00:11 China Luncurkan Alat Uji Virus Nipah Walau Belum Ada Kasus Terkonfirmasi 01:42 PM Inggris Bentrok dengan Oposisi Buntut Kunjungan ke China 03:26 Jurnalis Ditangkap, Pemilik Rumah Meninggal, Aktivis Dipenjara
Waspada pandemi Nipah, China siapkan tes massal dan obat meski klaim nihil kasus. Virus mematikan ini menular via hewan-makanan tanpa vaksin. ----------- Starmer kunjungi China untuk dobrak ekonomi Inggris, capai hasil terbatas dan dikecam pihak oposisi karena gagal atasi isu keamanan dan HAM ----------- Penangkapan jurnalis investigasi dan perjuangannya demi keadilan serta pemenjaraan aktivis pro-demokrasi menjadi sorotan utama kasus hukum di China.
China sedang meluncurkan alat uji virus nipah secara nasional meskipun mengklaim bahwa belum ada kasus yang terkonfirmasi.
China memiliki sejarah pelaporan kasus virus lebih rendah dari kenyataan hingga sulit mengetahui keadaan sebenarnya.
Wabah virus nipah di India telah membuat Asia siaga tinggi.
Meskipun jarang, virus ini membunuh lebih dari setengah mereka yang terinfeksi.
Menurut WHO, virus ini berpotensi memicu pandemi dan saat ini belum ada obat maupun vaksin.
Namun, hanya sehari setelah infeksi virus ini dilaporkan di India,
Institut Virologi Wuhan mengumumkan telah menemukan obat potensial untuk nipah.
Dan ya, Anda tidak salah dengar, Institut Virologi Wuhan.
Sementara itu, otoritas China mengatakan CDC lokal di seluruh negeri sekarang dapat melakukan test lab untuk virus tersebut.
Mereka juga telah menimbun bahan kimia untuk pengujian darurat.
Sebuah perusahaan China telah meluncurkan alat uji untuk virus nipah.
Sementara, negara-negara Asia seperti China, Thailand, Singapura, dan Vietnam meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara untuk mencegah penyebaran virus.
Virus nipah membutuhkan waktu hingga 45 hari untuk menunjukkan gejala setelah infeksi.
Virus dapat menyebar dari hewan seperti babi dan kelalauar buah ke manusia,
serta menular antar manusia melalui makanan yang terkontaminasi.
Mereka yang terinfeksi virus dapat mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, muntah, dan sakit tenggorokan, atau tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikecam oleh pemimpin oposisi Inggris pada sidang parlemen setelah ia memberikan pengarahan seputar perjalanannya ke China pekan lalu.
Berikut yang disampaikan Starmer terkait hubungan Inggris-China.
Selama delapan tahun tidak ada Perdana Menteri Inggris yang mengunjungi China.
Delapan tahun peluang yang terbuang.
Starmer merupakan pemimpin Eropa terbaru yang berupaya menggandeng China demi memperkuat perdagangan.
Langkah ini memicu ketegangan dengan AS.
Presiden Trump memperingatkan Inggris akan bahaya membuat kesepakatan dengan China.
Kunjungan Starmer juga menuai kritik tajam dari pihak oposisi.
Apa yang dia capai dari perjalanannya untuk Jimmy Lai? Tidak ada.
Adakah China berjanji untuk berhenti menyokong mesin perang Putin di Ukraina?
Kedengarannya tidak.
Apa yang dia capai dari perjalanannya untuk rakyat Uyghur?
Nihil, apa China setuju untuk menghentikan serangan siber mereka yang tiada henti?
Adakah? Kita semua tahu jawabannya.
Yang ada China menunjukkan kekuatannya dan Inggris sedang ditekan.
Sejak menjabat pada Juli 2024, Starmer telah menghadapi tantangan dalam perekonomian Inggris.
Untuk memperbaiki PDB negara yang hanya berkisar 0,1 persen di kuartal ketiga tahun lalu,
ia memilih penguatan hubungan dengan China.
Sebelum kunjungannya ke Peking, Starmer juga menyetujui rencana pembangunan Mega Kedutaan China di London.
Keputusan ini memicu pertentangan dari kritikus atas ancaman bahwa kedutaan tersebut bisa digunakan Peking untuk spionase.
Sementara pembicaraan hanya membuahkan hasil yang terbatas.
China memangkas tarif fiski Inggris sebesar 5 persen dan memberikan bebas visa 30 hari bagi warga negara Inggris.
China juga mencabut pembatasan perjalanan terhadap beberapa anggota Parlemen Inggris.
Kabar terbaru dari Provinsi Secuan Baradaya, China.
Polisi telah menangkap seorang mantan jurnalis investigasi dan content creator setelah ia mengunggah laporan seputar korupsi oleh pejabat setempat.
Berdasarkan keterangan polisi, ia dituduh melakukan pencemaran nama baik dan operasi bisnis ilegal.
Tuduhan semacam ini seringkali digunakan pihak otoritas China untuk menyasar para pembangkang.
LSM International Reporters Without Borders mengatakan bahwa jumlah jurnalis yang dipenjara di China jauh melampaui negara manapun dengan total 121 orang pada 2025.
Beralih ke Shanghai.
Chang Xiaoqiao telah memperjuangkan keadilan bagi mendiam ibu mertuanya selama hampir satu dekade.
Ibu mertua Chang yang berusia 90 tahun lebih meninggal 9 tahun lalu secara misterius saat berada dalam tahanan rumah di sebuah fasilitas pemerintah.
Hingga kini keluarganya tidak diizinkan untuk melihat jenazahnya meski telah mengajukan permohonan berulang kali.
Pada 2005, otoritas secara paksa membongkar rumah ibu mertua Chang dan membangun hotel di atas lahan tersebut yang dilaporkan meraih keuntungan besar.
Menurut Chang, ibu mertuanya telah berada di bawah tahanan rumah selama lebih dari 12 tahun sebelum meninggal.
Chang berkata akan terus memperjuangkan keadilan bagi sang ibu.
Beralih ke kasus lain di China.
Setelah 4 tahun mendekam dalam penjara, pria asal Hunan yang dijatuhi hukuman 7,5 tahun penjara sejak 2022 akhirnya diketahui keberadaannya oleh pihak keluarga.
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah ia mendirikan kelompok pro-demokrasi dan mengajak rakyat China untuk bersatu menentang sistem satu partai.
Ia dilaporkan tengah menjalani tahanan sel di sebuah penjara di Provinsi Sichuan.