Berita Falun Dafa Seluruh Dunia - 26 Oktober 2026

Minghui Indonesia
775 pengikut
7 Tayangan video·26 Okt 2026
Praktisi Falun Dafa berpartisipasi dalam Parade Jalanan Karnaval Seni Tamsui di Kota New Taipei, Taiwan, pada 3 Oktober 2026. Barisan parade meliputi Tian Guo Marching Band dan praktisi yang mengenakan busana Tiongkok kuno.
Lebih dari 10.000 penonton berbaris di rute parade, yang meliputi jalan bersejarah dan kawasan komersial.
•Ikuti kami di media sosial
Link podcast : https://bit.ly/4iBh3XH
Ganjing World : https://ganjing.b3355.xyz/s/YaE2aAXErz
Youtube : https://youtube.com/@minghuiindonesia?si=4ctp2mjBzxfmjRf0
Facebook : https://www.facebook.com/minghuiindonesia
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Halo pendengar sekalian, selamat datang di Berita Falun Gong.
Berita dilaporkan langsung dari Tiongkok dan seluruh dunia,
dari situs web Minghui.
Berita Minggu ini.
Taiwan, praktisi Falun Tafa tampil dalam parade karnaval seni Tamsui.
Praktisi Falun Tafa berpartisipasi dalam
parade jalanan karnaval seni Tamsui
di kota New Taipei, Taiwan pada 3 Oktober 2026.
Barisan parade meliputi Tien Kuo Marching Band dan
praktisi yang mengenakan busana Tiongkok kuno.
Lebih dari 10.000 penonton berbaris
di rute parade yang meliputi jalan bersejarah dan kawasan komersial.
Praktisi yang mengenakan busana Tiongkok kuno
membagikan suvenir dengan tulisan Falun Tafa baik.
Seorang turis dari Amerika Serikat mengatakan ini
adalah pertama kalinya dia mengetahui Falun Tafa
dan dia akan berbagi informasi tersebut dengan keluarganya.
Banyak penonton berkomentar bahwa marching band ini mengesankan.
Gerakan para anggota tersinkronisasi dan musiknya sangat kuat.
Chu dan keluarganya menonton parade dan dia berkata
bahwa dia menikmati penampilan Tien Kuo marching band.
Setelah mengetahui bahwa anggota marching
band tersebut berlatih Falun Tafa,
dia dengan gembira berkata,
Terima kasih telah memberitahu saya hal ini. Terima kasih.
Dia menyatakan dukungannya terhadap praktisi yang dianiaya di Tiongkok
dan mengagumi bagaimana mereka bisa tetap bersikap baik.
Lu, seorang mahasiswa, berkata,
marching band ini memiliki skala dan semangat yang agung.
Pertunjukannya sangat kuat, penuh semangat, dan sangat menyentuh.
Dia berkata bahwa masyarakat Taiwan membutuhkan prinsip Zhen Shan Ren
atau sejati, baik, sabar, dan masyarakat harus mendukung kebaikan,
tidak mengikuti arus, dan mengambil sikap tegas.
Dia menyuarakan dukungan bagi praktis yang
teguh menjunjung prinsip-prinsip Falun Tafa.
Zhen Shan Ren, sejati, baik, sabar.
Ini adalah pertama kalinya Li, seorang guru,
melihat Tien Kuo marching band tampil.
Dia berkata, marching band ini besar dan menakjubkan,
musiknya kaya dan mendalam.
Chen, seorang ibu rumah tangga, berkata bahwa masyarakat
membutuhkan kesabaran dan harus bertoleransi satu sama lain.
Dia juga mengatakan seluruh dunia memerlukan kebebasan
beragama dan masyarakat harus saling menghormati.
Lou, seorang pegawai pemerintah,
mengatakan masyarakat perlu memiliki Zhen Shan Ren atau sejati baik
sabar dan orang-orang harus bertoleransi dan membantu satu sama lain.
Dia berkata, hanya dengan begitu orang
dapat menjalani kehidupan yang baik.
Kebebasan berkeyakinan adalah hal yang
didambakan oleh orang-orang di seluruh dunia.
San Diego
Praktisi diundang untuk memperkenalkan Falun Tafa di acara komunitas.
Saya menghargai nilai-nilai yang dibawa Falun Tafa bagi dunia.
Ujar Susan Kambata,
Direktur Layanan Kesehatan Mahasiswa di San Diego Mesa College
Para praktisi di San Diego diundang untuk memperkenalkan
Falun Tafa dalam beberapa acara komunitas
setempat pada awal bulan September dan Oktober.
Mereka memperagakan latihan dan mengajarkan
perangkat latihan kepada masyarakat.
Praktisi diundang untuk berpartisipasi dalam Rooted in Good Health,
sebuah pameran kesehatan yang diadakan
di San Diego Mesa College pada 23 September.
Kambata menghubungi praktisi melalui situs web
Falun Tafa beberapa bulan sebelum acara tersebut
dan mengundang mereka untuk berpartisipasi.
Ia mengatakan bahwa ia telah mendengar tentang Falun
Tafa lebih dari satu dekade yang lalu dan mengundang
praktisi untuk ambil bagian dalam pameran kesehatan kampus
agar lebih banyak orang bisa mendapatkan manfaatnya.
Kambata menempatkan stand Falun Tafa
di antara stand-stand yang berjajar di area rumput dan ia
meminta praktisi untuk memperagakan serta mengajarkan latihan.
Seorang mahasiswa mengatakan bahwa ia baru saja mengikuti
kelas meditasi dan sangat tertarik dengan Falun Tafa.
Ia kemudian mempelajari latihan tersebut.
Seorang mahasiswa asal Filipina mengatakan bahwa neneknya
di kampung halaman berlatih Falun Tafa.
Neneknya pernah bercerita tentang latihan spiritual tersebut,
namun ia tidak memahaminya dan mengira neneknya berlatih yoga
Setelah praktisi menjelaskan tentang Falun Tafa kepadanya,
ia berkata dengan antusias
Benar sekali, itulah yang dilakukan nenek saya,
saya akan memberitahunya saat saya pulang nanti,
mungkin saya bisa berlatih bersamanya
Seorang mahasiswi asal Tiongkok berbincang dengan praktisi
Ia mengatakan bahwa ia memperoleh pemahaman yang lebih jelas
mengenai sepak terjang jahat PKT setelah diterapkannya
kebijakan ekstrim zero-COVID oleh resim selama masa pandemi.
Ia menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari Falun
Tafa dan ingin bergabung dengan tempat latihan setempat.
Praktisi diundang untuk berpartisipasi dalam perayaan
festival pertengahan musim gugur yang diselenggarakan
oleh sebuah klub Hong Kong setempat dan kelompok
komunitas Vietnam pada 19 September dan 3 Oktober.
Mereka memperagakan perangkat latihan
di atas panggung dan beberapa penonton turut mengikutinya.
Nguyen, seorang tokoh komunitas Vietnam, berkata,
Falun Tafa adalah bentuk latihan kultifasi yang indah,
serta menciptakan suasana yang sangat damai dan menyenangkan.
Terutama di tengah masyarakat kita saat ini, saya semakin
menghargai Falun Tafa dan suasana yang penuh ketenangan tersebut.
Wanita asal Guiyang diponis 4 tahun
penjara karena berlatih Falun Gong.
Seorang wanita di kota Sunyi, Provinsi Kuichou,
dijatuhi hukuman 4 tahun penjara setelah ditangkap
pada tahun 2023 akibat keyakinannya pada Falun Gong.
Demikian informasi yang baru-baru ini diperoleh Minghui.org.
Liu Tegun, yang berusia 60-an tahun, awalnya ditangkap pada awal
Maret 2023 karena membagikan materi informasi Falun Gong dan
berbicara kepada orang-orang mengenai penganiayaan tersebut.
Petugas dari kantor polisi Simatan dan kantor keamanan
domestik distrik Honghuakang menggeledah rumahnya
Ia sempat ditahan di pusat penahanan sementara nanpai selama 15 hari
Liu kembali ditangkap pada 9 Mei 2023
Juga karena berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong
Ia ditahan di pusat penahanan kedua kota Chunyi
Dan dicatuhi hukuman 4 tahun penjara pada waktu yang tidak diketahui
Saat ini ia sedang menjalani masa hukumannya
di penjara monita pertama Provinsi Guizhou.
