DR TIFA : " PRABOWO BERTAHAN ATAU TERGULING?

Dr Tifa Channel
41 pengikut
Demo besar mengguncang Indonesia! Tapi ini bukan sekadar protes biasa. Ada skenario besar yang sedang dimainkan.
📌 3 SKENARIO MASA DEPAN PRABOWO:
1️⃣ Prabowo Bertahan – Tapi dengan kompromi besar?
2️⃣ Prabowo Dilemahkan – Global Power dan faksi politik ingin kendali penuh?
3️⃣ Prabowo Terguling – Siapa yang siap menggantikannya?
🔥 Siapa yang paling diuntungkan jika Prabowo tumbang? Apakah ini bagian dari strategi global untuk menguasai Indonesia?
💬 Tulis pendapat kalian di komentar & sebarkan video ini!
#Prabowo #ForesightIndonesia #PrabowoBertahanAtauTerguling #DemoIndonesia #Geopolitik #EliteGlobal #KudetaHalus #IndonesiaHariIni #AnalisisPolitik
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat Dr. Tiva, dimanapun Anda berada,
Amin.
Teman-teman, hari ini saya akan mengajak Anda untuk melakukan foresight.
Apa itu foresight?
Foresight itu melakukan prediksi berbasis scientific base, empirical base, reflective base.
Jadi bukan prediksi ramalan asal-asalan, tetapi berbasis kepada ilmu yang memiliki argumentasi justifikasi yang tinggi.
Saya akan melakukan prediksi terhadap masa depan politik Presiden Prabowo.
Ayo, sama-sama kita baca masa depan politik Prabowo dan Indonesia.
Karena itu kita mesti menggunakan banyak sekali ilmu.
Lihat pola sejarah, lihat dinamika geopolitik, lihat energi peradaban, sampai ke metafisika pula.
Kita mesti lihat itu.
Sekarang, apa sih yang terjadi pada kurun waktu 2025 sampai 2030?
Tren geopolitik global itu seperti apa?
Kemudian situasi nasional juga seperti apa?
Dan apa yang akan terjadi?
Sekarang kita coba portrait, kita capture, kita masukkan satu demi satu variable.
Pertama, konflik Amerika Serikat dengan China ini semakin memanas loh, teman-teman.
Panas banget kita karena di dalam negeri itu hidup pikuk sampai nggak lihat situasi di luar itu seperti apa.
Jadi konflik Amerika-China itu semakin memanas dan potensi terjadi perang besar.
Perang Malhama al-Kubraw, perang dunia ketiga juga makin besar.
Dan pada satu titik Indonesia akan dipaksa memilih blok.
Ini yang terjadi.
Kemudian global power mempercepat transisi ekonomi digital dan AI menuju kepada Great Reset,
menuju kepada era transhumanism dan mereka memang jadwalkan mulai di tahun 2025 ini.
Karena itu Indonesia sebagai negara penting dipaksa masuk ke dalam sistem global mereka.
Termasuk sistem keuangan, kemudian governance dan sebagainya.
Kemudian agenda kontrol populasi terus berlanjut.
Bisa muncul pandemi baru, bisa muncul krisis pangan, konflik sosial yang diciptakan.
Intinya pengurangan populasi itu menjadi sebuah agenda yang memang terus berjalan.
Kemudian negara-negara berkembang termasuk Indonesia ini menjadi target dominasi baru.
IMF, World Bank tidak mau melepas, kita harus tetap utang sama mereka.
Kemudian WEF sebagai kekuatan global power akan semakin agresif mengendalikan Indonesia.
Itu dari sisi geopolitik.
Kemudian dari sisi nasional.
Antara kurun waktu 2024 ketika Presiden Prabowo dilantik saja,
sampai tahun depan, sampai 2026.
Ini menentukan sekali arah Indonesia ke depan.
Jadi Jokowi masih punya pengaruh tetapi mulai melemah.
Prabowo sendiri harus memilih ikut Jokowi atau menciptakan jalannya sendiri.
Oposisi semakin agresif.
Antara sampai tahun 2026 itu oposisi akan semakin agresif.
Jika Presiden Prabowo gagal mengendalikan oposisi,
ia bisa dilemahkan dari dalam.
Situasi ekonomi bagaimana? Sangat tidak stabil.
Berbagai pilihan-pilihan kebijakan Presiden Prabowo
ternyata membawa potensi gejolak sosial dan ekonomi.
Dan berbeban tinggi ya.
Dan ini semua bisa digunakan untuk menggoyang pemerintah.
Lalu dukungan militer dan aparat kan jadi faktor kunci.
Makanya Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri ini bisa nggak untuk mengunci mereka
dalam loyalitas terhadap Presiden.
Kalau sampai terjadi vaksi internal,
muncullah vaksi-vaksi di antara militer dan Polri,
potensi intervensi akan meningkat.
Kemudian kalau kita lihat dari sisi pola metafisik,
pola energi Nusantara,
antara masa 2023 sampai 2025,
2 tahun sudah berlalu, tinggal 1 tahun ini di 2025,
itu Indonesia ini wilayah dengan siklus energi besar,
dimana setiap 25 tahun terjadi pergolakan besar.
Jadi kan 25 tahun yang lalu di tahun 1998 kan,
nah kemudian ini kan 25 tahun kemudian nih,
memang siklusnya nih kalau kita lihat dari peta-peta fisika dan energi,
memang siklusnya ini akan terjadi pergolakan besar.
Dan pas banget ketika Presiden Prabowo menjadi Presidennya.
Tidak ada yang kebetulan.
Maka jika Presiden Prabowo tidak mampu menyelaraskan diri
dengan frekuensi perubahan energi,
frekuensi perubahan metafisika,
maka ia bisa terjebak dalam perusahaan krisis.
Dan ada juga ya kemungkinan ritual-ritual atau skenario energi
yang tertentu yang dimainkan oleh kelompok-kelompok
yang ingin mengendalikan arah kekuasaan.
Dan ini semua saintifik lah teman-teman ya,
jangan dikira ya.
Kemudian bagaimana nih skenario masa depan Prabowo?
Dari analisis ini,
kita coba menyusun beberapa skenario foresight ya
tentang nasib Presiden Prabowo.
Skenario pertama,
Presiden Prabowo bertahan dan bertransformasi.
Dengan catatan bertransformasi ya,
maka skenario pertama ini nilainya 30% bakal terjadi.
Lalu apa yang akan terjadi pada skenario pertama?
Presiden Prabowo berhasil mengendalikan kekuatan internal dan eksternal.
Dia berhasil melakukan lobby dan negosiasi
kepada kekuatan-kekuatan geopolitik dan internal juga.
Lalu ia menyusun strategi baru
yang membuatnya tidak bisa digulingkan dengan mudah.
Ia juga mendapatkan dukungan militer dan sebagian global power.
Ia tetap akan berkuasa,
tetapi dengan banyak sekali kompromi
terhadap kepentingan-kepentingan besar dunia.
Ada syaratnya ya,
maka dia harus segera membentuk sistem perlindungan politik dan spiritual.
Kemudian tidak cuma politik.
Pastikan ekonomi tetap stabil
agar tidak digunakan sebagai alat kelemahannya.
Bahkan bisa jadi alat kudeta,
kalau ekonominya jadi hancur.
Kemudian dia harus bermain lebih cerdas dalam geopolitik,
tetapi tidak terlalu ekstrim ke satu sisi,
jadi seimbang.
Itu skenario pertama yang nilainya 30% kemungkinan terjadi.
Sekarang skenario yang kedua.
Ini kemungkinannya lebih besar, 40%.
Presiden Pabowo dilemahkan perlahan-lahan
dalam 5 tahun ke depan.
Apa yang terjadi?
Global power dan oposisi bermain bersama,
memainkan taktik slow bleeding,
jadi dibuat berdarah sedikit-sedikit.
Nah, Presiden Pabowo akan menjadi tidak efektif
dan kehilangan kendali.
Lalu ekonomi sengaja dibuat sangat tidak stabil,
gonjang-ganjing-gonjang-ganjing ekonomi,
agar rakyat kecewa.
Lalu muncul isu skandal, korupsi,
atau tekanan hukum yang digunakan
untuk merusak citra Presiden Pabowo.
Koalisi mulai retak, pecah,
ada pengkhianatan dari dalam.
Nah, syaratnya itu akan kelihatan.
Faksi dalam pemerintahan mulai bergerak sendiri-sendiri
seakan-akan tanpa komando dari Presiden.
Tidak mendengarkan lagi Presiden Pabowo.
Lalu tekanan internasional dari global power
terhadap kebijakan Presiden Pabowo akan meningkat.
Ya, meningkat.
Dan disosial mediakan, dimediakan.
Kemudian Presiden Pabowo tidak bisa mengontrol
isu-isu utama seperti ekonomi, pangan, atau keamanan.
Udah nggak bisa ngontrol lagi.
Itu skenario yang nilainya,
posibilitinya lebih tinggi dari skenario pertama, 40%.
Sekarang skenario yang ketiga.
Ya, ini nilainya 20%.
Artinya kecil kemungkinan,
tapi bisa juga tergantung syarat-syarat yang lain.
Jadi ini terjadi kudeta politik
atau pergantian paksa di antara 5 tahun
pemerintahan Presiden Pabowo.
Apa yang terjadi sampai terjadi seperti itu?
Konflik sosial dan ekonomi semakin parah
dan digunakan sebagai alasan
untuk menggulingkan Presiden Pabowo.
Lalu, oposisi dan kelompok-kelompok tertentu
dalam militer mulai bergerak bersama.
Lalu tekanan dari luar negeri,
dari global power,
meningkat terus membuat Presiden Pabowo
terpaksa mundur atau dilemahkan.
Dan mungkin Presiden Pabowo tetap di kursi kekuasaan,
tapi hanya sebagai simbol,
tanpa punya kendali penuh.
Nah syarat untuk skenario yang ketiga ini,
harus ada krisis besar-besaran,
ekonomi, sosial, geopolitik, sebagai katalis.
Kemudian harus ada aktor kuat
yang muncul di militer atau elit politik Indonesia
yang ingin menghentikan Pabowo.
Jadi keliatan gitu aktornya.
Kemudian harus ada restu dari kekuatan global
agar skenario ini berjalan.
Itu tiga skenario.
Sekarang skenario yang keempat.
Presiden Pabowo melawan dan membentuk blok sendiri.
Ini kayaknya paling kecil ya, 10%.
Jadi apa yang terjadi itu
kalau ada skenario yang keempat itu?
Presiden Pabowo mencoba mendobrak sistem global
dan membuat Indonesia lebih independen.
Sounds gimana?
Ada gerakan nasionalisme kuat
yang menopang kekuasaan Presiden Pabowo.
Tiba-tiba gitu.
Terus Indonesia menjauh dari WEF, dari IMF,
dari Amerika Serikat,
dan lebih dekat ke China dan Rusia.
Nah, itu ya.
Tapi risikonya besar sekali
karena Indonesia bisa terkena embargo
atau tekanan ekonomi dari geopolitik yang sangat berat.
Dan itu syaratnya ya kuat.
Harus ada dukungan kuat dari rakyat dan militer
yang mana ini kelihatannya enggak.
Harus ada strategi ekonomi mandiri
agar tidak mudah dihancurkan dari luar
dan kelihatannya ini juga enggak.
Harus ada perlindungan spiritual dan energi
agar tidak terkena sabotaso non-fisik.
Ini juga saya enggak tahu Presiden Pabowo itu
ngerti hal-hal kayak gini apa enggak.
Kemudian, dari mana kita tahu
berbagai skenario itu bakal terjadi ya.
Jadi kan ada tanda dan gejala
kayak penyakit di tubuh manusia aja ya.
Ketika dia belum menjadi penyakit kan dia memunculkan
tanda-tanda dan gejala-gejala awal gitu ya.
Nah, kita mengetahui skenario mana
yang mulai berjalan.
Itu lihat indikator-indikator dalam
16 sampai 12 bulan ke depan ya.
Ini indikatornya.
Pertama, jika ekonomi Indonesia
semakin memburuk.
Dan buruknya tuh tiba-tiba aja gitu.
Nah, ini ada upaya melemahkan Presiden Pabowo.
Ini kan sudah terjadi di IHSG ya, tiba-tiba gitu.
Terus, jika ada banyak isu skandal
yang tiba-tiba muncul, skandal macam-macam ya.
Skandal yang gak enak-enak lah gitu.
Media sedang digerakkan untuk merusak citra Pabowo.
Kemudian, jika terjadi krisis politik internal.
Ada vaksin dalam pemerintahan yang mulai berkhianat.
Nah, itu gimana tuh?
Nanti mendetek ya kalau ada tanda dan gejala ke situ.
Kemudian, jika ada tekanan dari luar negeri.
Amerika Serikat, IMF, World Bank, WEF ya.
Dan Pabowo dianggap oleh mereka
tidak sesuai dengan agenda global.
Kemudian, jika ada gerakan massa
yang membesar secara tidak wajar.
Ada aktor yang mendanai destabilisasi gitu.
Jadi, itu tanda-tandanya diingat-ingat
atau bolak-balik lah.
Lihat aja video ini supaya Anda apal.
Jadi, kita mesti punya saran yang fair ya
kepada Presiden Pabowo.
Bagaimana agar Presiden Pabowo bisa bertahan
selama lima tahun dan Indonesia tetap stabil.
Jadi, harus ada langkah-langkah strategis
untuk menghadapi masa depan yang sangat tidak menentu ini kan.
Pertama,
ada tiga strategi utama yang harus dijalankan ya.
Ini usulan saya.
Perkuat stabilitas internal.
Amankan loyalitas militer dan aparat.
Ya, mungkin undang-undang TNI dan PON
ini maksudnya Presiden Pabowo gitu ya.
Dan jangan sampai ada faksi
diantara militer dan aparat yang berkhianat.
Kemudian, pastikan ekonomi tetap terkendali.
Jangan beri celah atau sasaran tembak ya
bagi global power untuk melemahkan.
Kemudian, blokir semua upaya intervensi asing.
Jangan sampai ada softcoup dari luar negeri ya.
Karena kudeta itu nggak selalu fisik ya.
Bisa terjadi softcoup dengan ekonomi misalnya gitu.
Kemudian, kendalikan persepsi publik.
Gunakan media untuk melawan narasi negatif.
Cegah polarisasi ekstrim agar rakyat tidak mudah diprovokasi.
Bangun jaringan intelektual dan pengamat
yang bisa mendukung kebijakan nasional.
Kemudian, berikutnya adalah
proteksi energi metafisik ya.
Jadi, gunakan pendekatan spiritual
untuk memperkuat kepemimpinan.
Kepemimpinan harus diisi oleh orang-orang yang
iman takwanya tinggi.
Orang-orang yang mulia gitu.
Pastikan ada perlindungan terhadap energi negatif
dan sabotasan non-fisik ya.
Jaga hubungan dengan tokoh-tokoh spiritual
dan penjaga nusantara itu ada di seluruh Indonesia ya
untuk menjaga keseimbangan energi tanah air ini.
Nah, jika kita melihat situasi ini
dari perspektif energi metafisika dan geopolitik,
maka kita harus memahami ya bahwa dinamika kekuasaan
sebagai sebuah arus energi yang bergerak
di tingkat individu, kolektif, dan kosmik.
Politik padalah lever terdalamnya.
Bukannya permainan strategi dan kekuatan fisik,
tetapi juga pertarungan frekuensi, resonansi,
dan kehendak yang saling tarik-menarik
dalam realitas multidimensional.
Kemudian, dari sisi energi kekuasaan Presiden Prabowo,
terjadi keseimbangan atau mengalami gangguan.
Kekuasaan itu adalah sebentuk energi
yang harus tetap seimbang,
untuk bisa mengalir dengan baik.
Ketika ada gangguan dalam aliran energi ini,
maka muncullah gesekan-gesekan,
konflik atau kekacauan.
Nah, dalam kasus Presiden Prabowo,
energi kekuasaannya saat ini masih dalam fase transisi.
Energi lama, yaitu dimiliki oleh Jokowi
dan koalisi lama, itu masih bercokol
di banyak titik kekuasaan.
Kemudian, energi baru,
Presiden Prabowo dan loyalisnya,
belum sepenuhnya mengakar
dan masih dalam proses konsolidasi.
Jadi, ada perlawanan energi dari faksi-faksi
yang merasa kehilangan kekuatan
atau belum mendapatkan tempat.
Kemudian, global power sendiri juga memiliki energi dominasi
yang ingin mengontrol pergerakan kekuatan di Indonesia.
Dalam dunia metafisika,
ini kan terjadi banyak sekali energi
yang saling bertabrakan.
Inilah yang salah satunya menyebabkan
terjadinya ketidakstabilan,
yang bisa termanifestasi sebagai krisis,
kerusuhan, atau bahkan intervensi
dari entitas yang berada di luar spektrum fisik.
Bisa, ya.
Nah, sekarang,
bagaimana Presiden Prabowo beresonansi
dengan agenda besar
yang melibatkan medan energi global?
Energi global saat ini
masih didominasi oleh proses
transisi peradaban besar
antara peradaban Adam 4.0
dengan menuju peradaban 5.0
Transhumanism.
Ini kan membutuhkan sebuah kumpulan
dari energi yang besar sekali.
Kemudian, ada agenda
digital ID, ada penggunaan
AI di banyak sekali platform
kehidupan.
Ini membawa transformasi ekonomi dan politik
dan itu tidak bisa smooth.
Smooth pasti dengan kekacauan-kekacauan tersendiri.
Apalagi ada agenda
penurunan populasi atau yang sering disebut
depopulasi dan
kontrol population.
Dengan menggunakan bioengineering,
pandemi, kontrol sosial.
Kemudian,
terjadi juga agenda
perubahan spiritualitas.
Dari transisi materialisme ke
transisi post-materialisme.
Jadi inilah yang terjadi.
Multipolar sekali dunia sekarang
dan tepat pada saat seperti ini
goyang-goyangnya, Presiden Prabowo
adalah yang jadi Presidennya.
Lalu kalau kita kembali kepada potensi
kekuatan energi Indonesia,
jadi Indonesia ini adalah
salah satu titik pusat energi dunia.
Karena posisi geospiritualnya.
Jadi,
pada zaman dahulu, sejak ribuan tahun yang lalu,
Nusantara disebut sebagai tanah
para raja, dengan energi
leluhur yang kuat dan rekam jejak sejarah
yang besar. Kemudian,
energi kolektif rakyatnya.
Secara spiritual, rakyat Indonesia memiliki
energi kebangkitan massal yang kuat.
Tapi juga mudah diarahkan oleh
energi eksternal, gitu ya.
Kemudian, ketiga, pengaruh agenda
global. Jika Presiden Prabowo
selaras dengan energi global yang menguntungkan
elit, maka ia akan dibiarkan
memimpin. Tetapi jika ia
menyimpang dari frekuensi ini, maka
upaya pelemahnya akan semakin nyata.
Jadi, apakah Presiden Prabowo
dalam konteks metafisika itu
diterima atau ditolak oleh
medan energi global, ini
menentukan seberapa besar tantangan
yang akan beliau hadapi.
Nah, sekarang
frekuensinya Presiden
Prabowo, ya. Apakah berlawanan dengan sistem?
Jadi, setiap pemimpin
memiliki frekuensi energi yang unik,
yang bisa harmonis atau justru
bertambahkan dengan sistem di sekitarnya.
Nah, jika Presiden Prabowo itu
berresonasi dengan sistem global,
maka sistem akan mendukungnya dan
jalan kekuasaannya akan lebih stabil.
Tetapi, jika Presiden Prabowo
memancarkan frekuensi yang berlawanan,
misalnya, dia ingin
membuat Indonesia mandiri, atau
dia ingin dekat sama China,
atau tidak menjalankan sesuai
dengan skenario global, maka
benturan energi akan meningkat
dalam bentuk konflik politik, sabotase,
atau bahkan upaya pengulingan.
Nah, sinyal
energi ini bisa kita lihat dari bagaimana
media internasional, elit lokal,
dan respons publik terhadap
kepemimpinannya. Jika terjadi
banyak anomali atau ketidakstabilan,
itu tanda bahwa ada
konflik frekuensi besar yang sedang
terjadi. Dalam
sejarah nusantara, politik tidak pernah lepas
dari demensi metafisiknya.
Pada jaman era Soekarno
menggunakan ilmu spiritual dan
proteksi energi dan kekuasaannya.
Era Presiden Soeharto mengandalkan
kekuatan supranatural dan jaringan
spiritualis. Di jaman era
reformasi, perubahan besar tanpa
fondasi energi yang jelas, dan
malah menimbulkan instabilitas.
Nah, Presiden Prabowo dengan
latar belakang militer dan koneksi
spiritualnya, maka kemungkinan
juga memahami bagaimana energi
metafisik bekerja dalam politik.
Jika ada upaya besar untuk menyingkirkannya,
maka yang harus kita
tanyakan, apakah ada
energi negatif yang sedang dimainkan di balik layar?
Apakah ada faktor
yang menggunakan kekuatan nonfisik untuk
mengganggu jalannya pemerintahan?
Apakah Prabowo memiliki proteksi
spiritual yang cukup untuk menghadapi ini?
Karena, ini kita
bicara perang energi ya.
Bukan hanya kekuatan fisik dan strategi yang
menentukan hasil lho, tapi juga
seberapa kuat perisai metafisik
resonansi spiritual kepada seorang pemimpin.
Jadi, kalau kita
membaca medan energi
objektif dari Presiden Prabowo,
saat ini tuh beliau dalam
posisi rentan ya, tapi belum mencapai
titik kritis yang paling rendah.
Tapi rentan. Ada faktor
yang tidak menginginkannya berkuasa penuh.
Ada kekuatan global
yang sedang menguji apakah ia bisa
dikontrol atau dilemahkan.
Ada unsur metafisik yang bisa
menentukan arah kekuasaannya ke depan.
Nah, jika Presiden Prabowo
tidak segera menyelaraskan
frekuensi energi politiknya
dengan medan energi global
dan lokal, maka benturan energi
ini akan semakin kuat, dan
potensi upaya pelemahan terhadap
Presiden Prabowo akan semakin terbuka.
Namun, jika ia bisa
menemukan keseimbangan energi yang tepat,
baik dalam strategi politik
maupun dalam dimensi spiritual,
maka ia bisa bertahan dan bahkan
memperkuat posisinya.
Jadi, saat ini ya,
kalau kita bisa simpulkan,
Presiden Prabowo saat ini berada
dalam fase uji coba oleh
kekuatan global dan lokal.
Jika ia selaras dengan frekuensi yang
diinginkan sistem, maka ia bisa bertahan.
Tetapi jika ia terlalu independen,
maka gelombang pelemahannya
akan meningkat. Kemudian,
ada potensi benturan energi
antara kepemimpinan Prabowo dan
sistem global. Jika ia
terlalu jauh dari arus utama geopolitik,
sistem akan mencari cara untuk
mengantikannya. Jika ia bisa
bermain di tengah dan tetap mempertahankan
kekuatan, ia bisa
bertahan. Ada
kemungkinan faktor metafisik ikut bermain
dalam dinamika politik ini.
Ya, seandainya Presiden Prabowo
memiliki perlindungan spiritual yang kuat,
maka ia bisa menghadapi semua
tantangan ini. Tapi jika ia
tidak memiliki cukup energi spiritual dan
proteksi, maka ia bisa lebih rentan
terhadap sabotage, baik di tingkat
fisik maupun metafisik.
Situasi saat ini belum mencapai titik
krisis ya, tetapi tanda-tanda
awal pelemahan sudah terlihat
secara kasat mata.
Maka, jika Presiden
Prabowo ingin bertahan, dia harus
segera menyesuaikan strateginya dalam
politik energi dan spiritual.
Jika tidak, kekuatan-kekuatan
yang menentangnya
akan semakin bergerak.
Nah, sekarang apakah
Presiden Prabowo akan bertahan atau
disinggirkan? Ya, tergantung
bagaimana ia bisa mengelola
energi politik, geopolitik, dan metafisiknya
dalam 6-12
bulan ke depan. Jadi, pertaruhannya itu
6-12 bulan ke depannya.
Jika ia bisa menemukan
keseimbangan, ia akan bertahan.
Jika tidak, skenario
pelemahannya akan semakin nyata.
Kunci kemenangannya bukan hanya
strategi, tetapi juga
resonansi energi dengan semesta.
Nah, berdasarkan foresight yang
saya lakukan ini, teman-teman,
kita lihat dari
2 tahun ke depan,
2025-2026,
ini adalah fase
yang kritis sekali bagi Presiden Prabowo
dan juga Indonesia.
Jika salah langkah, bisa terjadi skenario
pelemahan atau bahkan penggulingan.
Dan itu tidak enak sekali bagi negara kita.
Namun, jika strategi tepat
dilakukan dan Presiden Prabowo bersedia
untuk mendengarkan banyak orang yang
pintar, yang benar-benar
ingin
memperjuangkan Indonesia,
maka ada peluang bagi beliau
untuk bertahan dan membentuk jalur politik
yang lebih kuat. Pertanyaannya,
apakah Presiden Prabowo siap
menghadapi skenario ini?
Ataukah ia akan menjadi korban dari
grand design yang lebih besar?
Tulis komentar Anda ya.
Dukung Dutertifa dengan like, subscribe, dan share
video-video dari DRTF Channel.
Simak selalu demi kebaikan Anda dan
kebaikan Indonesia. Sampai jumpa
di video berikutnya. Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Kebenaran.
