yang pertama kali mendapatkan manfaat di Bali.
Falun Tafa yang disebut juga Falun Kung
menurut pemahaman saya adalah metode kultifasi ganda
yang artinya metode yang berkultifasi jiwa
dan secara serempah juga berkultifasi raga.
Kultifasi jiwa adalah menempat jiwa watah, moral, dan spiritual
agar selaras dengan hukum atau karakter alam semesta
sejati, baik, dan sabar.
Dari kultifasi jiwa ini, maka jiwa, watah, moral, dan spiritual
meningkat ke arah yang lebih baik.
Di sisi lain, kultifasi raga adalah menempat fisik
dengan melalui lima perangkat latihan Falun Tafa.
Dari hasil latihan ini, maka tubuh akan dipadati dengan energi
dan tubuh akan menjadi sehat.
Falun Tafa pertama kali diperkenalkan oleh Master Lee Hong Se
di Tiongkok pada tanggal 13 Mei 1992.
Dalam waktu yang singkat, metode ini berkembang kesat di Tiongkok
dan tidak hanya terbatas di Tiongkok saja,
tetapi juga berkembang ke seluruh dunia.
Kini, Falun Tafa dilatih di 114 negara
termasuk juga di Indonesia.
Falun Tafa juga berkembang di Bali.
Pertama kali, Falun Tafa diperkenalkan oleh
praktisi Jakarta lewat workshop yang diselenggarakan
di Supermarket Ragia di Pertokoan Kertawijaya dan Pasar.
Kini, Falun Tafa di Bali tidak hanya berkembang di Denpasar,
tetapi juga berkembang di seluruh kabupaten dan di beberapa desa.
Manfaat yang saya peroleh dari metode Falun Tafa ini adalah
tubuh saya menjadi sehat dan hampir saya tidak pernah ke dokter.
Di sisi lain, saya merasa saya menjadi lebih sabar,
lebih mampu menahan marah, dan kehidupan saya menjadi lebih tenang.
Saya tertarik dengan karakter alam semesta sejati baik sabar
yang diajarkan Falun Tafa ini,
yang saya pikir dapat meningkatkan moralitas saya dan kesehatan saya.
Setelah saya mengikuti latihan ini kurang lebih satu bulan,
kesehatan saya membaik dan kesabaran saya meningkat.
Dulunya saya mengalami penyakit kelainan jantung dan kelumpuhan
yang diakibatkan oleh sarap kejepit.
Dulunya kalau saya berjalan kurang lebih 10 meter,
nafas saya ngos-ngosan dan saya harus berhenti untuk beristirahat.
Setelah saya mengikuti latihan kurang lebih selama satu bulan,
tubuh saya menjadi segar, bugar, dan semua penyakit yang pernah saya derita hilang.
Besarnya perkembangan Falun Tafa di Bali,
sehingga banyak dari berbagai kalangan latar belakang profesi juga ikut berlatih.
Di kesempatan yang lain, kami berhasil mewawancarai beberapa dari mereka.
Saya bersyukur setelah mendapatkan meditasi Falun Tafa ini,
kesehatan saya meningkat dengan luar biasa, sejahtera,
dan juga mempunyai karakter yang baik dan tubuh jiwa raga yang sehat.
Saya baca kisah-kisah orang yang ikut Falun Tafa atau Falun Gong,
ternyata mereka semua mengetahui keluarga dan mendapatkan keharmonisan di dalam diri sendiri,
atau ya lebih tenang, lebih damai, atau boleh dikatakan lebih bahagia daripada sebelumnya.
Nah itu saya tertarik. Kemudian saya berdalam lagi, ternyata memang benar.
Di setelah 8 tahun, tahun pertama saya sudah berhenti.
Misalnya ada penyakit deganan darah tinggi, penyakit emas, penyakit migren, dismenori, alergi.
Bagaimana meditasi di dalam Falun Tafa ini,
kalau kita lakukan secara rutin, secara ikhlas, pelan-pelan penyakit itu akan berkurang.
Ya sebelum saya berlatih di Falun Tafa memang ada kondisi kesehatan pertama.
Jadi asal mulanya karena kondisi kesehatan yang tidak bagus,
jadi saya tidak pernah hadiah hati.
Nah terus sudah pengobatan, diberbagai pengobatan alternatif lah.
Nah terus dalam kondisi yang putus asa, akhirnya saya menemukan Tafa ini.
Jadi pagi hari ada orang yang berlatih, saya lihat sepanduk,
saya berkunjung ke sana dan saya dikasih tahu tentang Tafa ini.
Nah selanjutnya saya mencoba untuk berlatih, jadi mengikuti saran dari di sana.
Dalam rentang waktu yang kurang lebih 6 bulan, apa yang saya rasakan dengan sakit itu,
saya sudah lupa, dulu saya pernah sakit, jadi tiba-tiba sudah senguh.
Jadi kehidupannya sudah berlangsung tanpa saya pernah mengeluh lagi.
Dulu sangat menderita sekali.
Awalnya itu sebelum saya bergabung ke sana, saya memang punya penyakit.
Yang mungkin kalau disebutkan, kita sepertinya malu mendengar gitu.
Kok polisi punya penyakit Ayan, epilepsi.
Pas dia jadi dokter, ya dibilang epilepsi.
Saya mulai sakitnya itu 2001, sudah sering opnama, sering ke dokter, sering ke dukun.
Sudah tidak bisa hitung ke dukunnya dimana.
Saya pasti datang, kalau ada orang bilang datang.
Akhirnya setelah tahun 2005, mungkin teman itu kasihan melihat saya sudah ke sana ke sini mencari obat,
juga tidak sembuh.
Akhirnya dianjurkan saya masuk ikut bergabung di Palung Tafa atau Palung Gong.
Kemudian setelah itu, ya sampai sekarang bersyukurlah berkat saya belajar di Palung Tafa,
tidak pernah mengalami sakit epilepsi itu lagi yang rasanya tidak enak.
Samping dapat kesehatan saya, juga di dalam bidang pekerjaan saya,
saya menjadi lebih mempunyai wawasan, lebih bisa bersikap, lebih baik.
Yang dulunya mungkin saya gampang emosi.
Gampang tersinggung.
Sekarang dengan belajar Palung Tafa itu, ya mungkin saya bisa bertambah sabar,
lebih tenang.
Yang dulunya mungkin ya tidak seperti itu.
