Drone Raksasa dan Bencana Misterius: Benarkah Akhir Zaman Tiba?

Mata Ketiga
670 pengikut
Baru-baru ini, seorang pendeta Amerika bernama Brandon Biggs membagikan sebuah nubuat tentang munculnya pengawasan berskala besar menggunakan drone, sekaligus memperingatkan terjadinya bencana. Menurutnya, kehadiran drone ini menjadi isyarat akan peristiwa lebih besar—bahwa Kitab Wahyu dalam Alkitab sedang digenapi. Brandon juga pernah menubuatkan gempa besar di wilayah San Francisco beberapa waktu lalu, serta menerima berbagai wahyu dari Tuhan. Menariknya, tidak semua hal tampak berjalan sesuai nubuatnya. Justru terjadi perubahan halus yang luar biasa dan di luar dugaan.
#droneraksasa
#drone
#akhirzaman
#kitabwahyu
#alkitab
#mataketiga
Salam sehat sejahtera, jumpa lagi di channel MataKetiga.
Baru-baru ini, seorang pendeta Amerika bernama Brendan Bakes
membagikan sebuah nubuat tentang munculnya pengawasan bersekala besar menggunakan drone
sekaligus memperingatkan terjadinya bencana.
Menurutnya, kehadiran drone ini menjadi isyarat akan peristiwa lebih besar
Brendan juga pernah menubuatkan gempa besar di wilayah San Francisco beberapa waktu lalu
serta menerima berbagai wahyu dari Tuhan.
Menariknya, tidak semua hal tampak berjalan sesuai nubuatnya.
Justru terjadi perubahan halus yang luar biasa dan diluar dugaan.
Aktivitas Drone Misterius di Amerika Serikat, Desember 2024
Pada Desember 2024, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, terutama New Jersey
dilaporkan mengalami kemunculan drone berukuran hampir sebesar SUV, atau bahkan lebih besar.
Drone-drone itu terbang di malam hari,
muncul di atas permukiman penduduk serta fasilitas infrastruktur militer penting.
Yang membuatnya semakin mengkhawatirkan adalah kemampuannya bergerak sangat cepat,
stabil, dan nyaris tanpa suara, jauh berbeda dari drone komersial biasa yang cenderung bising.
Pemerintah Amerika Serikat pun segera bertindak.
Pentagon diperintahkan menyelidiki kasus ini karena muncul dugaan
bahwa drone tersebut berasal dari negara Tiongkok.
Dampaknya, DPR Amerika Serikat berniat mengesahkan rancangan Undang-Undang Militer Tahunan
yang melarang penjualan produk pabrikan drone Tiongkok,
seperti DJI dan Knot, di pasar AIS.
Pada 13 Desember, sebuah pesawat jatuh di dekat Bandara Westchester, New York, jalur I-684.
Kecelakaan yang merangkut nyawa satu orang itu dikaitkan dengan keberadaan drone misterius tersebut.
Situasi ini kian memanaskan spekulasi publik bahwa
inflasi drone mungkin bukan sekadar teori konspirasi.
Nubuat Drone Oleh Pendeta Brandon
Menariknya, menurut Brandon, kemunculan drone misterius ini sudah dinubuatkannya 10 tahun yang lalu.
Tuhan, kata Brandon, memberi penglihatan soal masa depan di mana akan ada inflasi drone dalam jumlah besar.
Penglihatan itu juga menjelaskan bahwa drone tersebut hanyalah bagian dari persiapan akhir jaman
sebagai pertanda bahwa kitab wahyu di Alkitab sedang digenapi.
Brandon mengaku pernah mengunggah nubuatnya ke YouTube.
Awalnya, ia dirundung cemohan hanya mendapat ribuan penayangan dan akhirnya menghapus videonya.
Namun ketika Tuhan memintanya untuk mengunggah kembali,
video itu berhasil mencapai sekitar 1,4 juta kali tayang.
Ia kembali menegaskan peringatannya.
Kemunculan drone dalam jumlah besar adalah uji coba menuju peristiwa besar di akhir jaman.
Menjelang Peristiwa Akhir Jaman
Bagi Brandon, segala kemajuan teknologi pengawasan seperti drone,
sertifikasi digital, hingga antarmuka otak mesin,
brand computer interface bisa jadi merupakan pemenuhan nubuat di kitab wahyu.
Khususnya tentang tanda binatang yang membuat orang tidak bisa membeli atau menjual tanpa memilikinya.
Wahyu Pasal 13 ayat 16-17
Dalam pandangannya, ini menjurus pada sistem kontrol total.
Drone bisa memindai wilayah luas, mengawasi warga secara lebih efisien.
Sedangkan memata uang digital dan blockchain memungkinkan pelacakan transaksi secara ketat.
Lalu sistem biometrik menggabungkan data biologis dengan identitas digital, kian memudahkan pengawasan.
Brandon mencontohkan kebijakan pemerintah Tiongkok yang dianggapnya sedang mempersiapkan masyarakat pengawasan
menuju realisasi tanda binatang.
Seiring waktu, masyarakat tampak nyakian terbiasa dengan pengawasan CCTV,
pemindaian wajah, dan berbagai bentuk pelacakan.
Bagaikan katak yang direbus perlahan, mungkin kelak orang tidak lagi memandang pengawasan pemerintah sebagai hal yang mengancam.
Penipuan Besar, Alien atau Malaikat yang Jatuh
Brandon juga mengingatkan bahwa penipuan besar di akhir jaman bisa jadi melibatkan klaim tentang kedatangan alien atau fenomena supranatural palsu.
Menurutnya, malaikat jatuh lucifer dan para pengikutnya akan menyesatkan manusia dengan menyamar sebagai alien agar orang menjauh dari Tuhan.
Banyaknya pemberitaan tentang UFO dan alien di media sosial dinilai sebagai upaya pembentukan opini
sehingga saat fenomena alien terjadi secara masal, manusia akan mudah tertipu.
Pada akhirnya, orang mungkin menganggap alien sebagai Tuhan dan menerima tanda binatang itu tanpa rasa curiga.
Ucap Brandon, wacana ini selaras dengan Injil Matius pasal 24 ayat 24 yang memprediksi kemunculan mesias palsu dan nabi palsu dengan mukjizat-mukjizat dasyat demi menipu orang-orang pilihan.
Teknologi masa kini bisa saja membuat ilusi fenomena supranatural sehingga manusia keliru dan berpaling dari Tuhan.
Nubuat Tentang Bencana Alam
Selain soal drone, Brandon sudah lama menubuatkan bencana besar seperti gempa bumi, tsunami, hingga jatuhnya asteroid.
1. Gunung Berapi di Italia
Brandon mengungkapkan suatu saat gunung berapi Italia akan meletus besar, menewaskan ribuan orang.
Fakta di lapangan, Gunung Etna yang memang paling aktif di Eropa, sudah beberapa kali meletus 27 November 2022, 14 Agustus 2023, dan 24 November 2023.
Ajaibnya, korban jiwa tidak sebanyak yang dikhawatirkan.
2. Tsunami
Dari letusan bawah laut di Tonga 15 Januari 2022, hingga gempa 7,8 Seklariter di Kepulauan Loyalty 15 Mei 2023, sejumlah gempa sempat memicu tsunami.
Namun, kerugian jiwa relatif kecil dibanding perkiraan awal.
3. Asteroid
Beberapa asteroid memang sempat memasuki atmosfer bumi sepanjang 2023.
Kendati demikian, hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan.
Brandon menegaskan, walaupun semua bencana ini telah terjadi, efek destruktifnya sering berubah dari yang ia lihat di penglihatan.
Menurutnya, karena adanya belas kasih sang pencipta dan doa dari banyak orang beriman, skenario terburuk bisa dicegah.
4. Gempa 7,0 Seklariter di California Utara Desember 2024
Tanggal 5 Desember 2024, gempa 7,0 Seklariter mengguncang wilayah lepas pantai California Utara.
Brandon kembali mengatakan bahwa Tuhan telah memberinya gambaran ini 11 bulan sebelumnya, 25 Januari.
Awalnya, ia memperkirakan gempa terjadi di California Selatan,
tapi faktanya pusat gempa justru di dekat San Francisco, wilayah yang dikenal sebagai pusat teknologi dunia Silicon Valley.
Pemerintah setempat sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk pesisir California Utara dan Oregon,
lalu membatalkannya 90 menit kemudian karena tsunami tak kunjung terjadi.
Situasi ini tergolong menakjubkan, mengingat pusat gempa berada di lokasi yang ideal untuk memicu tsunami,
63 km barat kota Vrandal, kedalaman 10 km.
Brandon memandang kejadian ini sebagai bentuk sakit bersalin sebelum kelahiran akhir jaman.
Seperti Lot yang diselamatkan dari Sodom, manusia mesti taat pada peringatan Tuhan.
Ia juga menilai bahwa perisai emas yang melindungi Amerika Serikat
lambat laun akan dilepaskan jika bangsa itu terus sombong dan menolak tuntutan ilahi.
Doa, Kepatuhan dan Masa Depan Yang Bisa Berubah
Pengamat mengemukakan dugaan bahwa banyak orang, termasuk pengenut agama lain,
mulai waspada setelah mendengar nubuat Brandon dan berdoa agar bencana besar dapat dihindari.
Ini kemungkinan menjadi alasan mengapa bencana-bencana tersebut berakhir lebih lunak dari yang diperkirakan.
Namun Brandon menegaskan, usaha manusia belumlah cukup.
Masih banyak orang yang menolak kebenaran ilahi, bahkan menyerang orang-orang yang bersaksi.
Brandon sendiri kerap merasa sedih saat menyampaikan pesan Tuhan,
terlebih ketika ia menerima gelombang kritik dan komentar negatif.
Ia bercerita bahwa Tuhan memintanya tetap merendahkan hati,
tidak mencari pengakuan manusia dan tidak memanfaatkan pekerjaan rohani hanya untuk uang atau popularitas.
Setiap kali ia menaati petunjuk Tuhan, videonya berkembang.
Bila ia mulai terjebak motivasi materi, channel Youtubenya justru meredup.
Renungan akhir menuju zaman yang baru.
Pengalaman Brandon mengingatkan kita akan kekuatan doa dan kepada Tuhan pada kehendak ilahi.
Kendati tampak menakutkan, bencana-bencana dan kemunculan drone ini
bisa jadi merupakan peringatan kasih agar manusia kembali berpaling pada Tuhan,
berhenti bermegah diri dalam teknologi,
serta waspada terhadap penipuan besar yang disiapkan oleh kekuatan kegelapan.
Sebagaimana kisah Sodom dan Lut, kita selalu memiliki pilihan.
Bersikeras pada jalan kita sendiri atau taat pada peringatan Tuhan.
Jika kita memilih taat, ada kemungkinan rencana-bencana yang lebih besar dapat diubah.
Namun jika kesembongan dan penolakan terus berlanjut,
jangan heran jika perisai yang melindungi suatu bangsa perlahan menghilang.
Pada akhirnya, tanda binatang, klaim alien atau fenomena supernatural palsu
mungkin akan menjadi kenyataan di masa depan.
Namun pesan Brandon sebenarnya sederhana,
tetaplah beriman, miliki hati yang tulus dan waspada terhadap segala bentuk ilusi.
Seperti halnya drone yang awalnya hanya dianggap mainan,
namun kini bisa menjadi senjata pengawasan masif,
demikian pula tipu muslihat di akhir jaman bisa muncul perlahan-lahan sampai kita lengah.
Semoga kita semua tetap sadar, berjaga-jaga, dan berpegang teguh pada kebenaran ilahi.
Tetaplah rendah hati, jangan mencari pengakuan manusia.
Pesan Tuhan kepada Brandon.
Cukup sekian dulu. Terima kasih atas perhatiannya.
