Prediksi Menghantui: Manga Jepang Ungkap Bencana Besar Juli 2025

Mata Ketiga
670 pengikut
Pernahkah Anda merasakan perasaan aneh seolah-olah Anda sudah pernah melihat atau mengalami suatu kejadian—meski Anda yakin itu sama sekali belum pernah terjadi? Fenomena ini dikenal dengan istilah déjà vu. Menariknya, terkadang perasaan ini juga bisa muncul dari mimpi yang pernah kita alami sebelumnya. Kebanyakan orang memang bermimpi, tetapi jarang ada yang bisa mengingat detail mimpinya, apalagi mencatatnya setiap hari.
#prediksimenghantui
#mangajepang
#bencanabesar
#dejavu
#mataketigac
Salam sehat sejahtera, jumpa lagi di channel Mata Ketiga.
Pernahkah Anda merasakan perasaan aneh?
Seolah-olah Anda sudah pernah melihat atau mengalami suatu kejadian,
meski Anda yakin itu sama sekali belum pernah terjadi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah Deja Vu.
Menariknya, terkadang perasaan ini juga bisa muncul dari mimpi yang pernah kita alami sebelumnya.
Kebanyakan orang memang bermimpi, tetapi jarang ada yang bisa mengingat detail mimpinya,
apalagi mencatatnya setiap hari.
Di Jepang, ada seorang wanita bernama Ryo Tatsuki yang justru rutin mencatat mimpinya
karena merasakan ada hal istimewa di dalamnya.
Tak disangka, mimpi-mimpi yang ia tulis satu persatu ternyata benar-benar terjadi di dunia nyata.
Itulah yang membuatnya sadar bahwa mimpi yang ia alami bukan sekadar bunga tidur,
melainkan sebuah mimpi prekognitif, mimpi yang dipercaya mampu meramalkan masa depan.
Salah satu mimpi yang pernah direalisasikan adalah bencana dahsyat gempa bumi dan tsunami Tohoku
yang terjadi pada 11 Maret 2011, sering disebut sebagai 3.11 hingga membuatnya dijuluki sebagai peramal paling acaib.
Hari ini, di awal tahun baru 2025, kita akan kembali membahas prediksi Ryo Tatsuki yang lebih spesifik.
Bencana besar yang diramalkan terjadi pada Juli 2025 mendatang.
Berikut rangkuman kisah hidupnya, mimpi-mimpinya, dan bagaimana ramalan itu bisa muncul.
Masa kecil dan bakat yang sudah terlihat sejak dini.
Ryo Tatsuki lahir pada 2 Desember 1954 dan saat ini berusia 70 tahun.
Ia dikenal sebagai mangaka, komikus Jepang dengan gaya gambar yang cenderung ke arah mangak shoujo, remaja perempuan bernuansa horor atau naratif.
Bukan teknik menggambar atau cerita horornya yang membuat namanya melecet,
melainkan sebuah mangak yang ia terbitkan menjelang pensiunnya pada tahun 1999 berjudul The Future Aisau.
Karya ini disusun berdasarkan kumpulan mimpi yang ia catat saban pagi setelah bangun tidur.
Ryo Tatsuki pertama kali menyadari kepekaan fisik dan batinnya ketika ia berusia 9 tahun.
Kala itu ia sedang fluk dan beristirahat di rumah.
Dalam keadaan setengah sadar ia mulai mempertanyakan keberadaan dirinya.
Kenapa ia lahir di planet ini dan mengapa berada dalam tubuh tersebut?
Ia merasa seolah-olah jiwanya melayang ke luar angkasa dan bisa melihat dirinya sendiri yang sedang terbaring lemas di rumah.
Di tengah pengalaman batin itu ia mendapati sosok pria tua berambut putih, berjanggut putih dan berpakaian serbah putih yang tengah tersenyum padanya dari langit.
Sesuatu di dalam dirinya mengatakan bahwa sosok itu adalah Tuhan yang membuat hati Ryo tiba-tiba dirundung rasa rindu akan rumah.
Perjalanan Spiritual Ke India
Pada tahun 1998, bakat spiritual Ryo Tatsuki semakin berkembang saat ia berpergian ke India.
Tujuannya adalah untuk bertemu dengan Sai Baba, seorang pemimpin spiritual, pendidik, dan dermawan yang memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia.
Menariknya, Ryo Tatsuki mengaku pernah memimpikan sosok Sai Baba sebelum ia mengenalnya.
Begitu melihat liputan Sai Baba di televisi, Ryo tersentak dan berkata,
Inilah pria berkulit gelap yang muncul dalam mimpi saya.
Ketika akhirnya Ryo Tatsuki bertemu Sai Baba secara langsung, ia mendengar suara Sai Baba berkata,
I know, di dalam kepalanya, mendadak ingatan tentang kehidupan masa lalunya membanjiri pikirannya.
Ia merasa yakin bahwa di kehidupan sebelumnya, Sai Baba adalah ayahnya, seorang jurnalis Inggris yang bekerja di Kuwait.
Sedangkan dirinya Ryo adalah putri Sai Baba yang meninggal dunia karena malaria pada usia 12 tahun, tepat pada malam Natal.
Kesadaran inilah yang mendorongnya makin percaya bahwa mimpi-mimpinya memiliki makna tersembunyi,
tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi orang lain.
Selepas perjalanan spiritual ke India, Ryo Tatsuki menyelesaikan pengumpulan mimpi-mimpinya
dan menerbitkan dalam Banga The Future Aisaw pada tahun 1999.
Pada sampul edisi pertamanya, tergambar seorang wanita yang menutupi mata kirinya dengan tangan sambil menangis.
Di atasnya tertera beberapa ramalan, salah satunya yang berbunyi Bencana Besar Maret 2011.
Ketika gempa 11 Maret, gempa berkekuatan 9,0 kemudian diperbarui menjadi 9,1
yang memicu tsunami dan memunculkan krisis nuklir di PLTN Fukushima Taiji
betul-betul terjadi pada 11 Maret 2011.
Sontag Banga The Future Aisaw kembali menjadi pembicaraan hangat.
Karena sudah tidak dicetak, buku tersebut menjadi barang koleksi yang langka dan berharga mahal.
Di situs lelang, harganya bahkan sempat menyentuh 100 ribu yen, sekitar 10 juta rupiah.
Ryo Tatsuki yang sudah lama pensiun bahkan tidak mengetahui bahwa namanya kembali melambung.
Banyak muncul orang-orang mengaku sebagai dirinya untuk diwawancarai media
membuat Ryo akhirnya keluar dari masa anehnya.
Ia menegaskan bahwa hanya dirinyalah penulis asli The Future Aisaw dan semua yang lain adalah peniru.
Kehebohan ini membuat Ryo Tatsuki menerbitkan versi lengkap dari The Future Aisaw.
Di versi terbaru ini sampulnya sedikit berbeda.
Sang wanita tidak lagi menangis
serta membuat banyak mimpi-mimpi baru Ryo yang juga ia sebut sebagai mimpi prekognitif.
Buku ini pun kini dapat dibeli dengan mudah tanpa harus mengeluarkan biaya selangit.
Mimpi-mimpi terkenal Ryo Tatsuki
Tidak semua mimpi yang Ryo Tatsuki catat bersifat prekognitif.
Ia menegaskan sebuah mimpi baru dianggap prekognitif
setelah kejadian dalam mimpi itu benar-benar terjadi di dunia nyata.
Beberapa mimpi yang paling terkenal dan terverifikasi di antaranya
1. Kematian Freddie Mercury, vokalis Queen
24 November 1976
Ryo bermimpi melihat berita di televisi
bahwa Freddie Mercury meninggal karena penyakit menular.
28 November 1986
Ryo kembali bermimpi melihat tiga personal Queen
tampil bersama seorang pria asing tanpa Freddie Mercury.
24 November 1991
Freddie Mercury benar-benar meninggal dunia
pada tanggal yang sama dengan mimpi pertama Ryo,
hanya berselisih 15 tahun.
2. Kematian Putri Diana
31 Agustus 1992
Ryo bermimpi tentang seorang wanita bernama Diana
dan melihat foto seorang perempuan mengkendong anak.
31 Agustus 1997
Putri Diana meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil di Paris.
Tanggalnya sama persis, berselang 5 tahun dari mimpi Ryo.
3. Gunung Fuji
Ryo sempat tiga kali bermimpi Gunung Fuji meletus.
Pertama kali pada 20 Agustus 1991
dan selanjutnya pada 11 Juni 2005 serta Agustus 2005.
Hingga kini Gunung Fuji belum meletus lagi sejak tahun 1707.
Ryo sendiri mengatakan mimpi ini bisa saja hanya bunga tidur,
belum tentu jadi kenyataan.
4. Mimpi tentang waktu kematian dirinya sendiri
26 November 1995
Ryo bermimpi menulis surat wasiat bertanggal 15 Juli
dan melihat peti matinya diletakkan di sebuah aula komunitas
dengan keluarga dan sahabatnya mengelilingi.
14 Mei 2007
Ia bermimpi akan meninggal 25 Mei
sehingga ia menjalani tanggal tersebut dengan cemas.
Namun nyatanya tidak terjadi apa-apa.
Tsunami Dahsyat yang diramalkan terjadi Juli 2025.
Salah satu ramalan terpenting yang kini menjadi sorotan
adalah tentang bencana besar di Juli 2025.
Pada 5 Juli 2021
Ryo bermimpi kembali tentang tsunami yang serupa
dengan visinya di masa lampau.
Ia melihat dari sudut pandang yang mirip peta Google Earth
bahwa terjadi letusan bawah laut antara Jepang dan Filipina.
Letusan ini memicu gelombang tsunami raksasa
3 kali lipat lebih tinggi daripada tsunami gempa 11 Maret 2011.
Ryo menyaksikan dalam mimpinya
bahwa satu persatu daerah di samudera Pasifik
termasuk Hong Kong, Taiwan, hingga Filipina
terdorong naik
sementara sepertiga wilayah Jepang bagian timur
terhantam ombak besar.
Ada pula dua sosok seperti naga yang bergerak menuju selatan
wilayah yang seharusnya bukan jalur pertemuan lempeng tektonik aktif.
Hal ini membuat Ryo bertanya-tanya
mungkinkah peristiwa dasyat itu dipicu oleh faktor lain
seperti ledakan bom atau meteorit?
Hingga saat ini
banyak diskusi berkembang tentang kemungkinan letusan gunung berapi bawah laut
ledakan nuklir atau bahkan jatuhnya meteorit.
Akan tetapi
jika meteorit berukuran besar benar-benar akan menghantam bumi di tahun 2025
mungkin kita sudah mendapat peringatannya sejak dini
dari berbagai lembaga antariksa dunia.
Lalu, apakah bom nuklir mampu memicu tsunami sebesar itu?
Pertanyaan ini masih mengundang spekulasi tanpa jawaban pasti.
Bayangan dunia baru setelah bencana.
Menariknya, Ryo Tatsuki juga pernah bermimpi tentang keadaan bumi setelah bencana besar.
Ia menggambarkan situasi yang justru jauh lebih cerah dan penuh harapan
seolah-olah umat manusia memasuki era baru.
Dalam mimpinya yang terjadi pada 1 Januari 2001
ia melihat seluruh wajah bumi beserta peradaban manusia menjadi lebih terang.
Orang-orang hidup dengan semangat gotong royong
dan berkolaborasi demi bertahan dan membangun kembali peradaban.
Ryo merasa inilah tahap evolusi mental dan fisik umat manusia menuju arah yang positif.
Meski terdengar paradoks,
karena biasanya kita membayangkan keadaan pasca bencana besar sebagai sesuatu yang suram,
Ryo yakin dari bencana besar akan lahir keajaiban yang mempersatukan umat manusia.
Penutup, Persiapan dan Harapan
Sebetulnya, Ryo Tatsuki mengaku menyesal
tidak bisa memprediksi lebih detail tentang gempas 11 Maret
sehingga ia tidak sempat memperingatkan orang-orang untuk menghindari wilayah tertentu.
Pengalaman itu membuatnya berusaha sekuat tenaga
menyampaikan ramalan tentang Juli 2025 ini.
Baginya, jika bencana itu sampai benar-benar terjadi,
paling tidak masyarakat sudah mulai bersiap diri.
Tentu saja, jika ternyata tidak terbukti terjadi apa-apa,
itulah yang paling baik untuk kita semua.
Tetapi dengan kondisi dunia yang tidak stabil,
baik karena bencana alam maupun ulah manusia,
kesiap siagaan menjadi hal yang tak ternilai harganya.
Mulai dari menyiapkan perbekalan darurat,
mengetahui jalur evakuasi,
hingga melek informasi terkait situasi geopolitik,
semuanya penting.
Melihat beberapa tahun terakhir,
gempa-gempa sekalam menengah sering terjadi di berbagai belahan dunia,
termasuk Taiwan dan Kalifornia.
Pada dasarnya, gempa-gempa kecil ini melepaskan energi yang mungkin lebih baik
daripada menumpuhnya energi besar,
yang akhirnya meledak dahsyat.
Kini, pertanyaan tentang ramalan Ryo Tatsuki pada Juli 2025 pun terngiang.
Apakah benar akan terjadi bencana besar?
Kita tidak bisa memastikan kebenarannya sampai waktu itu tiba.
Yang jelas, kewaspadaan dan optimisme adalah dua hal yang tatut kita pelihara.
Sekian untuk hari ini.
Terima kasih atas perhatian Anda.
Jangan lupa, tetap jaga kesehatan, siapkan diri dan sering peduli.
Jika Anda tertarik mendalami visi Ryo Tatsuki,
Anda dapat mencari dan membaca versi lengkap dari The Future I Saw
yang kini tersedia di sejumlah toko online.
Dengan mempelajari isi bukunya, Anda bisa menilai sendiri
apakah kita sedang bergerak menuju suatu bencana besar
atau menuju suatu era baru yang lebih cerah.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
Salam.
