MANTAP ️ SOLDER SUPER PANAS DARI BATERAI

Inventor GJ
13 pengikut
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIThis video demonstrates how to create a high-heat emergency soldering iron using a recycled battery and components from a broken soldering iron. By utilizing the carbon rod from a battery as the heating element and powering it with a 12V DC source (such as a motorcycle battery), the creator builds a functional tool for situations where mains power is unavailable or the primary solder is broken.
Hari ini saya punya ide keren bikin solder super panas dengan menggunakan 1 baterai bekas.
Oke, langsung saja kita eksekusi.
Jika video ini bermanfaat, bantu tekan like dan subscribe. Terima kasih.
Jadi untuk bahan utamanya, kita siapkan 1 baterai.
Bisa pakai baterai baru ataupun baterai bekas.
Langsung saja kita bongkar.
Untuk membongkar cukup siapkan obeng dan juga tang.
Kita congkel pada bagian sampingnya.
Setelah pelatnya terlepas, di sini kita tang.
Kita bongkar di bagian atasnya.
Yang kita ambil adalah bagian tengahnya ini.
Kalau punya sarung tangan, mohon dipakai teman-teman.
Di sini karena kebetulan saya kehabisan sarung tangan.
Jadi saya buka seperti ini saja.
Ini dia yang saya cari. Ini namanya adalah karbon arang dari baterai bekas.
Karena masih kotor, langsung saja kita cuci.
Sekarang siapkan amplas.
Kemudian kita lancipkan pada bagian ujungnya.
Yang satunya tidak usah.
Ini dia hasilnya. Sudah lumayan lancip.
Sekarang di sini kita siapkan 1 buah solder.
Saya ambil dari solder saya yang rusak.
Ini solder kayu.
Solder biasa.
Ini kemarin saya beli harganya cuma Rp 10 ribuan dan saya pakai langsung putus.
Meledak.
Jadi untuk karbon arang dari baterai,
ini ukurannya sama seperti ukuran dari mata solder yang 40 Watt.
Ini sama persis.
Nah, sama persis.
Jadi bisa masuk.
Setelah itu, di sini kita bongkar dulu.
Soldernya saya bongkar.
Ini mau saya buang untuk kabel-kabel yang ada di dalamnya.
Ini saya gunakan sebagai pegangan.
Biar tangan kita nanti tidak panas.
Setelah terpisah, sekarang kita ambil kawat dan juga selongsong tahan panasnya ini.
Sekarang di sini ada kawat nikelin.
Ini kita bersihkan dulu.
Ini sudah bersih.
Sekarang lanjut kita ambil kawatnya.
Ini dia kawatnya.
Sekarang kawat ini kita lilitkan pada bagian ujung karbon arang.
Untuk bagian ujung kawat, siapkan kabel.
Sambung pakai kabel yang ukurannya agak tebal.
Kemudian untuk bagian sini, kita tutupi pakai selongsong tahan panas tadi.
Jika sudah seperti ini, sekarang kita ambil pipanya.
Kita tambahkan kabel juga.
Kita kunci pakai kawat.
Rangkaiannya sudah selesai, tinggal dirakit.
Ini kita masukkan dulu.
Sudah selesai, tinggal dirapikan.
Dan setelah semua proses tadi, hasilnya kurang lebih seperti ini.
Mantap sekali kan?
Cara bikinnya sangat mudah.
Ini adalah solder derurat yang bisa kalian gunakan ketika solder utama sedang bermasalah.
Jadi ketika banyak kerjaan, solder utama tidak bisa dipakai.
Entah itu rusak ataupun listrik sudah mati.
Jadi solder ini sebagai penggantinya.
Karena bisa kita nyalakan dengan tegangan 12V DC.
Contohnya, dari aki motor.
Ini kan cuma 12V, tapi masih bisa kita pakai untuk menyalakan solder satu ini.
Oke, saya jelaskan sedikit untuk skema yang saya pakai di video kali ini.
Ini kan ada dua kabel.
Ini tidak ada polaritas, kanan dan kiri bisa dibolak balik untuk cara penyambungannya nanti.
Positif dan negatifnya terserah.
Jadi untuk yang ini, terhubung ke lempengan yang samping.
Untuk yang ujung, terhubung ke paling ujung.
Dan ini, tidak boleh menempel ke sini.
Oke, jadi ini jalurnya terpisah.
Makanya di sini saya ganjal, pakai selangsung tahan panasnya tadi.
Jadi nanti panasnya akan terkumpul pada karbon arang.
Oke, simpel sekali kan?
Langsung saja kita tes.
Kali ini untuk inputnya, saya memanfaatkan aki motor.
Kemudian tinggal dicepit.
Saya memanfaatkan jepit buaya.
Untuk positif dan negatifnya terserah, bisa dibolak balik.
Bebas.
Untuk kabel akinya, saya ukur dulu.
Oke, akinya masih bagus, 12V.
Jadi tinggal kita jepitkan saja.
Ini bisa dibolak balik untuk penjepitannya.
Ini sengaja saya naikkan sedikit, biar tidak saling menempel.
Jadi yang satunya di bawah.
Oke, kita lihat bagian ini.
Dia pasti akan panas.
Nah, berasap ya kan?
Dia langsung panas.
Jadi langsung bisa kita gunakan untuk menyolder.
Contohnya seperti ini.
Timah langsung bisa leleh.
Oke.
Dan karbon arang ini awet.
Dia tidak mudah aus.
Mantap sekali kan?
Setelah saya tunggu beberapa menit,
ini memang panas, tapi kawatnya kalah.
Ini tadi saya pakai terlalu kecil.
Jadi bisa dibesarkan atau bisa diikat lagi, ditambahkan.
Ini sudah saya bersihkan.
Kabelnya jadi menyisakan hanya satu.
Dan mau saya ganti pakai kabel engkel.
Harusnya ini lebih kuat.
Saya lilitkan di bagian ujung.
Saya rakit seperti ini.
Jadi sekarang untuk ujung tembaganya, sekalian saja saya buat untuk mata solder.
Karena tembaganya ini bisa menempel timah dan bisa mengantarkan panas lumayan mantap.
Sekarang kita jepit ulang.
Kita lihat seperti apa hasilnya.
Oke, kita tunggu panas.
Harusnya sebentar saja sudah panas.
Nah, mantap sekali kan?
Langsung leleh timahnya.
Tidak sampai satu menit.
Timah langsung cair.
Ini super panas.
Kalau ke sebelah sini, ini juga panas.
Tapi tidak bisa menyimpan panas dia.
Kalau tembaga, dia bisa menyimpan panas.
Jadi panasnya lebih stabil di tembaga.
Sekarang coba saya gunakan untuk menyolder PCB.
Oke, sangat nyaman sekali.
Oke teman-teman, mungkin cukup sekian dulu video terbaru dari Inspirasiusa kali ini.
Semoga video kali ini bermanfaat.
Jika kalian suka dengan video-video dari Inspirasiusa, kalian bisa klik tombol like yang ada di bawah.
Dan jangan lupa juga tekan tombol subscribe agar tidak ketinggalan video-video menarik dan terbaru dari Inspirasiusa yang lainnya.
Terima kasih sudah menonton.
See you next video.
