A PEEK AT THE MODERN PIGEON FARMING PROCESS IN CHINA FOR MEAT PRODUCTION

Poultry farming and processing
32 pengikut
Daging merpati memiliki tempat istimewa dalam tradisi kuliner Cina.
Sejak zaman dulu, merpati dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesehatan,
sehingga konsumsi dagingnya kerap dikaitkan dengan perayaan dan pengobatan tradisional.
Teksturnya yang lembut, rasanya yang khas,
serta kandungan gizi seperti protein tinggi dan asam amino esensial
menjadikannya salah satu sumber makanan bergizi tinggi yang populer.
Beberapa faktor inilah yang membuat tingginya konsumsi dan permintaan pasar akan daging merpati di pasar Cina.
Kondisi ini membuat Cina memiliki peternakan modern merpati yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi.
Pada video kali ini, Rekiasa Teknologi akan mengajak kalian untuk melihat tahapan proses peternakan burung merpati di Cina,
tepatnya di Tian Cheng Pageant Industry.
Proses ini dimulai dengan pemilihan induk merpati berkualitas.
Di Tian Cheng Pageant Industry, indukan merpati dipilih berdasarkan kriteria genetik tertentu,
seperti daya tahan tubuh,
produktivitas telur,
dan pertumbuhan anakan yang optimal.
Selanjutnya, indukan ini ditempatkan dalam kandang khusus yang disesuaikan dengan siklus reproduksinya.
Pada musim kawin, pasangan induk dibiarkan bersama dalam kandang besar untuk memudahkan interaksi alami dan proses kawin.
Setelah musim kawin selesai, mereka dipindahkan ke kandang tunggal untuk proses bertelur.
Musim kawin merpati biasanya berlangsung selama beberapa minggu,
dan telur mulai dihasilkan sekitar 8 hingga 10 hari setelah kawin.
Merpati memiliki kemampuan untuk bertelur sepanjang tahun,
tetapi intensitas produksi telur bergantung pada manajemen kandang, nutrisi, dan kesehatan induk.
Dengan pengelolaan yang baik, satu pasang induk dapat menghasilkan beberapa siklus telur dalam setahun.
Menjadikan petanakan ini sangat produktif.
Setiap telur yang dihasilkan oleh indukan dipanai dengan hati-hati untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.
Bekerja terlatih mengumpulkan telur dalam waktu tertentu agar tidak mengalami kerusakan atau kontaminasi.
Berikutnya, telur-telur ini kemudian ditempatkan di ruang penetasan yang dirancang untuk menjaga suhu dan kelembaban yang stabil.
Penetasan membutuhkan waktu sekitar 17 hingga 19 hari, tergantung pada kondisi suhu dan kelembaban.
Dalam ruang penetasan, kontrol lingkungan yang ketat sangat penting untuk memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Meski proses ini dirancang untuk menghasilkan hasil yang seragam, tidak semua telur menetas secara bersamaan.
Faktor seperti perbedaan kecil dalam waktu peletakan telur atau kondisi fisik individu telur dapat mempengaruhi waktu penetasan.
Bekerja secara rutin memeriksa kondisi telur untuk memastikan semua berkembang dengan baik
dan anak-anak yang menetas lebih awal dipindahkan ke kandang pembesaran untuk mencegah resiko cedera atau stres.
Setelah menetas, anak merpati ditempatkan di kandang khusus untuk pembesaran.
Selama periode ini, mereka diberi bakan bernutrisi tinggi yang diformulasikan untuk mendukung pertumbuhan cepat.
Bekerja secara rutin memantau kondisi kesehatan anakan, memastikan mereka tumbuh dengan optimal hingga siap dipasarkan.
Sementara itu, kebersihan kandang menjadi salah satu prioritas utama di Tian Cheng Pageant Industry.
Petanakan ini menggunakan manajemen kandang berskala besar,
di mana pekerja secara rutin membersihkan area kandang untuk mencegah penyakit dan menjaga kenyamanan merpati.
Sistem ini memastikan lingkungan yang sehat dan produktif.
Bakan diberikan secara teratur menggunakan campuran bahan alami,
termasuk jagung yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi merpati di setiap tahap kehidupannya.
Jagung dipilih karena kaya akan karbohidrat yang penting untuk energi,
serta kandungan protein dan lemaknya yang mendukung pertumbuhan optimal burung merpati.
Di Tian Cheng Pageant Industry, dengan skala kandang produksi yang mencapai ratusan ribu merpati,
proses memberian pakan dilakukan dengan efisiensi tinggi.
Pekerja hanya perlu menempatkan pakan ke dalam penampung makanan otomatis yang bergerak di sepanjang rel di dekat kandang.
Sistem ini memungkinkan pakan seperti jagung terdistribusi merata ke seluruh area,
sehingga merpati dapat makan langsung saat penampung melewati kandang mereka.
Proses ini tidak hanya menghemat waktu,
tetapi juga memastikan seluruh merpati mendapat akses yang sama ke pakan berkualitas.
Merpati yang telah mencapai usia panen biasanya setelah memiliki umur 4 hingga 6 minggu.
Pada usia ini, daging merpati dianggap paling lembut dan lezat.
Selain itu, usia ini juga dianggap ideal,
karena pada masa tersebut merpati telah mencapai berat optimal untuk dikonsumsi.
Berikutnya, burung merpati ini akan masuk ke ruang produksi
yang mencakup proses pemotongan, pembersihan, dan pengemasan daging
sesuai dengan standar kebersihan perusahaan.
Meski demikian, beberapa merpati juga dijual dalam kondisi hidup
tergantung pada permintaan pasar,
baik untuk keperluan pemeliharaan lebih lanjut,
maupun untuk konsumsi segar oleh konsumen seperti restoran tradisional.
Produk akhir dari pertanakan burung merpati ini adalah berupa daging
maupun burung merpati yang masih hidup,
yang didistribusikan baik ke pasar lokal dan nasional.
Dengan perawatan dan standar operasi yang dipenuhi,
petanak seperti Tian Cheng Pei Chen Industri
memastikan setiap produk sampai ke konsumen dengan kualitas terbaik mereka,
sehingga dapat menjaga reputasi sebagai salah satu petanak merpati terbesar di China.
