Petani menanam Jagung tanpa olah lahan.

Bali Bening
527 pengikut
47 Tayangan video·7 Mar 2026
Tapi nggak bisa cepet-cepet disini.
Apa tuh bibitnya, Bang?
Apa?
Bibitnya apa tuh?
Maco?
Kok kaya sama orang aja, maco?
Yang tadi yang maco, yang ini juga maco.
Kok senyum-senyum wajah lo?
Rebutan apa?
Rebutan jagung.
Weh, jagung gak rebutan.
Piru jerak ini nandu deh.
Jerak-jerak piru.
Nandu jerak piru.
Oh, pokoknya di tengah-tengah kaya ya?
Di tengah-tengah disini.
Yang penting kan bisa nandu deh ini.
Kayaknya ini lo kang ya, nandu deh ya.
Bungkuk?
Bungkuk, ya bungkuk sebentar aja.
Kok-kok kayaknya kan bisa gak.
Lama-lama udah.
Semua orang bungkuk ya, biar.
Ibu, umurnya berapa sekarang, Bu?
60 kali.
60 kali ya?
Iya.
Dari rumah ini ada lho, Bu.
Kusing.
Dari rumah ini.
Dari rumah ini bisa jalan-jalan.
Nandu.
Ini yang tukang gejik ya, ini ya.
Tukang gejik.
Gejik kayaknya cepet tenang ya.
Harus gede ya, kan ya tenaga ini ya.
Gede.
Oke, bye-bye.
Petani, bye-bye semua.
Yang di sebelah ini namanya singkong ya.
Ini tebalang singkong disiapin.
Sekarang singkong harganya...
Yang segini ini...
9 ribu.
Satu ikat 9 ribu.
Itu ngaso ya.
Bisa hujan ya, Bu ya?
Ngaso disi.
Ngaso, ngaso, ngaso.
Eh, Nenek.
Melayu deh, eh.
Iya, Nek.
Kayak melayu deh.
Kalau menjadi petani itu...
Nggak tanggung-tanggung ya.
Kalau semprotan itu punya ini.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Ada yang punya lima ya.
Ibu lihat sana, ibu lihat.
Nah, Pak itu lagi.
Siapa yang pake itu?
Siapa yang pake?
Oh, tau semua.
Itu Pak Mul, Pak Dun.
Itu Bapak yang pake ya.
Itu kakek yang pake.
Ini dagang pipat ya.
Dagang pipat.
Apa namanya jawannya, Bu?
Pipat tuh.
Lontong, Pak.
Ini lontong.
Yang di Bali pipat, Pak.
Kayu sayur peladi.
Lontong.
Ini pipatnya nih ya.
Ini pipat.
Ada timunnya.
Ada daun singkongnya.
Enak, bener.
