DR TIFA : INDONESIA MENUJU KEHANCURAN ? PERLUKAH DISELAMATKAN ATAU BIARKAN RUNTUH ?

Dr Tifa Channel
41 pengikut
2 Tayangan video·15 Feb 2025
Indonesia menghadapi berbagai ancaman besar: krisis ekonomi, ketimpangan sosial, konflik politik, hingga ancaman global yang dapat mengguncang fondasi bangsa.
Apakah Indonesia bisa bertahan menghadapi tantangan ini?
Apakah ada kekuatan tersembunyi yang sengaja ingin menghancurkan Indonesia?
Haruskah kita berjuang menyelamatkan negeri ini, atau justru membiarkannya runtuh dan membangun sesuatu yang baru?
...bicara soal proyek PIK-2 dan reklamasi.
Seperti yang Anda ketahui, reklamasi itu jangan dibikin cuma di Jakarta,
itu ada 37 wilayah yang sudah dan sedang dikerjakan.
Di Jakarta diwuruk-wuruk-wuruk, terus akhir dibatalkan ke Karoanis,
di Sering-Sering Serang, Sering-Sering Makassar, Sering-Sering Ternate,
Sering-Sering Bali berjalan lancar.
Jadi mereka akan menciptakan kota-kota besar yang penghuninya bukan orang Indonesia,
tidak berbahasa Indonesia dan kaya raya di wilayah-wilayah itu,
membokongi atau memantati kalian.
Dan sekarang kenyataannya,
kalau kita dari Medan sampai ke Lampung, di pesisir Timur,
itu semua adalah bangun-bangunan, perumahan, tempat tinggal, maaf, non-free, mayoritas.
Jawa bagian utara, mulai dari Merak, kita jalan, BSD, kita jalan lagi ke mana-mana.
Semua mereka, sekarang diberikan izin untuk bikin pulau.
Saya curiga bahwa di pemerintah kita terlah kemasukan mereka-mereka ini
yang menyiapkan satu gerakan mengembalikan komunisme,
karena kita ingat tahun 1965 itu bukan komunis Rusia.
Berarti PIK 2 dibatalkan dari PSN atau gimana Pak?
PIK 2 tidak pernah menjadi PSN.
Yang menjadi PSN adalah ekoturism, ekopark misalnya.
Kostelain ekor.
PIK 2 dimasuk di dalamnya nggak sih Pak?
PIK 2 tidak pernah jadi PSN.
Semacam kokamtip, namanya bisa jadi Satgasus, Satgas Satuan Tugas Khusus
untuk pemberantasan mafia hukum dan penyalahgunaan UNAM.
Nanti Satgas inilah tadi tuh.
Ada dari kejaksaan, ada dari kepolisian, ada dari KPK, ada dari OJK,
dari BPN, dari KKP, semua dilibatkan.
Saya kira ini harus dilakukan oleh Prabowo.
Kenapa?
Karena ini bukan semata-mata karena ada persoalan dengan rakyat,
tapi ini menyambut kedaulatan negara.
Kenapa tadi saya singgung ya?
Ini kan kita tahu, tadi saya sebut ada 34 titik pesisir pantai.
Tidak hanya PIK ya?
Termasuk Rempang, segala macam, yang di Menado, yang di Bali.
Itu semua direncanakan untuk dibuat koloni.
Dan itu warga negara asing yang diundang.
Nah, kalau sudah warga negara asing, artinya secara bisnis mereka ada di pesisir laut,
mereka bisa berkomunikasi di antara mereka dengan gampang karena melewati laut,
tidak melalui daratan.
Kemudian ada pangkalan militer Republik Rakyat Cina di Natuna Utara
yang bisa menyuplai mereka.
Tinggal ngirim orangnya.
Bagi Republik Rakyat Cina yang jumlah penduduknya 1,5 miliar,
mengirim 200 juta orang itu kecil.
Kecil ya?
Kecil 200 juta orang itu.
Dia masih punya 1,3 miliar.
200 juta kirim sudah imbang dengan tentara Indonesia saja,
cuma jumlahnya 600 ribu.
Polisi cuma 1,2 juta.
Kirim 200 juta, selesai Indonesia.
Nah, ini yang menurut saya Presiden Prabowo ini harus sensitif di hadap kedaulatan negara,
kedaulatan hukum, dan mengantisipasi ancaman bahaya dari utara Republik Rakyat Cina.
Mereview dan mengendalikan semua PSN ini,
kemudian melakukan penegakan hukum pidana terhadap semua pelanggaran hukumnya.
Nah, Presiden Prabowo berani, karena dia punya jiwa patriotik sebetulnya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat Dr. Tiffa dimanapun Anda berada,
jumpa kembali dengan channel yang mengantar Anda memasuki peradaban baru manusia
dengan bekal keimanan, kecerdasan, dan kebenaran.
Amin.
Hari ini, saya akan mengajak Anda untuk membahas
ancaman kehancuran.
Perlukah Indonesia diselamatkan?
Kita tahu saat ini kita semua juga menyadari bahwa Indonesia
dalam keadaan yang jauh sekali dari baik-baik saja.
Ancaman kedaulatan bahkan mungkin secara faktual Indonesia sudah kehilangannya.
Perlukah Indonesia diselamatkan sebagai negara berdaulat?
Atau kiata biarkan saja sejarah menuliskan nasibnya sendiri?
Sebagaimana terjadi pada kerajaan-kerajaan besar sebelumnya yang ada di tanah air ini?
Macepahit, Sriwijaya, dan semuanya.
Pertanyaan fundamentalnya,
apakah Indonesia perlu diselamatkan nggak sih?
Apakah kita harus berjuang mempertahankan Indonesia sebagai negara berdaulat?
Atau membiarkan saja sejarah mengambil jalannya sendiri?
Jawabannya tergantung pada bagaimana kita melihat Indonesia dalam skala besar.
Jika kita biarkan sejarah mengalir seperti yang terjadi pada Macepahit, Sriwijaya,
dan negara-negara besar yang pernah ada, pernah ada, dan sekarang udah nggak ada lagi,
di tanah yang sekarang ini menjadi negara Indonesia ini,
Macepahit itu bertahan 400 tahun.
Runtuh bukan karena serangan dari luar, tetapi karena perpecahan internal.
Setelah runtuh, berubah menjadi kerajaan-kerajaan kecil
yang kemudian mudah dikuasai oleh kekuatan asing.
Akhirnya datanglah era kolonialisme,
di mana tanah air ini pecah-pecah dan dikendalikan oleh VOC, VOC Inggris, akhirnya Belanda.
Artinya, jika kita membiarkan Indonesia runtuh,
kita mungkin tidak akan kehilangan Indonesia secara fisik,
tetapi kita akan kembali menjadi wilayah yang dikuasai oleh pihak luar,
baik itu sekarang kekuatan-kekuatan besar dunia ya, China, US, atau elit global sendiri.
Kalau kita memilih menyelamatkan Indonesia, Indonesia tetap bisa berubah,
tetapi bukan menjadi koloni baru dari negara-negara asing atau kekuatan-kekuatan asing.
Kedaulatan bisa dipertahankan,
jika dan hanya jika ada kesadaran kolektif bahwa bangsa ini punya nilai yang harus dijaga bersama.
Sejarah menunjukkan juga bahwa negara yang kuat adalah negara yang sadar akan ancaman global
dan berani melawan sistem yang mengekannya dan berhasil kok.
Artinya, jika kita memilih untuk menyelamatkan Indonesia,
maka kita harus siap beradaptasi, melawan strategi elit global, dan membangun kekuatan dari dalam.
Indonesia akan hilang atau berubah,
jika Indonesia tetap dalam sistem global tanpa perlawanan,
kita tidak akan hilang secara fisik sih ya,
tetapi mungkin hanya cuma nama di peta dunia saja tanpa adanya kedaulatan sejati
dan itu juga pun sudah terjadi di beberapa negara yang ada sekarang.
Tetapi, jika ada gerakan sadar untuk mempertahankan nilai-nilai bangsa ini,
Indonesia akan bisa bertahan sebagai negara berdaulat meskipun dalam bentuk yang berbeda.
Apakah Indonesia akan bertahan atau hancur?
Jawabannya sebenarnya tergantung pada dua faktor utama ya,
seberapa kuat kepentingan global ingin mengontrol dan menguasai Indonesia,
seberapa sadar dan siap rakyat Indonesia untuk mempertahankan kedaulatannya dengan berkorban dengan segala cara.
Skenario satu nih, Indonesia hancur dan tidak lagi berdaulat.
Jika elit global, China, dan US berhasil sepenuhnya mengontrol Indonesia,
maka skenario ini akan terjadi.
Indonesia masih ada di peta, tapi bukan negara yang benar-benar berdaulat.
Pemerintah hanya boneka sistem global dikendalikan oleh mereka,
dan kebijakan ekonomi, politik, serta sumber daya alam dikendalikan oleh korporasi asing.
Sebenarnya sudah terjadi belum sih? Rasa-rasanya kok kayak sudah atau sebagian sudah ya?
Jadilah penduduk akan mengalami perbudakan modern
dalam bentuk ketergantungan ekonomi, utang, kontrol sosial dengan teknologi.
Dan Pulau Jawa mungkin akan berhasil untuk dikosongkan secara perlahan,
dan dikaitkan akan menjadi pusat pemerintahan boneka yang lebih mudah dikontrol oleh elit global.
Ini bukan sekedar teori konspirasi loh, saya nggak ngomongin teori konspirasi, ini fakta.
Karena pola-pola seperti ini sudah terjadi di banyak negara lain yang kehilangan kedaulatan mereka ya,
tinggal di copy paste aja.
Dengan yang bakal atau mungkin sudah menuju terjadi di Indonesia.
Sekarang skenario dua nih, Indonesia bertahan sebagai negara berdaulat.
Indonesia masih bisa bertahan dengan cara gimana?
Kalau ada tiga syarat utama, adanya kesadaran kolektif dari seluruh rakyat,
rakyat harus sadar bahwa mereka itu sedang dijajah dalam bentuk yang lebih halus.
Maka masyarakat harus mulai diajak untuk berpikir kritis
dan tidak hanya percaya pada informasi dari media mainstream
yang juga sudah dikendalikan oleh kepentingan global.
Kedua, kemandirian ekonomi dan teknologi.
Indonesia harus mampu, terutama rakyatnya nih,
mengurangi ketergantungan terhadap utang luar negeri, pemerintahnya, dan investasi asing.
Rakyatnya harus ada gerakan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas dan teknologi buatan sendiri.
Ketiga, Indonesia butuh kepemimpinan yang berani.
Pemimpin yang dimandatkan rakyat kepada yang memimpin,
siapapun juga dia, harus sadar akan ancaman ini dan punya keberanian melawan kepentingan global.
Sayangnya banyak pemimpin justru menjadi bagian dari sistem global
karena mereka mendapatkan jabatan tersebut karena memang mereka
sudah masuk dalam bagian dari sistem global.
Jadi peluang ini akan semakin kecil.
Skenario ini akan lebih sulit tapi bukan tidak mungkin.
Sekarang ini kesimpulannya ya, sahabat-sahabat TIFAS semuanya.
Indonesia akan bertahan atau hancur sih?
Jika kondisi saat ini tidak berubah,
kayak-kayaknya Indonesia tidak akan bertahan sebagai negara yang benar-benar berdaulat.
Ada, Indonesia ada, tapi daulatnya sudah tidak ada.
Tetapi, kecuali juga ada gerakan yang cukup kuat dari masyarakat,
dan pemimpin kuat, berani, yang sadar,
maka Indonesia mungkin masih bisa bertahan meskipun bentuknya beda.
Bentuknya beda ya, ini di-underline ya bentuknya beda.
Kesimpulannya, itu tadi kalau tidak ada gerakan,
nah sekarang yaudah gitu kan bisa hancur.
Pertanyaan penting buat kita semua,
buat kalian, buat saya juga, buat semua elit-elit di Indonesia.
Apakah masih ada kekuatan yang cukup untuk menyelamatkan Indonesia?
Atau apakah kita sebenarnya itu sudah terlambat?
Jawabannya tergantung pada seberapa cepat kesadaran
dan tindakan kolektif itu bisa muncul.
Faktanya, masalahnya nih, Indonesia sudah masuk dalam sistem global.
Ini faktanya.
Saat ini Indonesia sudah terikat dalam sistem global.
Melalui apa?
Utang luar negeri yang besar sekali, puluhan ribu triliun,
terutama yang terjadi 10 tahun terakhir.
Membuat kebijakan ekonomi tunduk pada kepentingan asing.
Benar kan? Benar kan?
Investasi asing yang mendominasi sektor strategis,
sumber daya alam, infrastruktur, dan teknologi,
dikendalikan oleh korporasi global.
Benar kan? Kan begitu kan ya ceritanya.
Terjadilah ketergantungan ekonomi,
industri lokal melemah,
masyarakat semakin bergantung pada produk asing.
Benar kan?
Bahkan baju bekas pun juga dari asingan.
Maka secara objektif,
Indonesia ini sebenarnya sudah berada di jalur kehilangan kedaulatan.
Masih ada keperluan untuk berubah.
Masih ada peluang sih.
Tetapi ini faktanya ya, sangat kecil.
Dan harus dilakukan dengan strategi yang cepat dan terencana.
Kesadaran rakyat secara kolektif harus ditingkatkan secara drastis.
Jika lebih banyak orang sadarkan situasi ini,
mereka bisa menekan pemerintahan untuk bertindak lebih independen.
Ekonomi harus mulai dibangun dari bawah.
Dari bawah banget.
Dari fondasinya itu dari rakyat.
Jadi rakyatlah yang harus membangun ekonominya sendiri.
Rakyat harus segera dengan cepat menciptakan ekonomi mandiri.
Dan bisa mengurangi ketergantungan pada sistem global pada akhirnya.
Secara bersama-sama.
Teknologi juga harus dikembangkan sendiri.
Banyak, banyak teknologi yang bisa dikembangkan sendiri.
Bahkan distrik pun bisa dikembangkan secara mandiri.
Nah, Indonesia tuh kehilangan atau berkurang ketergantungannya pada teknologi asing,
maka sistem kontrol global akan melemah.
Tetapi, jika Indonesia terus bergantung pada teknologi asing,
ya sudah, sistem kontrol global akan semakin kuat.
Nah, kalau saat ini kesadaran ini muncul,
dalam 5-10 tahun ke depan masih ada harapan.
5-10 tahun ke depan masih ada harapan.
Jika tidak, ya sudah,
maka Indonesia akan benar-benar kehilangan kedaulatannya.
Dan benar-benar menjadi negara boneka.
Kalau lihat tren saat ini ya,
sebenarnya sedih, tapi ya kita mesti lihat faktanya ya.
Indonesia ini kan sedang bergerak menuju titik tanpa jalan kembali.
Point no return.
Tapi sebenarnya belum 100% terlambat.
Karena masih ada, masih ada orang-orang,
masih ada kelompok-kelompok kecil yang sadar dan berusaha melawan sistem ini.
Setidaknya bicara.
Seperti apa yang saya lakukan.
Kalau mereka-mereka, kalau channel ini bisa memperbesar pengaruhnya,
masih ada harapan.
Untuk memberikan kesadaran kepada rakyat Indonesia.
Jika tidak, ya Indonesia hanya akan menjadi bagian dari sistem global yang dikendalikan dari luar.
Kesimpulannya nih,
peluang untuk menyelamatkan Indonesia itu masih ada,
sama berharga ya, sama berototifa semuanya ya.
Tetapi, tetapi, along the way, berjalannya waktu,
itu akan makin kecil, makin kecil setiap tahunnya.
Jika tidak ada perubahan signifikan dalam masa 10 tahun ke depan ini,
Indonesia sudah tidak bisa lagi disebut sebagai negara berdaulat.
Menurut Anda, apakah masih ada harapan?
Atau sudah terlalu terlambat untuk melakukan perubahan?
Tulis di kolom komentar ya.
Jangan lupa like, subscribe, share,
dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan
analisis anti-mainstream lainnya dari Dr. Tiffa.
Sampai jumpa di video berikutnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Kebenaran.
