00:01 Menlu Iran Kunjungi China Jelang Kedatangan Trump: Strategi Lawan AS? 02:40 Trump Janji Angkat Kasus Jimmy Lai Dalam Pertemuan Dengan Xi Jinping
Di tengah sanksi minyak, Iran merapat ke China guna mencari dukungan diplomasi sebelum kunjungan resmi Presiden Trump ke Beijing. ---------------- Trump janji akan bahas kasus Jimmy Lai dengan Xi Jinping guna upayakan pembebasan Lai.
Kentri luar negeri Iran bertolak ke Beijing untuk bertemu diplomat China, Wang Yi, pada hari Rabu.
Menyadari pertemuan tetap muka pertama mereka sejak menunjukkan konflik dengan AS awal tahun ini.
Topik yang akan dibahas meliputi kemeluti selat Hormuz, gencatan senjata dengan AS
serta upaya memperkuat hubungan strategis kedua belah pihak.
Sebelumnya China telah menyarankan gencatan senjata,
perlindungan pelayaran dan dukungan atas kedaulatan Iran.
Namun pasca gencatan senjata Iran-AS,
Iran justru menargetkan kapal-kapal komersial di selat Hormuz dan Teluk Oman,
menggempur pasukan AS dan menyerang negara-negara tetangga.
Meski demikian, AS menilai situasi terkini belum mencapai ambang batas
untuk memulai kembali operasi militer skala besar.
Keputusan untuk memulai kembali perang adalah urusan politik.
Itu di luar wobenang saya.
Menurut saya, saat ini polemiknya masih sebatas gangguan-gangguan kecil.
Struktur komando mereka sangat berantakan.
Sepertinya pimpinan mereka kesulitan mengendalikan pasukannya di lapangan.
Jadi sejauh ini tingkat kekerasannya masih tergolong rendah.
Tidak, gencatan senjata belum berakhir.
Pada dasarnya ini adalah proyek yang terpisah dan berbeda.
Kami sudah menduga akan ada sedikit kejolok di awal dan itu memang terjadi.
Kami telah menegaskan akan membelajui dengan agresif dan kami benar-benar melakukannya.
Iran tahu hal itu.
Sebelum menuju ke Beijing,
utusan Iran telah melakukan serangkaian perjalanan ke Pakistan, Oman, dan Rusia.
Di Rusia, ia bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.
Analis menilai kunjungan ke China ini merupakan upaya terbaru Iran
untuk keluar dari isolasi diplomatik akibat tekanan AS yang terus meningkat.
AS telah memblokir kapal-kapal Iran melintasi Selat Hormuz
dan mencegat armada bayangan yang memuat minyak ilegal.
AS juga menjatuhkan sanksi pada perusahaan kilang minyak China
guna memutus sumber pendapatan Iran.
Sementara Menteri Keuangan AS Scott Bassett mendesak Beijing
untuk mengambil tindakan guna menjamin keamanan jalur pelayaran.
Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping sudah membahas soal Iran lewat telepon dan surat.
Saya pun sudah membicarakannya dengan wakil Perdana Menteri China.
Sekarang kita lihat saja apakah mereka mau bertindak secara diplomatis
untuk mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Kunjungan ini sangat sensitif karena dilakukan tepat sebelum rencana
kedatangan Presiden Trump ke Beijing kamis depan.
Selama konflik AS-Iran,
AS terus memperingatkan China agar tidak membantu Iran.
Trump mengklaim AS telah mencegat paket dari China untuk Iran
yang disebutnya sebagai hadiah dan diduga berisi bantuan militer.
Pengakas China mengundang Iran saat ini dinilai sebagai upaya
memperkuat posisi tawar mereka jelang pertemuan puncak Trump dan Xi mendatang.
Kasus aktivis pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai kembali menjadi sorotan.
Presiden Trump menyatakan akan membahas langsung masalah ini
dengan Xi Jinping dalam pertemuan puncak mendatang.
Hal ini menambah tekanan bagi Beijing di tengah ketegangan yang telah ada.
Trump yang kan mengunjungi China 14 hingga 15 Mei berkata
sebelumnya ia telah mengangkat isu ini dalam pertemuan terdahulu dengan Xi.
Jimmy Lai adalah pendiri Apple Daily.
Ia difonis 20 tahun penjara pada Februari atas tuduhan kolusi dan hasutan
di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong yang represif.
Amnesty International menyebut keputusan itu cacat hukum
dan merupakan serangan atas kebebasan pers.
Pendukung Lai terus mendesak pembebasannya
sementara keluarga berharap KTT tersebut menjadi titik balik atas kasusnya.