Festival Budaya Indonesia adalah perayaan akbar yang menampilkan kekayaan dan keberagaman budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Acara ini menjadi wadah untuk memperkenalkan tradisi, seni, kuliner, dan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, baik nasional maupun internasional.
Festival ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti tari daerah, musik etnik, Reog Ponorogo, Barong dan Leak Bali, serta parade pakaian adat dari berbagai provinsi. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pameran rumah adat, kerajinan tangan khas daerah, serta bazar kuliner tradisional yang menggugah selera.
Melalui Festival Budaya Indonesia, semangat persatuan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) terus digaungkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda agar tetap bangga dan mencintai warisan bangsa.
Hampir seluruhnya mengalami penyakit yang mempengaruhi akalnya
Sehingga kehidupan mereka menjadi kacau
Bahkan hingga melupakan sang pencipta yang menciptakan mereka
Yang terjadi di Nuswantara
Aku akan memberi satu sekar waktu saja untukmu
Yang akan memberimu kesempatan
Untuk melihat satu detik tentang apa yang terjadi
Kepada manusia yang tinggal di bumi Nuswantara
Waktu satu detik tidak disiasakan oleh Asefara
Asefara bergegas menyusuri tali waktu secara goib
Menuju Nuswantara
Setelah melihat bahwa Nuswantara tidak baik-baik saja
Asefara mengirimkan pesan
Sisi terang menonton perjalanan Jatmara
Ke sebuah gunung di tengah laut di sebelah timur Sumatera
Dalam kondisi tubuh yang sakit dan perih
Jatmara terpencang-pencang mendaki gunung itu
Selama tiga hari hingga sampai di puncak
Disitulah dia bertemu dengan sosok hutan
Nuswantara, mungkin selama ini banyak hal yang tidak kau ketahui kebenarannya
Bahkan tertolak anak kamu
Maka banyaklah pertanyaan kepada sang pencipta
Karena dia akan menunjukkan kebenaran dari sisinya
Seketika itu juga pendengan Jatmara yang tadinya gelap
Berangsur-angsur kembali normal
Dia merasa bahwa satu dosa telah terbayarkan
Setelah dia membantu Ungkara
Dan mengganti namanya menjadi Santara
Hahaha
Aku gajah mana
Ini semua akibat kutukan ibuku
Karena aku telah menghabiskan makanan
Yang ia sediakan untuk adikku
Aku mendengar wisikan dari penghuni gunung
Bahwa ada seseorang yang berhasil melepas batok kelapa Ungkara
Bukan lagi Ungkara
Dia sekarang bernama Santara
Dan aku pula yang membantunya melepaskan batok kelapa itu
Hahaha
Percayalah
Aku bisa membuktikannya
Jika engkau mengizanku membantumu
Gading ini
Sengaja aku pelihara walaupun menyakiti diriku sendiri
Para lihatlah kekuatan dan keindahannya
Hahaha
Engkau tidak akan kehilangan kekuatan dan keindahan gadingmu itu
Jika aku membantumu merapikannya
Engkau akan tetap terlihat berwibawa
Lagipula
Wibawamu tidak akan pernah muncul
Jika penyakit kulit di tangan dan kakimu masih belum disembuhkan
Hmm
Baiklah
Ya ampun
Hmm
Manapun mulai manggal, gajah manapun mulai manggal,
katan munyai nyawa terselamatkan.
Sesak di dada Jatmara, berang seram hilang.
Dan itu adalah tanda bahwa dia harus melanjutkan perjalanannya.
Sebelum pamit, Jatmara meminta izin untuk mengganti nama gajah mana.
Yang akhirnya, ia setuju.
Jatmara mengganti nama gajah.
Artinya, gajah berwibawa dan adil.
Sisi terang itu menuntut Jatmara kembali ke puncak sebuah bukit
yang tumbuh sebatang pohon beringin besar.
Dan warga sekitarnya menyebut sebagai pohon kehidupan.
Jatmara berpikir,
karena dulunya di sekitar pohon itu, persawahan padi tumbuh subur.
Warga pun berusaha menjaga keberadaan pohon itu
dengan memagarinya menggunakan seribu bambu berwarna hijau.
Walaupun kenyataannya di tahun-tahun terakhir,
hasil panennya tidak lagi berlimpah.
Hei, siapa itu? Siapa itu?
Huni dan menunggu pohon ini.
Aku mendengar dari banyak penghuni hutan ini
bahwa ada yang berani mengangkat kebodohan dan keangkuhan
pada wongkara dan gajah mana.
Dan ku yakin orang itu adalah kau.
Bagaimana kau tahu?
Terlihat jelas di mataku.
Lihatlah cahaya terang yang mengelimuti tubuhmu itu.
Cahaya terang?
Tunggu, tadi kau mengatakan bahwa kau adalah penunggu pohon ini.
Setahu ku pohon ini adalah pohon kehidupan
yang memberikan kehidupan di sekitarnya.
Lantas, mengapa tanah di sekitarnya tak lagi subur?
Dia tidak tahu bahwa ini adalah karna kebutuhan sang pencipta.
Aku akan memperdayanya berpura-pura meminta pertolongan
dengan galih membantu para manusia.
Aku akan mengambil cakra umur terang yang ada pada tubuhnya itu.
Hei, kenapa kau tidak menjawabku?
Aku akan memberitahukan, wahai manusia.
Pohon kehidupan ini tidak lagi berfungsi.
Ulah mereka lah, para penyembahku yang membuat tubuhku rusak.
Hahahaha
Lantas, apa yang bisa kulakukan untuk membantu pohon kehidupan ini kembali seperti semula?
Aku akan memberitahukanmu, wahai manusia.
Kau harus mengangkat kutubu mengikuti.
Tapi kau tak perlu risau.
Aku akan memberikanmu biji warna-warni dan cakra wangi yang memabukkan.
Hahahaha
Cak Mara sadar tidak ada cara lain untuk membantu Lembari.
Yang tak lain adalah jalan terakhir menyelesaikan misi dari Aurelion.
Kecuali dengan mengakulkan permohonan Lembari walaupun tanpa tahu konsekuensinya.
Baiklah, aku akan membantu.
Rapasnya cakra Mama Kota dari Ubud, Ubud, Cak Mara.
Koneksi yang ia miliki dengan sang pecipta menjadi hilang.
Semua ilmu yang ia kuasai dari ketiga ajaran suci memudar.
Ia pun tergeletak di bawah pohon berubah selama 9 tahun.
Akhirnya, aku akan kebebas dari kutuban.
Hahahaha
Tepat di tahun ke-9, salah satu daun di pohon beringin itu terlepas dari dahannya.
Kemudian jatuh perlahan hingga mendarat tepat di atas wajah Cak Mara.
Dalam kesadaran yang paling rendah, aliran syaraf itu mendorong Cak Mara mengingat satu ayat.
Dalam ayat suci terakhir bahwa daun jatuh pun atas kehendaknya.
Wahai lembari, jalan yang kau tempuh untuk mendapatkan berkah dari sang pecipta itu salah.
Jangan berpikir dengan engkau merampas cakrot makota darimu, engkau akan terbebas.
Maafkan aku Cak Mara, maafkan aku.
Sudahlah lembari, aku sudah memaafkan.
Sang pecipta selalu mengajarkan kepadaku bahwa kita harus saling memaafkan dan mengasihi satu sama lain.
Maka mohon maaflah dengan tulus kepadanya, karena dialah maha pengasih dan maha pengampu.
Atas izin sang pecipta akhirnya lembari dibebaskan.
Dari kutukan dan berubah menjadi sosok yang penuh kasih dan kelembutan.
Dalam keadaan takjub dan bahagia, bibir Cak Mara yang kering dan telah kehilangan cahayanya berucap.
Aku bersaksi bahwa engkaulah Tuhanku satu-satunya.
Air mata Cak Mara menetes di bibinya dan tiba-tiba muncul cahaya harapanku dalam hati Cak Mara.
Yang mancar menerangi seluruh penjuru bumi hingga menembus kursi sehingga sana sang pecipta.
Bersaksi aku satu-satunya.
Asli para tersadar redapat sosok hitam yang muncul akibat cahaya harapan yang menerpa tubuhnya yang berasal dari dada Cak Mara.
Sang bayangan sosok hitam yang merupakan pantulan dari jiwanya sendiri itulah yang selama ini ia lupakan.
Padahal sang pecipta menciptakan keduanya secara bersamaan dengan kekuatan yang seimbang.
Kebijaksanaan milik sang pecipta ini adalah sesuatu yang asli para tidak ketahui saat berpindah dari bumi menuju nirvana.
Asli para apakah yang sesungguhnya engkau lupakan?
Bayanganku sendiri yang merupakan ciptaanmu telah aku abaikan selama ini.
Aku telah silau sehingga hamba lupa akan kegelapan jiwa hamba sendiri.
Maafkan aku wahai Tuhanku ampunilah.
Cintaku untuk semua ciptaanku kembalilah padaku Asefara.
Asefara apakah engkau mencintaiku?
Apakah engkau bersedia menerita lagi demi bertemu denganku?