DR TIFA : PAGAR LAUT TELUK JAKARTA REKLAMASI ATAU KOLONIALISASI ?

Dr Tifa Channel
41 pengikut
8 Tayangan video·11 Feb 2025
Reklamasi yang terjadi di berbagai titik di Indonesia, terutama di sepanjang garis pantai, merupakan isu yang sangat kompleks dan melibatkan banyak aspek, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, dan politik. Sebagian dari proyek reklamasi ini melibatkan investasi asing, termasuk dari perusahaan-perusahaan China. Namun, apakah reklamasi tersebut menandakan bahwa China ingin menguasai Indonesia?
Wahana Lingkungan Hidup Walhi menduga keberadaan pagar bambu sepanjang lebih dari 30 km
di perairan Kabupaten Tangerang merupakan upaya reklamasi terselubung.
Disebutkan pembangunan pagar bambu itu mengindikasikan adanya investasi besar dibalik proyek tersebut.
Diputi Eksternal Walhi Nasional Bukri Friyatna mengatakan
pembangunan pagar bambu itu mengindikasikan adanya investasi besar dibalik proyek tersebut.
Bukrin menduga bahwa proyek reklamasi ini berkaitan dengan rencana pembangunan kota baru
yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2020 tentang tata ruang Kabupaten Tangerang.
Dia menampakkan arahan tata ruang dalam perda tersebut menunjukkan bahwa
wilayah Pantai Utara memang telah diarahkan untuk reklamasi hingga tahun 2030.
Bukrin menilai dugaan proyek reklamasi itu didahulukan hanya demi kepentingan investor.
Padahal kata Bukrin ruang terbuka hijau atau RTH di Tangerang sendiri
hanya ada 0,01 persen dari total luas Tangerang yaitu 103 ribu hektare.
Oleh sebab itu menurut dia pemerintah harus lebih mendahulukan RTH dibandingkan reklamasi
yang dinilai hanya sebagai kepentingan investor saja.
Selain itu keberadaan pagar bambu tersebut dinilai merugikan nelayan kecil
yang terpaksa menempuh jarak lebih jauh hingga 10 km untuk menangkap ikan.
Karena itu ia meminta kepada pemerintah daerah dan pusat untuk segera menindak proyek tersebut
termasuk merubuhkan pagar bambu dan membatalkan rencana reklamasi dalam refis di Tataruang tahun 2025.
Yang sedang reklamasi, sedang dibangun dan sedang dikaveling-kaveling itu
ternyata tidak cuma di Teluk Jakarta saja, tapi di 41 titik di seluruh Indonesia.
Sebenarnya ini adalah reklamasi saja membangun sebuah kawasan baru
atau sebenarnya adalah kolonialisasi yang dilakukan tidak tahu oleh Cina saja
atau bahkan mungkin berkolaborasi juga dengan banyak negara-negara besar.
Apakah ini adalah indikasi Cina dan negara-negara lain ini ingin menguasai tanah air Indonesia?
Karena yang terjadi nih teman-teman ya sahabat semuanya ya
Reklamasi ini tuh kalau dilihat dari peta seluruh Indonesia tuh benar-benar ada di garis-garis pantai yang sangat penting
di luar Indonesia begitu ya dan di tepi-tepi pantai yang sangat-sangat penting
dari Aceh sampai Papua semua ada titik reklamasinya
dan sebagian juga sudah dijual kaveling-kavelingnya
padahal kaveling-kaveling itu tepi laut itu masih dalam bentuk laut, masih terendam
tapi sudah sebagian sudah dijual, sebagian sudah jadi SHM, sebagian sudah jadi SHGB
bahkan yang SHM dan SHGB sudah ditaruh di bank untuk jadi agunan
padahal tanahnya itu masih dalam bentuk lautan
jadi reklamasi yang terjadi di berbagai titik di Indonesia ini terutama di sepanjang garis pantai
dan pulau-pulau kecil juga ternyata ada beberapa juga yang direklamasi
ini kan jadi isu yang sangat kompleks ya
dan melibatkan banyak sekali aspek, gak cuma dari sisi ekonomi
tapi juga lingkungan, tapi juga politik
tapi juga kesehatan, tapi juga keberlangsungan
dan tanda tanya kecemasan dari warga pesisir, para nelayan
para penduduk desa-desa di daerah kawasan tepi pantai yang direklamasi itu
nasib mereka bagaimana, dan ini yang menjadi pertanyaan penting bagi kita semuanya
sebagian dari proyek reklamasi ini melibatkan investasi asing
termasuk juga Cina, perusahaan-perusahaan Cina
sebagian juga perusahaan-perusahaan dari negara-negara lain, Eropa, Amerika, dan seterusnya
nah, apakah reklamasi tersebut menandakan bahwa Cina ingin menguasai Indonesia?
nah ini pertanyaan yang rumit ya, dan memerlukan analisis yang jauh lebih mendalam
dari sekedar dugaan atau tuduhan bahwa Cina akan ingin menguasai Indonesia
tapi bisa saja, menjadi pintu masuk ya
tapi, kalau kita coba research, atau kita coba kaji di seluruh dunia
sebenarnya reklamasi itu lagi jadi tren, sahabat nototifah semuanya ya
jadi, negara-negara semuanya, di semua benua, itu lagi tren
reklamasi, kalau di Indonesia ini reklamasi sudah kejadian ya
di Indonesia, di kota-kota besar, Jakarta, Surabaya, Makassar
dan ini memang menjadi tren dari pengembangan
proyek-proyek reklamasi ini kan tujuannya menyediakan mahan baru
untuk pembangunan infrastruktur, pemukiman, perumahan, kawasan industri, perdagangan
yang memang sekarang ini kan, peradaban baru kan sudah muncul nih di dunia ya
sudah tidak ada peralihan lagi, sudah muncul peradaban baru
salah satunya, konsekuensi dari peradaban baru ini
desa ditinggalkan, atau desa menjadi kota
dan penduduk semakin menjauhi titik sentral dari daerah-daerah
tetapi mendekati titik-titik pantai, tepi-tepi pantai
karena disitulah pusat pertumbuhan ekonomi seluruh dunia, tidak cuma Indonesia ya
jadi, sekarang kita mesti pelajari dulu
sebenarnya mengapa reklamasi dilakukan di banyak kawasan di dunia
termasuk di Indonesia ini adalah pengembang yang kita sangat sangkakan ya
bahwa mereka ini nothing but urusan ekonomi
dan ingin menguasai hadiah hidup dari rakyat Indonesia ya
pertama tuh, adanya ruang untuk pembangunan
dan trennya memang pembangunan itu ada di tepi pantai
itu trennya, tren dunia
jadi kota-kota besar karena lahannya makin terbatas
misalnya Jakarta, Jakarta kan lahannya makin terbatas
ya, makanya dia makin menjorok jauh ke laut
untuk membuat Jakarta baru
begitu juga dengan kawasan-kawasan yang lain
bahkan di London sekalipun ya
di London, di London, di Inggris sekalipun
itu kawasan-kawasan reklamasi
dan menjadi hunian-hunian super eksklusif
itu sudah dilakukan
seperti di kawasan Timur Tengah
di kawasan Mediterania
di kawasan Amerika Utara dan Amerika Selatan
ya, jadi memang reklamasi ini menjadi tren dunia
solusi untuk menyediakan ruang tambahan
terutama untuk kawasan industri dan properti komersial
jadi memang pusat uang itu ada di tepi pantai sekarang ini
di abad 21
dan daerah tengah nanti kita akan bahas pada video berikutnya
kenapa kok daerah tengah jenderal dikosongkan?
karena ada sesuatunya
makanya penduduk ini dibuat menuju ke tepi pantai
dibuat menuju ke tepi pantai
jadi tengah-tengah itu gak laku
karena mau dibikin sesuatu di situ
nanti kita bahas yang soal dibikin sesuatu di tengah itu ya
kemudian juga peningkatan infrastruktur
projek-projek reklamasi ini kan
membangun pelabuhan-pelabuhan baru
dan meningkatkan daya saing
daya saing ekonomi sebuah negara
contoh seperti Singapura
Singapura itu negara-kota kecil sekali
tapi bisa menjadi salah satu negara paling makmur
paling kaya di seluruh dunia
kenapa? karena dia jualan pelabuhan
jadi itulah tren dari ekonomi di abad 21 ini
kemudian dengan demikian maka
investor-investor, pengusaha-pengusaha besar
baik domestik maupun asing
kan tertarik tentu saja ya dengan
investasi mereka ke projek reklamasi ini
karena itu hitung-hitungannya itu jelas
sekarang dari sisi kita fokus ke Cina nih
peran RRC nih, peran Cina
Cina ini kan ada dua ya
Cina negara atau Cina aguhan
Cina oligarki ya
dan memang indeed ya bahwa mereka terlibat dalam
hampir semua projek reklamasi di Indonesia
terutama melalui investasi
dan mereka juga menarik partisipasi
perusahaan-perusahaan Cina
untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur besar ini
jadi jual transaksinya tuh disitu
jadi transaksinya tuh seperti itulah
ini kan yang kelihatan sekali transaksi itu
di peak ya di kawasan Teluk Jakarta itu
jelas banget transaksinya
sekarang kalau kita lihat
kepentingan Cina aja bukan kepentingan Amerika
dan lain-lain terhadap projek reklamasi itu
jadi memang mereka itu kan punya
projek mega, super raksasa banget-banget
untuk katakanlah dalam tanda kutip
sebenarnya menguasai dunia gitu
dengan Belt and Road Initiative
ini kan memang projek Mercusuar
atau projek raksasanya Cina
yang kalau kita lihat
petanya ya memang mereka tuh pengen
menguasai dunia sebenarnya dengan
Belt and Road Initiative ini
jadi mereka akan memperluas pengaruh ekonomi
dan infrastruktur
dan pengaruh entitas Cina ini di seluruh dunia
dan Indonesia tuh terlibat gitu
terlibat tuh jadi apa sih?
terlibat ya
jadi itulah yang terjadi
padahal Cina yang sangat punya kepentingan
terhadap BRI ini
Belt and Road Initiative ini
sehinggalah maka Cina berinvasi dalam
projek-projek-projek besarnya di Indonesia
terutama banget tuh
10 tahun terakhir kemarin ya
projek di pelabuhan
di kereta api
terutama KCIC
infrastruktur yang lain gitu
habis itu juga karena mereka memang
punya manpower, punya keahlian
punya sumber daya manusia
dan pembangunan infrastruktur yang besar
maka banyak projek
di Indonesia terutama projek reklamasi
pada akhirnya melibatkan
perusahaan-perusahaan Cina
karena mereka memiliki kemampuan
itu bahasa rasionalisasinya ya
bahasa rasionalisasinya itu
mereka punya dana, punya teknologi
ya itu bahasa rasionalisasinya
sebenarnya, tapi ini kan kita
intinya tuh lagi belajar ya, kita lagi research
sama-sama ya
habis itu kemudian
menjadi sebuah jalan untuk peningkatan
konektivitas regional
kawasan Asia, kawasan Asia Pasifik
Asia Indo-Pasifik, Asia
dan Asia Tenggara
ini dengan BRI itu, dengan Belt and Road Initiative
yang diinisiasi oleh Cina
maksudnya adalah meningkatkan konektivitas regional
dengan
dan ini sebenarnya memperkuat posisi Cina
sebagai kekuatan ekonomi
dunia yang dominan, jadi kita tuh
support sistemnya Cina
untuk menguasai ekonomi dunia
termasuk ya
pembangunan pelabuhan, kawasan Indonesia
ya ceritanya sebenarnya
simbiosis mutualismo, tapi simbiosis
mutualismo tuhnya agak lebih banyak Cina
kalau kita lihat, benar-benar
kalau kita lihat analisis, benar-benar ya
memang dengan pembangunan
pembangunan segala macam ini
reklamasi, ya kita punya akses ke pasar
akses jalur pedagang alternatif
jadi banyak
jalur pedagangnya, masalahnya kan
yang pakai siapa tuh
yang pakai siapa, kan itu ya pertanyaannya
jadi
seperti itu, terus
jadi tantangannya sekarang
tentang tantangan internal
Indonesia sendiri, ini
bagaimana nih, apakah memang
sebenarnya reklamasi itu
dibutuhkan betul oleh
Indonesia atau dibikin punya
dibikin punya kepentingan
terhadap proyek reklamasi ini
Indonesia
Indonesia sebagai negara yang
sistem politiknya itu
sebetulnya punya kebijakan luar negeri
terutama pada waktu
Ibu Ratna Marsudi, itu kan kita cenderung
mandiri dan sangat berhati-hati
dalam
mengizinkan keterlibatan asing
di dalam sektor-sektor sensitif
seperti
kepemilikan tanah, sumber daya alam
tapi ya itu tadi, banyak sekali
tekanan dari investasi asing
kebijakan pemerintah Indonesia
akhirnya
jadi penuh kontroversial
kebijakannya kan jadi penuh
kontroversi karena
tarik menari antara kepentingan
asingnya, dalam mesinnya asing
terhadap kepentingan
pembangunan di Indonesia
pada dasarnya mereka kan membangun
untuk diri mereka, bukan membangun untuk
kepentingan Indonesia kan, apa urusannya
mereka sama Indonesia kan
yang penting adalah Indonesia
patuh sama mereka membangun
apa-apa saja yang mereka butuhkan
atas nama Indonesia
terus, sekarang
keterlibatan China di dalam proyek reklamasi ini
ini gimana, apakah ini adalah
salah satu indikator
menjadi indikasi bahwa
China pun akan berusaha menguasai Indonesia
secara politik, ya kalau kita lihat
ya melalui para konglomerat
melalui
para taipan-taipan ini
melalui oligarki ini, kan memang
relasinya itu kelihatan sekali
kasat mata
dan walaupun sebenarnya
yang berkepentingan
terhadap reklamasi
ini bukan hanya China, tapi juga banyak negara
Anda kalau kapan-kapan
teman-teman sama Dr. Tiffa dari seluruh Indonesia
sempatin deh main
datang untuk berkunjung
dan research tentang apa yang terjadi
di PIK, Anda akan tahu bahwa
yang
berkontribusi atau terlibat
atau punya kepentingan di sana itu banyak negara
lambang
itu adalah bank-bank
bank-bank multinasional
bukan cuma bank China yang ada di sana
jadi ini banyak negara
itu kan memang
kita sangat butuh investor
otomatis kadang-kadang
karena negara ini sangat butuh investor
otomatis kadang-kadang investor itu jadi suka
suka mendikte
orang butuh
suka didikte
dan
kalau kita lihat lagi
dari sisi
ini ya
lihatnya itu dari sisi
yang luas
jadi proyek reklamasi ini
dikedepankan untuk
menjadi bentuk kerjasama
ekonomi yang saling menguntungkan
masalahnya kan sekarang
ya kalau menguntungkan itu
bagaimana dengan rakyat yang
digusur, bagaimana siapa yang tanggung jawab
sama mereka, bagaimana dengan
pengelolaan sumber daya alam, hutan mangrove
macam-macam, bagaimana dengan
dampak lingkungannya
bagaimana dengan yang terjadi banjir
bagaimana dengan kesejahteraan sosial
siapa yang mendapatkan kesejahteraan dengan
pembangunan reklamasi ini
ini yang perlu diperjelas, siapa yang tanggung jawab
siapa yang dapat keuntungan terbanyak
ini yang perlu diperjelas dan sangat perlu transparansi
kan, kan ini yang
dituntut sama rakyat Indonesia
saya juga ingin sampaikan sama
Dr. Tifa, kalau memang sebuah proyek
reklamasi itu dianggap menguntungkan
menguntungkan ya, kedua belah pihak
penguasa juga
pengusaha begitu, lalu rakyat
bisa apa? rakyat bisa apa nih?
ya kalau saya, ayo
kita sama-sama melakukan
advokasi support
terhadap
penduduk-penduduk yang
udah jelas mereka bakal digusur
udah jelas nih mereka bakal
digusur, karena ini proyek ini kan
unstoppable, gak cuma satu
titik aja dan sudah melibatkan
uang investor yang besar sekali dari seluruh
dunia termasuk Cina kan, tentu saja
mereka gak akan mau begitu aja membatalkan
proyek yang udah berjalan
kan proyek udah berjalan kan gitu
jadi kalau saya itu kan area of concern saya
adalah gimana nih rakyat pesisir
gak cuma di
Telu Jakarta aja, gimana yang di
Semarang, gimana yang di Surabaya
Sidoarjo, gimana yang di
Makassar, gimana yang di Palu, gimana yang di
Papua, bagaimana yang di Aceh
ini harus kita pikirkan bersama
supaya siapapun juga
yang punya keuntungan dan punya
keuntungan paling besar itulah
yang mengelola
masyarakat-masyarakat yang udah jelas
pasti akan digusur ini gitu
ya jadi pemerintah Indonesia
itu harus tetap sadar
jangan sampai ada
ketergantungan yang terlalu besar
terhadap investor asing
termasuk dari Cina ini
karena nanti kalau gak balance
kalau gak balance
maka dia bisa mengatur
Indonesia, dia bisa mengatur Jakarta
seperti apa, bahkan kan
tendensinya juga dia mengatur pindahnya
ibu kota ke IKAN itu kan tendensinya
dari
dari kepentingan atas Jakarta
dan reklamasinya ini kan
itu kan sebenarnya yang
kita khawatirkan bersama
jangan sampai
konsep pengembangan reklamasi ini
akhirnya ternyata banyak sekali
di area-area
si udang-udang ini bersembunyi
di balik batu dan banyak gitu
gak cuma sekedar
ekonomi aja
bahkan dari sisi keamanan nasional
ini
karena kan kalau reklamasi
kemudian dihundi oleh
orang-orang ternyata itu dari Cina
mainland, pindah ke sini
kemudian mereka bertempat tinggal, beranak-anak
dan seterusnya di kawasan pesisir
tersebut, juga orang-orang asing
tinggal di situ, bagaimana dengan keamanan
nasional? karena pasti
itu akan menghasilkan
ancaman
terhadap keamanan
nasional, belum lagi soal dampak lingkungan
belum lagi soal dampak
sosial, reklamasi mengakibatkan
jelas-jelas mengakibatkan
kerusakan ekosistem pesisir
pantai, jelas
mengancam kehidupan biota laut
jelas meningkatkan risiko bencana
seperti banjir, abrasi pantai
muka air turun
karena tanahnya disedot
untuk kebeningan
penghuni-penghuni baru di tanah reklamasi itu
jadi banyak
pihak kalangan pemerintah
pusat, kalangan
investor, pengusaha yang ada di situ
juga masyarakat
itu harus benar-benar
memahami semuanya
dan kita tuh
melihat apa yang harus kita
solusikan secara
jangka pendek
maupun secara jangka panjang
bagaimana dengan terutama
nasib dari rakyat di pesisiran
yang kawasannya dipakai
untuk reklamasi dan mereka mau
tidak mau, cepat atau lambat
itu pasti akan tergusur
sekarang, kalau dari sisi keamanan nasional
di level geopolitik teman-teman
sahabat data tifa semuanya
bagaimana kalau ternyata keterlibatan
China pada proyek reklamasi itu
terlalu jauh, terlalu besar pengaruhnya
sehingga mereka semacam mendapat
privilege untuk tidak perlu
ada pengawasan yang ketat
ini kan bisa menambah ketegangan dalam
perhubungan Indonesia, bukan cuma dengan
Amerika nih yang sebagai
setaruh, sebagai negara
yang paling was-was ya dengan
kemajuan China yang sangat-sangat
agresif ya
termasuk juga negara-negara lain di
kawasan ini
terutama yang punya kepentingan strategi laut China Selatan
jadi mereka juga was-was
dan tidak tertutup kemungkinan
kalau Indonesia nggak bisa jaga hubungan
terlalu conoh ke China
dalam kaitannya dengan proyek reklamasi
maka hubungan Indonesia
dengan negara-negara lain
itu akan
sangat-sangat terancam
jadi
sahabat data tifa semuanya
reklamasi ini, kalau kita
lihat especially di Teluk Jakarta
emang sangat melibatkan China
seperti halnya juga
proyek-proyek pengembangan infrastruktur
dan lain-lain yang terjadi
selama 10 tahun terakhir di bawah
rezim Jokowi, kan memang
sangat melibatkan China
nah ini memang menjadi bagian dari hubungan
ekonomi yang diharapkan tuh saling menguntungkan
masalahnya saling menguntungkannya di mana
rakyat, negara, atau
segelintir penguasa aja nih
ya, terus
kemudian China memang sangat
ekspansif, sangat agresif
dalam berinvestasi di proyek-proyek
infrastruktur besar, terutama
dari sisi
kereta api,
bandara, pelabuhan, gitu
nah jangan sampai
dengan privilege tersebut, maka China
ternyata secara de facto
perlahan-lahan itu bisa
menguasai Indonesia, tidak hanya dari
sisi ekonomi, tidak hanya dari sisi kepemilikan
lahar, tapi juga secara
politik, yang mana kita sudah tahu
bahwa pemilihan
presiden, pemilihan
pilkada, ya
bahkan pemilihan DPR, itu pun juga
syarat sekali dengan
infiltrasi dari
kepentingan China terhadap Indonesia
mudah-mudahan apa yang
saya sampaikan menjadi insight buat kita semua
menambah
lengkapnya puzzle yang sedang Anda susun
untuk memahami segala situasi yang terjadi
pada negara kita tercinta ini
kita lah yang harus menjaga
kedaulatan negara kita, kita lah yang harus
menjaga tegak terus berdirinya negara kita
demi masa depan
Indonesia, demi masa depan anak keturunan
kita selanjutnya. Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh, salam
kebenaran
