Angin dingin bertiup kencang, tiga pangeran pergi mengambil kayu bakar! 🔥 Hmm… dari mengumpulkan kayu bakar apa bisa mengetahui yang mana calon rajanya?!👑 Ayo para ibu, jangan lewatkan kisah yang penuh inspirasi dengan akal budi dan keberanian, agar anak sejak usia dini, belajar mengamati-berpikir dan mengambil keputusan. 🤔️ Cerita ini diadaptasi dari “Sejarah Dinasti LIAO”, raja dalam cerita tersebut adalah Yelu Abaoji, dia menyatukan berbagai suku, mendirikan dinasti LIAO, di tahun 916 mendeklarasi diri sebagai Kaisar. Pangeran ke 2 dalam cerita adalah Yelu Deguang, yang tak lain adalah Kaisar Taizong dari LIAO.
*** 🍄 Cerita kami bukan sekadar cerita, puisi kami juga bukan sekadar rangkaian kata. Ibarat percakapan sambil saling menatap, setiap kisah kami selipkan dengn panduan yang lembut. Mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar. Dan menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli. Siao Shu Bao hadir menanamkan benih Asah-Asih-Asuh. Menjadi ruang bagi anak-anak untuk ber-imajinasi sekaligus belajar mengelola emosinya. Seorang asisten yang baik membawa pengaruh halus pada karakter dan nilai moral. Sehingga selain mendukung proses pendidikan anak. Siao Shu Bao juga menjadi sarana interaktif yang hangat bagi orang tua dan anak, serta bagi guru dan murid.
Adik-adik, janji ya, habis dengar cerita ini, bubuk ya.
Pada suatu kali, seorang raja mengajak putranya berburu.
Cuaca sangat dingin.
Kiupan angin utara berhumus.
Wajah tiga panggaran merah karena kedinginan.
Dingin, dingin sekali.
Hari sudah gelap, mereka masuk ke dalam tenda.
Para prajurit sudah menyalakan tungku api di dalam tenda terasa hangat dan nyaman.
Mereka merapatkan tubuh ke dekat perapian, menggosok-gosok tangan.
Oh, sungguh hangat.
Sekeluarga raja mengelilingi perapian dan makan malam.
Setelah perut kenyang makan dan minum, raja mengamati tiga orang putranya.
Bertanya dalam hati.
Di antara mereka, siapa yang cocok kuangkat sebagai putra makota?
Sebaiknya aku cari kesempatan menguji mereka.
Tepat saat itu, api di tungku perlahan-lahan mulai melemah.
Remain suri ingin memanggil prajurit mencarikan kayu bakar.
Raja segera menjaga dan berkata,
Cuaca begini dingin.
Permain suri tak mengerti mengapa menyuruh pangeran mencari kayu.
Pangeran bungsu menatap ibu ratu berharap bunda ratu menyuruhnya tinggal.
Ia enggan keluar mencari kayu.
Namun raja menatapnya dengan pandangan tegas.
Sana, pergi bersama kakak.
Pangeran kedua bantu merapikan pakaian kulit adiknya.
Tiga bersaudara keluar bersama-sama.
Ketika tirai tenda dibuka,
Wah, angin dingin seakan menusuk pulang.
Tiga pangeran menduk mendekat terat jubah kulit mereka masing-masing,
membawa lengtera keluar dengan langkah berat.
Pangeran sulung melangkah lebar tanpa menengok ke belakang.
Untuk mendapat kayu bakar kering, harus berpacu dengan waktu.
Pangeran kedua menuntun adiknya menembus semak-semak ke arah hutan.
Baru sebentar, pangeran bungsu sudah merasa
langkah berat berjalan di tengah malam yang turun salju.
Ia melepas cengkeraman tangan kakaknya.
Ia pergi mencari kayu bakar sendirian.
Dalam tenda kini hanya ada raja dan permain suri.
Barak api ditunggu, tidak lagi sepanas sebelumnya.
Permain suri duduk terdiam dalam suasana hening.
Akhirnya ia membuka mulut.
Angin dan salju sangat kencang.
Serigala liar pula, para pangeran anakku.
Apakah mereka akan bertemu bahaya?
Raja diam saja tidak menanggapi pembicaraan permain suri.
Raja dan permain suri tidak bicara,
duduk berdampingan menunggu ketiga pangeran kembali
dan membawa kayu bakar.
Gintu tenda dibuka dari luar.
Siapa itu?
Oh, masuk pangeran bungsu.
Ia melempar semua kayu bakar basah ke lantai,
lalu ia berteriak.
Bunda, ratu, di luar dingin sekali.
Melihat ini, raja menggelengkan kepalaannya.
Tak lama pangeran kedua juga pulang dengan setidak kayu bakar.
Ada sebagian basah, sebagian lagi kering.
Raja menerutkan alis dan bertanya.
Mengapa kayu bakar basah kau bawa pula?
Bersamaan mata permain suri tertuju ke pakaian pangeran.
Ia bertanya, apa yang terjadi?
Mengapa pakaianmu berlubang sebesar itu?
Pangeran menjawab hanya sepatah kata.
Bunda, ratu, jangan khawatir.
Secepatnya ia menambahkan kayu bakar ke tungku perapian.
Api di tungku yang sudah hampir padam langsung hush.
Api berkobar kembali dan mengeluarkan suara letupan.
Ratu, ratu, ratu.
Pangeran kedua memisahkan kayu basah
dan ditempelkan dekat perapian dalam tungku.
Ia baru menceritakan pengalamannya.
Ternyata benar, pangeran telah bertemu serigala liar.
Untungnya serigala lari kesakitan tertusuk diri semak luka.
Pakaian pangeran juga robek, namun ia selamat.
Mendengar pengalaman putranya,
permain suri berteriak haru sambil memeluk putranya.
Putraku syukurlah Tuhan telah menyelamatkanmu.
Sesaat kemudian kirai terbuka, pangeran sulung juga sudah kembali.
Ia membawa banyak sekali kayu bakar yang dia bawa semuanya kayu bakar kering.
Sekarang tidak perlu lagi khawatir kekurangan kayu bakar.
Raja permain suri dan ketiga pangeran pergi istirahat selesai menghangatkan badan.
Raja baru menjelaskan ketika beristirahat.
Apa tujuan meniru pangeran mencari kayu bakar?
Permain suri mulai paham dan ingin tahu.
Apa yang telah raja lihat dari kejadian hari ini?
Raja bercerita.
Pangeran bungsu hanya membawa pulang sedikit kayu basah.
Menunjukkan kerja seorang yang ceroboh dan malas.
Permain suri mengangguk setuju.
Pangeran bungsu terlalu manja tidak tahan susah.
Raja meneruskan analisanya.
Kayu bakar yang dibawa pangeran sulung semua kering.
Bertanda ia bersifat hati-hati dan waspada.
Namun waktu yang dihabiskan terlalu panjang.
Kemungkinan kayu baru datang ketika api sudah padam.
Bagaimana dengan pangeran kedua?
Permain suri lanjut bertanya.
Raja berkata sambil mengelus janggutnya.
Ia menambahkan kayu agar api tidak padam.
Lanjut baru mengeringkan kayu yang basah.
Artinya ia tahu prioritas dan urgensi menghadapi masalah.
Ia lolos dari serigala.
Artinya cerdas dan berani.
Sebelum berangkat saya lihat ia memakaikan adiknya pakaian hangat.
Jelas ia menyayangi saudara-saudaranya.
Jika ia mewarisi tata kerajaan, saya yakin ia akan menjadi raja yang baik.
Seperti yang diduga setelah dewasa dan mewarisi tata,
pangeran kedua dicintai dan dihormati rakyat.
Di kemudian hari menjadi seorang raja yang baik dan bijaksana.
Selesai sudah cerita kali ini.
Bunyi kayu ditunggu api musim dingin terasa hangat dan nyaman.
Angin utara yang dingin perlahan-lahan sudah meredah.
Mulan pun sudah tertidur.