Vlog TMI: Hal Unik di Acara "Car Free Day" Dalam Jelajahi Areal Bajra Sandhi Denpasar Bali

The Truth Media
770 pengikut
Bagi yang belum pernah berkunjung ke Lapangan Bajra Sandhi Denpasar Bali pada setiap hari Minggu dalam acara "Car Free Day", simak berikut perjalanan kami pada 8 Desember 2019 Minggu ini. Ada peristiwa hal lain yang tidak biasa terjadi yang mungkin bisa bermanfaat bagi para pemirsa. Selamat menyaksikan!
#CarFreeDay #BajraSandhiDenpasarBali #BajraSandhi #HariHAMSedunia #HariHAM
Halo para pemirsa, selamat berjumpa dengan saya, Narta, dari Truth Media Indonesia Channel.
Pada kesempatan kali ini, saya berada di lapangan Bajresandi, Renon, dan Pasar Bali,
yang merupakan pusatnya jantung Kota Denpasar,
yang mana pada setiap hari minggu paginya diadakan sebuah acara Car Free Day,
ajang rekreasi mingguan sehat untuk masyarakat Kota Denpasar dan sekitarnya.
Nah, bagi yang belum pernah berkunjung dan menyaksikan segala kegiatan yang berlangsung di areal ini,
saya akan mengajak para pemirsa untuk mengeksplore areal ini.
Untuk itu, mari ikut saya.
Wah, kalau yang ini sebuah kelompok yang berskala besar.
Dari baju yang dikenakan, mereka adalah kelompok spiritual Falun Dapak.
Latihannya sangat tenang.
Coba kita tanyakan kepada mereka, apa manfaatnya berlatih?
Saya mulai berlatih Falun Dapak awal dari pada tahun 2016.
Pada 2015, akhir 2015, istri saya meninggal.
Lalu saya stres berat, gelisah.
Kemudian di samping itu saya juga menderita banyak penyakit,
antara lain asamurat, tensi, dan juga eksim.
Lalu saya dengan tidak berpikir apa,
menjumpai orang latihan di lapangan, saya ikut latihan.
Kemudian saya rajin ikut latihan dan mengikuti segala metode daripada Falun Dapak.
Sehingga akhirnya penyakit saya, terutama asamurat, tidak kumat lagi.
Kemudian eksim saya juga sejak latihan itu mengering
dan semuh.
Kemudian mengenai tensi, oleh dokter dilarang tidak minum obat tensi.
Harus seumur hidup minum, kalau tidak akan berbahaya.
Kemudian setelah kira-kira tiga bulan berlatih,
saya beranikan diri tidak minum karena sudah bosan.
Akhirnya tidak apa-apa.
Nah yang tinggal stres berat saya.
Nah itu.
Saya merasa menderita sekali.
Terus mengikuti latihan, latihan bagaimana harusnya membaca buku Suan Falun dan sebagainya.
Bagaimana metodenya saya ikuti dengan gege maju.
Maka saya merasa terangkat dari penderitaan.
Saya sehat dan penderitaan yang saya rasakan waktu stres itu
sudah hilang, terangkat.
Kemudian pengalaman saya, karena bermanfaat ini bagi saya,
terutama menyembuhkan penyakit.
Maka saya pulang kampung.
Lalu saya latihan di kampung.
Banyak teman-teman kampung yang ikut antara lain sepuluh orang.
Itu karena yang sakit-sakit.
Ada sakit vertigo, ada asam urat, ada stres berat.
Itu karena juga ditinggalkan oleh suami atau istrinya.
Ada sakit ulu hati, ada sarap kejepit.
Nah semua itu dalam waktu yang singkat bisa sembuh.
Saya juga heran.
Jadi saya terus membuka bimbingan di kampung.
Setiap Gemis, Jumat, Sabtu saya pulang kampung.
Kampung saya di daerah Penebel, Pak.
Jadi untuk membimbing teman-teman.
Jadi saya rasakan balon dapah ini luar biasa baiknya.
Pertama untuk kesehatan.
Kedua untuk jiwa, Pak.
Sekarang jiwa saya tenang.
Bahkan saya di umur 76 sekarang, Pak.
Itu naik sepeda motor saya pulang jarak 30 km.
Dan semua teman-teman heran.
Kok bisa naik sepeda motor?
Nah itulah kehebatan dan manfaat dari balon dapah yang saya rasakan.
Dan juga yang teman-teman rasakan di kampung.
Sepertinya mereka juga menggelar kegiatan lainnya.
Ayo coba kita dekati.
Ternyata mereka sedang memperingati Hari HAM
yang jatuh pada tanggal 10 Desember ini.
Dan momen tersebut diperingati di acara Car Free Day ini para pemirsa.
Mari kita dengarkan lebih seksamen.
Ibu-ibu, bapak-bapak, adik-adik, dan kakak-kakak
yang sedang jalan santai di lapang Belajar Sandi Renon.
Kami dari Pradisi Balon Dapah
memperingati Hari HAM Internasional
dengan semangat Hari HAM Internasional ini
kami ingin menyuruhkan penghentian, penganiayaan,
penghentian pelanggaran HAM berat yang terjadi di Tiongkok
yang dilakukan oleh rezim Komunis Tiongkok
terhadap orang-orang Belajar Balon Dapah.
Sudah 20 tahun lebih penganiayaan ini masih terjadi
dan belum berhenti sampai hari ini, detik ini.
Sebelah kanan saya adalah foto-foto korban meninggal
yang dianiaya oleh rezim Komunis Tiongkok
yang jumlahnya terus bertambah hingga detik ini.
Sudah 4.000 lebih yang tercatat,
bahkan yang sebenarnya melebihi dari itu.
Pradisi Balon Dapah, karena mereka berlatih sejati,
baik sabar, rezim Komunis Tiongkok
menyatakan mereka sebagai musuh negara.
Bahkan Ketua Partai Rezim Komunis Tiongkok
Rekalai Tujian Zeming tahun 1999
menyuruhkan tiga seruannya yang sangat kejam
bagi Pradisi Balon Dapah.
Seruannya pertama adalah rusak nomor baiknya.
Fitnahan bagikan merabat lakit menyelimuti bumi.
Media cetak dan media elektronik dimanfaatkan oleh negara
untuk mengfitnah Balon Dapah.
Bahkan salah satu fitnahan terkejam
yaitu insiden bakar diri di lapangan Tiananmen.
Itu membuat pandangan publik terhadap Balon Dapah
menjadi sangat-sangat tidak baik.
Kemudian mereka ditangkap
ketika melakukan latihan di tempat umum
dimasukkan ke penjara
kemudian banyak dari mereka dimasukkan ke kamp kerja paksa
dipaksa untuk bekerja 15 jam lebih
tanpa henti dan tanpa dibayar spesial pun.
Jadi seperti mereka bekerja tanpa ada timbal balik,
tanpa ada bayaran.
Kemudian karena mereka banyak yang sehat
tidak sedikit dari mereka dijadikan sebagai
ladang bisnis transportasi secara ilegal.
Ketika mereka dimasukkan ke kamp kerja paksa
mereka dicuci otak agar menyerahkan jiwa dan raga mereka
kembali ke iblis komunis.
Tetapi mereka memegang teguh keyakinan mereka.
Walaupun siksaan yang dialami oleh mereka sangat berat
sangat-sangat tidak terbayangkan oleh kita
Pratisi Polondava tetap memegang teguh keyakinan mereka
terhadap prinsip sejati, baik, dan sabar.
Bentuk-bentuk penyiksaan mereka beragam.
Salah satunya yang akan kita ilustrasikan adalah
ditusuk dengan bambu yang sangat tajam
melalui jari kukung.
Tujuannya adalah agar Pratisi Polondava
melepaskan keyakinan mereka terhadap prinsip sejati, baik, dan sabar.
Mari kita saksikan ilustrasinya.
Rasa sakit yang amat-sangat diderita oleh Pratisi Polondava.
Walaupun mereka menghadapi kepengenian yang keji ini
mereka tetap memegang teguh prinsip sejati, baik, dan sabar
dan tidak mau melepaskan keyakinan mereka terhadap Polondava.
Polondava sendiri merupakan metode kultivasi tingkat tinggi
yang mengajarkan kita untuk berasimilasi
dengan karakter universal sejati, baik, dan sabar.
Sejak diperkenalkan tahun 1992 oleh Master Li Hongzhi
hingga sebelum penganian, dalam 27 tahun
100 juta orang berlatih Polondava di Tiongkok.
100 juta orang jumlah yang sangat-sangat besar.
Tiga alasan utama mereka berlatih Polondava adalah
pertama, tanpa biaya, tanpa ada iuran, tanpa ada keanggotaan.
Kemudian, yang kedua alasannya adalah menyehatkan.
Orang-orang yang berlatih Polondava dengan tulus, dengan serius
mereka akan mendapatkan kesehatan tanpa mengejarnya.
Memperoleh tanpa mengejar.
Kemudian, alasan yang ketiga adalah
meningkatkan moralitas dan spiritual
dari orang-orang yang berlatih Polondava
pada prinsip yang diajarkan yaitu sejati, baik, dan sabar tersebut.
Setelah dibasuhkan ke Kerja Pangsa
Pratisi Polondava dites DNA dan darah mereka.
Bahkan banyak dari mereka dijadikan sebagai
bang organ, ternak yang siap dipanen ketika ada orang yang
ingin mencangkok atau membeli organ
dengan harga yang sangat-sangat tinggi.
Harga yang ditawarkan sangat-sangat tinggi.
Contohnya seperti kurnia mata bisa dihargai hingga 170 juta.
Kemudian paru-paru bisa sampai 1,3 hingga 1,5 M.
Kemudian ginjal bisa dihargai dengan 1,3 M.
Dan itu dijadikan sebagai bisnis yang sangat memuntungkan oleh rezim komunis Tiongkok.
Kemajuan dari bidang ekonomi didasari oleh pelanggaran hambrak.
Sangat memalukan.
Dan ini harus dihentikan.
Karena ini adalah pelanggaran yang tidak bisa diterima oleh kemanusiaan.
Kita akan menyaksikan bagaimana proses kervantasi organ yang dilakukan oleh rezim komunis Tiongkok
yang masih terjadi sampai hari ini.
Mari kita saksikan.
Setelah organ-organ tubuh dari Pratisipal Lundafa dirampas habis.
Kemudian jasad mereka, tubuh mereka dibakar, dikremasikan segera.
Setelah mereka selesai mengambil semua organ tubuh mereka agar tidak meninggalkan jejak.
Agar mereka tidak dapat identifikasi telah melakukan kejahatan.
Praktek ini masih berlangsung sampai hari ini.
Sampai hari ini banyak investigasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh secara independen
seperti David Matas, David Kilger.
Itu mereka adalah pengacarahan internasional dan juga mantan sekretaris negara Kanada untuk Asia Pasifik.
Mereka melakukan investigasi secara independen membongkar praktek pelanggaran HAM berat ini
dan banyak bukti-bukti yang mereka dapatkan.
Bahkan pengadilan Asasi Manusia Internasional menyuruhkan kepada rezim komunis Tiongkok
untuk menghentikan praktek pelanggaran HAM berat ini.
Wah, payah pemirsa.
Masa organ tubuh diperjual belikan.
Memangnya manusia itu barang dagangan.
Sungguh tidak berperik kemanusiaan.
Wow, kuliner juga ada pemirsa.
Sampai disini dulu para pemirsa perjalanan kita kali ini.
Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada perjalanan berikutnya.
