Liu Ji Bowen, adalah seorang ahli strategi militer, politikus, dan penulis yang luar biasa di akhir dinasty Yuan dan awal Ming (1 Juli 1311-16 Mei 1375). Mari kita lihat tiga nubuatan utama di masyarakat Tiongkok, masing-masing adalah "Nyanyian Shaobing", "Prasasti Menara Jinling", dan "Prasasti Penyelamatan Kesengsaraan".
"Prasasti Penyelamatan Kesengsaraan" Liu Bowen juga dikenal sebagai "Prasasti Liu Bowen di Gunung Taibai, Propinsi Shaanxi." Nubuatan ini muncul kembali setelah terjadi sebuah gempa bumi.
"Prasasti Liu Bowen" berasal dari Gunung Taibai di provinsi Shaanxi. Dikatakan bahwa dalam gempa bumi yang terjadi lebih dari 20 tahun yang lalu, dinding batu runtuh dan orang-orang menemukan prasasti tersebut. Munculnya prasasti dengan cara ini sudah cukup menggemparkan orang-orang, dan prasasti ini bahkan mencatat prediksi yang mencengangkan yakni “Ketika Tahun Babi dan Tikus tiba, bencana besar akan menimpa dunia.”
Salam semuanya.
Jumpa lagi di channel Mata Ketiga yang mengajak Anda memandang dunia dari sisi lain.
Hari ini kami akan membawa Anda melihat orang bijak dari Tiongkok yang sangat terkenal,
iaitu Liu Bowen.
Selamat menonton.
Liu Chi Bowen
adalah seorang ahli strategi militer, politikus,
dan penulis yang luar biasa di akhir dinasti Yuan dan awal Ming.
1 Juli 1311 hingga 16 Mei 1375.
Mari kita lihat tiga nubuatan utama di masyarakat Tiongkok.
Masing-masing adalah
Nyanyian Shaoping,
Prasasti Menara Jinling, dan Prasati Penyelamatan Kesengsaraan.
Prasati Penyelamatan Kesengsaraan Liu Bowen juga dikenal sebagai Prasati Liu Bowen di Gunung Taipai,
Provinsi Shaanxi.
Nubuatan ini muncul kembali setelah terjadi sebuah gempah bumi.
Prasati Liu Bowen berasal dari Gunung Taipai di Provinsi Shaanxi.
Dikatakan bahwa dalam gempah bumi yang terjadi lebih dari 20 tahun yang lalu,
dinding batu runtuh dan orang-orang menemukan prasati tersebut.
Munculnya prasati dengan cara ini sudah cukup menggemparkan orang-orang,
dan prasati ini bahkan mencatat prediksi yang mencengangkan yakni,
ketika tahun babi dan tikus tiba,
bencana besar akan menimpa dunia.
Pada video mata ketiga ini,
kita coba melihat salah satu nubuat Liu Bowen.
Prasati Liu Bowen di Gunung Taipai, Provinsi Shaanxi
disingkat dengan Prasati Liu Bowen.
Sekitar tahun 2013 ketika terjadi wabah SARS,
nubuat ini mulai populer di internet.
Ketika itu,
hal-hal yang mengerikan belum datang,
maka orang-orang masih tidak terlalu mempercayainya.
Namun ketika wabah Corona Wuhan muncul,
nubuat ini meledak lagi menimbulkan perhatian orang.
Hal ini disebabkan apa yang dikatakan dalam nubuat ada yang sudah terbukti
atau sebagian sedang terjadi.
Selain itu,
dalam menghadapi wabah ini,
semua orang tidak dapat menghindar,
semua orang terlibat,
karena siapapun tidak tahu bahwa berikutnya mungkin dirinya juga akan tertimpa.
Semua orang berusaha keras agar dirinya,
keluarganya,
bisa terhindar dari malapetaka ini.
Hari ini kita coba lihat apa yang tertulis dalam nubuat Liu Bowen.
Rahasia apa yang tersimpan di dalamnya
agar kita bisa mendapat jawaban dalam benak kita.
Bila Anda punya pendapat lain,
silakan tulis dalam komentar untuk kita berbagi.
Nubuat ini menulis beberapa poin untuk dipelajari
dari beberapa inspirasi yang dapat dipetik dari prasasti Liu Bowen di Gunung Taipai, Saansi.
1. Wabah kali ini terutama ditujukan kepada orang jahat dengan karma berat
dan orang baik dapat bertahan.
Jika pada waktu dapat mencampakkan kejahatan dan menuju kekebaikan,
maka orang ini juga memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.
2. Ada seorang suci yang menyebarkan dharma secara luas di dunia
dan telah dengan jelas menujukan namanya.
3. Setelah wabah penyakit benar-benar berakhir,
orang-orang yang selamat waktu itu adalah orang yang tulus dan baik,
orang-orang saat itu sangat bahagia.
Sebagian dari nubuat ajaib ini telah terwujud.
Di bawah ini kami mencoba mengupas secara lengkap nubuatan itu
dari kalimat demi kalimat sesuai dengan pemahaman dan referensi kami.
Dalam tanda petik adalah ramalan aslinya.
Berikut ini adalah nubuat lengkap prasasti Liu Bowen.
Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kira-kira sebagai berikut.
Langit bermata, bumi pun bermata.
Setiap orang memiliki sepasang mata.
Langit dibalik, bumi juga dibalik.
Bebas tanpa beban, pikiran dan kebahagiaan tak ada batasnya.
Yang miskin 10.000 tinggal 1.000,
yang kaya 10.000 tinggal 2 atau 3.
Jika si miskin dan si kaya tidak mau mengubah sikap,
lihatlah masa kematian sudah diambang pintu.
Di tanah dataran luas tidak ada padi-padian yang ditanami.
Berjaga di kawasan sekitar tak ada tanda-tanda kehidupan manusia bermukim.
Jika bertanya kapan wabah itu akan muncul,
lihat saja musim dingin di bulan September dan Oktober.
Mereka yang melakukan kebaikan dapat melihat sekilas,
mereka yang melakukan kejahatan tidak dapat melihat.
Ada orang di dunia yang melakukan kebaikan besar,
karena bencana ini tidak dihitung.
Ada 10 kecemasan di depan kita.
Kecemasan pertama dunia kacau.
Kecemasan kedua meninggal karena tidak ada makanan.
Kecemasan ketiga ialah hukuang mengalami suatu malapetaka besar.
Kecemasan keempat adanya isyarat asap berbahaya di beberapa provinsi.
Kecemasan kelima kehidupan rakyat tidak tenteram.
Kecemasan keenam musim dingin di antara bulan September dan Oktober.
Kecemasan ketujuh adalah walau ada makanan tapi tak ada yang makan.
Kecemasan kedelapan ada orang tapi tidak ada pakaiannya.
Kecemasan kesembilan adalah ada mayat tak ada yang mengurusinya.
Kecemasan kesepuluh ialah sulit untuk melewati tahun babi dan tikus.
Jika berhasil melewati tahun malapetaka,
baru termasuk dewa berumur panjang di dunia ini.
Sekalipun arhat yang terbuat dari besi atau perunggupun,
susah juga melewati tanggal 1 dan 13 bulan Juli.
Biarpun anda itu fajra atau arhat besi,
hanya kebaikan sejati yang bisa mempertahankan jiwa anda.
Waspadalah terhadap kesulitan semua orang,
sulit melewati langit bergejolak tahun naga dan ular.
Anak-anak terlihat seperti Chu Hongwu,
si Chuan lebih pahit dari Han Chong.
Singa besar mengaung seperti Guntur,
lebih baik daripada meratapi ratusan harimau.
Badak munculkan ekornya di belantara datar bertemu dengan binatang ganas.
Jika bertanya tentang tahun perdamaian,
bikinlah jembatan untuk menyambut Tuhan baru.
Sang Yuan Chia Chi tiba,
orang-orang akan tertawa gembira ria.
Tanyakan mengapa dia tertawa menyambut Tuhan tanah baru.
Tiga kaki di atas tabung,
tidak ada pencuri dan perampok di malam hari.
Meskipun ada rencana untuk Tuhan,
Tuhan duduk di tanah pusat dan orang-orang memanggil Tuhan.
Uang itu adalah sebuah harta,
jika dilihat dengan jelas tidak dapat digunakan.
Harta yang sesungguhnya walau bumi retak, ia juga tidak rusak.
Tujuh orang berjalan sepanjang jalan, terpikat masuk ke mulut.
Menambahkan tanda centang pada tiga titik,
delapan raja ditambah dua puluh mulut.
Semua orang tertawa bersuka ria,
semua orang selamat.
Semua orang mengesankan,
semua orang boleh menyebar luaskannya.
Ada yang mencetak untuk dibagi-bagikan,
jangan memungut biaya.
Bagi yang berbuat bajik akan terselamatkan,
dan bagi mereka yang berbuat jahat pun sulit untuk lolos.
Hormatilah langit dan bumi, dewa serta ayah dan bunda.
Hargailah tulisan di kertas dan tanaman padipadian,
ingat baik-baik dan jangan lupa.
Langit bermata bumi pun bermata,
setiap orang memiliki sepasang mata.
Interpretasi
Apa yang dilakukan manusia,
langit atau Tuhan mengetahui.
Manusia juga mengetahui,
saat ini yang baik dan jahat semua dapat balasan setimpal,
dan semua orang bisa melihat bencana itu sendiri.
Bila kita melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan prinsip-prinsip alam dan kemanusiaan,
semua akan tercatat.
Hukumannya akan menimpa,
yang baik dan jahat semua dapat balasan setimpal,
dan semua orang bisa melihat bencana itu sendiri.
Bila begitu, bagaimana dengan Wabah yang melanda sekarang?
Dalam kepercayaan tradisional Tiongkok,
Wabah memang ada dewanya.
Ia datang untuk memurnikan dunia.
Coba kita balik sejarah ketika itu
pengikut Yesus disiksa oleh kerajaan Roma.
Wabah melanda berkali-kali,
mereka tetap tidak tobat akhirnya hancurlah kerajaan Roma.
Orang-orang yang terlibat semua kena balasan setimpal.
Langit dibalik bumi juga dibalik,
bebas tanpa beban, pikiran, dan kebahagiaan tak ada batasnya.
Interpretasi
Muncul bencana besar akibat ulah manusia,
langit dan bumi porak-poranda,
mereka yang baik hati dan menuju kebaikan, kebahagiaan tak ada batasnya.
Ini berarti bahwa kekuatan jahat secara bertahap
menghancurkan konsep moralitas manusia,
menghancurkan tradisional,
menghancurkan agama,
kepercayaan, dan lain-lain.
Dunia dan langit juga dihancurkan.
Orang-orang jadi ateis sudah tidak mempercayai Tuhan.
Pikiran dan perilaku mereka tidak terkekang,
bebas dan tidak terkendali.
Yang terjadi di Tiongkok organ manusia pun dipanen paksa dan dijual
demi keuntungan dan menghancurkan keyakinan yang ada.
Melalui berbagai cara mereka menyebarkan secara luas
dan memaksakan ajaran ateis ke seluruh dunia.
Mereka bertindak sewenang-wenang tanpa mengetahui bencana dahsyat segera terjadi.
Kondisi ini yang kita lihat terutama di Tiongkok.
Virus corona melanda seluruh negeri, banjir dahsyat, dan lain-lain.
Orang yang meninggal sudah sangat banyak.
Dari nubuat Liu Bowen dikatakan,
jika tidak bertobat bencana yang lebih dahsyat segera menimpannya,
lebih dari 90 persen manusia akan tersingkirkan.
Yang miskin 10.000 tinggal 1.000,
yang kaya 10.000 tinggal 2 atau 3.
Interpretasi
Korban tewas sangat besar,
yang miskin sisa 10 persen dan yang kaya sisa 0.2 persen hingga 0.3 persen.
Jika si miskin dan si kaya tidak mau mengubah sikap,
lihatlah masa kematian sudah diambang pintu.
Interpretasi
Terlepas dari apakah itu kaya atau miskin,
jika tidak berubah sikap dan kembali ke kebaikan saat kematian akan menimpa.
Di tanah dateran luas tidak ada padi-padian yang ditanami.
Berjaga di kawasan sekitar tak ada tanda-tanda kehidupan manusia bermukim.
Interpretasi
Bencana wabah yang menimpa begitu dahsyat,
yang meninggal begitu banyak,
ini menyebabkan sawah dan ladang menjadi tandus
dan tidak ada seorang pun yang terlihat di mana-mana.
Jika bertanya bahwa kapan wabah itu akan muncul,
lihat saja musim dingin di bulan September dan Oktober.
Interpretasi
Jika Anda bertanya kapan wabah muncul,
lihat saja awal musim dingin.
Pada 29 Oktober 2019 dalam kalender Gregorian atau kalender Masahi
adalah musim dingin dimulai.
Bila kita lihat munculnya virus corona ini di Tiongkok,
pasien pertama yang didiagnosis penemunnya di Wuhan adalah pada 1 Desember 2019.
Jika dikurangin dengan perkiraan masa inkubasi 7 hingga 14 hari,
orang pertama yang terinfeksi adalah pada November 2019
yang menandakan virus menyebar lebih awal.
Danny Lucey, pakar pusat medis dari Universitas Chosneon Amerika Serikat,
yakin bahwa virus penemunnya Wuhan mulai menyebar paling awal adalah Oktober 2019.
Mereka yang melakukan kebaikan dapat melihat sekilas,
mereka yang melakukan kejahatan tidak dapat melihat.
Interpretasi
Hanya mereka yang melakukan kebaikan yang dapat melihat seluruh proses wabah,
tetapi mereka yang melakukan kejahatan tidak bisa.
Ada orang di dunia yang melakukan kebaikan besar,
kena bencana ini tidak dihitung.
Ketika wabah terjadi,
orang-orang di dunia telah melakukan perbuatan baik yang besar.
Saat ini jika melewatkan kesempatan dan kena bencana,
itu tidak dihitung dan sangat disayangkan.
Interpretasi
Masih ada 10 kecemasan di depan mata.
Kecemasan pertama, dunia kacau.
Kecemasan kedua, meninggal karena tidak ada makanan.
Interpretasi
Kecemasan pertama,
manusia dan semua masalah di dunia semuanya sudah kacau balau.
Kecemasan kedua,
banyak orang mati kelaparan karena kekurangan makanan.
Kecemasan ketiga,
yalah hukuang mengalami suatu malapetaka besar.
Kecemasan keempat,
adanya isyarat asat berbahaya di beberapa provinsi.
Interpretasi
Kecemasan ketiga,
Hunan dan Hupei mengalami bencana.
Kecemasan keempat,
asap serigala adalah asap yang mengepul saat kotoran serigala dibakar.
Pada zaman dahulu,
penjaga perbatasan menggunakan asap serigala sebagai tanda peringatan
dan juga merujuk pada perang.
Kecemasan kelima,
kehidupan rakyat tidak tentram.
Kecemasan keenam,
musim dingin di antara bulan September dan Oktober.
Interpretasi
Kecemasan kelima,
orang-orang tidak memiliki kehidupan yang damai.
Kecemasan enam,
sembilan musim dingin dalam kalender masahi
adalah mulai dari 7 November hingga akhir musim dingin pada 21 Desember.
Apa yang terjadi selama periode ini bisa membuat patah hati.
Kecemasan ketujuh,
adalah walau ada makanan tapi tak ada yang makan.
Kecemasan kedelapan,
ada orang tapi tidak ada pakaiannya.
Interpretasi
Kecemasan ketujuh,
ini mengisyaratkan pemandangan memilukan
karena terlalu banyak orang yang meninggal.
Kecemasan kedelapan,
wabah menyerang orang dengan ganas
dan sering terjadi orang yang tiba-tiba jatuh mati saat memasak atau berjalan.
Terlalu banyak mayat hingga tidak ada pakaian jenazah untuk dipakai.
Kecemasan kesembilan,
adalah ada mayat tak ada yang mengurusinya.
Kecemasan kesepuluh,
ialah sulit untuk melewati tahun babi dan tikus.
Interpretasi
Kecemasan kesembilan,
mayat yang jatuh tidak ada yang mengumpulkannya.
Kecemasan sepuluh,
dari tahun babi pada kalender lunar mulai dari 5 Februari 2016 sampai tahun tikus
yaitu 11 Februari 2021,
terjadi wabah besar dalam dua tahun ini
dan sangat menyedihkan, sangat sulit melewatinya.
Jika berhasil melewati tahun malapetaka,
baru termasuk dewa berumur panjang di dunia ini.
Interpretasi
Jika seseorang berhasil melewati tahun malapetaka ini,
dia bisa dianggap sebagai dewa umur panjang di dunia.
Sekalipun arahat yang terbuat dari besi atau perunggu pun susah juga melewati tanggal 1 dan 13 bulan Juli.
Interpretasi
Sekuat apapun tubuh Anda,
sangat sulit melewati 1 Juli hingga 13 Juli kalender lunar
dari 19 Agustus hingga 31 Agustus dalam kalender masehi.
Biarpun Anda itu fazrah atau arhat besi,
hanya kebaikan sejati yang bisa mempertahankan jiwa Anda.
Interpretasi
Tidak peduli seberapa kuat tubuh Anda,
hanya kebaikan sejati yang dapat selamatkan hidup Anda.
Waspadalah terhadap kesulitan semua orang,
sulit melewati langit bergejolak tahu naga dan ular.
Interpretasi
Berhati-hatilah dan waspadah terhadap hari-hari sulit bagi semua orang.
Setelah masa-masa sulit dari tahun babi 2019
dan tahun tikus 2020 harus melewati 3 tahun lagi,
yaitu tahun sapi 2021,
harimau 2022,
kelinci 2023,
sampai tahun naga 2024,
dan ular 2025 akan ada kejutan kegembiraan yang mengguncang bumi.
Anak-anak terlihat seperti Chu Hongwu.
Interpretasi
Anak-anak digunakan seorang anak sebagai metafora
untuk seorang anak laki-laki berusia 18 tahun.
18 dalam karakter mandarin adalah 18,
karakter mandarin anak adalah anak.
Bila digabungkan adalah karakter li,
margaknya li, sama seperti Chu Hongwu.
Chu Hongwu adalah kaisar Chu Yuan Chang.
Ia kaisar pendiri dinasti Ming,
berkuasa dari 1368 hingga 1398.
Ketika Chu Hongwu masih kecil sangat miskin,
mengembalakan ternak untuk tuan tanah.
Pada tahun 1367,
Chu Hongwu memimpin pasukan menuju utara dengan moto,
mengusir suku Hun dan memulihkan Tiongkok,
dan kekuasaan dinasti Yuan di Tiongkok berhasil diakhiri.
Chu Hongwu kemudian menentramkan berbagai wilayah
dan berhasil menyatukan negeri Tiongkok.
Orang suci bermargak li yang muncul ibarat Chu Hongwu
untuk menyelamatkan makhluk hidup di dunia.
Si Chu Wan Lebih Pahit Dari Han Chong
Interpretasi
Han Chong, wilayahnya berada di barat Daya Saansi.
Tempat ini secara strategis selalu menjadi tempat yang penting dalam sejarah Tiongkok
dan juga merupakan medan pertempuran bagi ahli strategi militer
hingga menjadi fokus pertikaian dalam perang kuno.
Si Chu Wan adalah pangkalan uji coba nuklir penting
dan sejumlah besar industri militer terkonsentrasi di wilayah tersebut.
Akan terjadi bencana dasar di Provinsi Saansi yang akan lebih menderita
daripada bencana alam dan bencana akibat ulah manusia di Saansi.
Singa besar mengaung seperti guntur, lebih baik daripada meratapi ratusan harimau.
Interpretasi
Singa adalah raja dari semua binatang dan memiliki status tertinggi,
digunakan sebagai metapora untuk dewa.
Raungan singa mengejutkan dan keras
dan digunakan sebagai metapora untuk penyebaran dharma dewa yang agung.
Ratusan harimau diibaratkan sebagai semua kejahatan dan kepalsuan
mulai berduka dan mati karena munculnya sang dewa.
Badak munculkan ekornya di belantara datar bertemu dengan binatang ganas.
Interpretasi
Dalam Dongeng dikatakan bahwa badak dijatuhkan oleh dewa dari langit ke dunia fana.
Badak memandang bulan dan bermimpi untuk kembali ke kerajaan surga.
Bertemu singa ganas di belantara datar
berarti bertemu dengan seorang guru yang mengajar dharma di dunia manusia fana.
Orang yang baik hati teringat bahwa mereka datang dari surga,
jadi mereka seperti badak yang memandang bulan,
ingin kembali ke jati diri yang sejati mereka dan kembali ke dunia surgawi mereka sendiri.
Jika bertanya tentang tahun perdamaian,
bikinlah jembatan untuk menyambut Tuhan baru.
Interpretasi
Jika Anda bertanya kapan tahun perdamaian akan tiba,
bangun jembatan bagus untuk menyambut kembalinya pemilik baru.
Sang Yuan Cia Chi tiba, orang-orang akan tertawa gembira ria.
Interpretasi
Itu harus menunggu sampai tahun Sang Yuan Cia Chi,
yaitu pada 30 Januari 2044 dalam kalender Masehi.
Saat itu semua orang tertawa gembira.
Tanyakan mengapa dia tertawa? Menyambut Tuhan Tanah Baru.
Interpretasi
Tanyakan mengapa orang-orang tertawa?
Mereka mengatakan itu karena mereka demi manusia dunia menyambut pemilik baru.
Tiga kaki di atas tabung, tidak ada pencuri dan perampok di malam hari.
Interpretasi
Ada kedamaian di langit dan di bumi,
dan tidak ada pencurian atau perampok di malam hari.
Meskipun ada rencana untuk Tuhan,
Tuhan duduk di Tanah Pusat, dan orang-orang memanggil Tuhan.
Interpretasi
Meskipun hanya dominasi ideologis dan spiritual,
Sang Guru duduk di Tiongkok tetapi orang-orang memanggilnya Tuhan.
Uang itu adalah sebuah harta.
Jika dilihat dengan jelas tidak dapat digunakan,
harta yang sesungguhnya walaupun bumi retak, ia juga tidak rusak.
Interpretasi
Orang mengatakan bahwa uang adalah harta,
tetapi begitu Anda melihatnya jelas, uang itu tidak ada apa-apanya.
Uang tidak dapat lagi memainkan peran apapun.
Jika itu adalah harta sungguhan,
walaupun langit runtuh, bumi mengganga juga tidak akan rusak.
Mengkultivasi hati menuju kebaikan adalah harta yang nyata,
dan uang tidak dapat dibandingkan.
Tujuh orang berjalan sepanjang jalan terpikat masuk ke mulut.
Menambahkan tanda centang pada tiga titik,
delapan raja ditambah dua puluh mulut.
Interpretasi
Ini mengacu pada tiga kata sejati baik dan sabar.
Kata aslinya,
Tujuh orang berjalan sepanjang jalan terpikat masuk ke mulut.
Menambahkan tanda centang pada tiga titik,
delapan raja ditambah dua puluh mulut.
Urayan
1. Tujuh orang berjalan sepanjang jalan,
karakter mandarin tujuh adalah
Berjalan sepanjang jalan adalah
Terpikat masuk ke dalam mulut
Karakter mandarin mulut adalah
Terpikat masuk ke dalam mulut adalah
Jika digabungkan menjadi kata, sama dengan,
cenen artinya sejati.
2. Delapan raja dua puluh mulut
Delapan dalam karakter mandarin adalah
Raja dalam karakter mandarin adalah
Dua puluh dalam karakter mandarin adalah
Mulut dalam karakter mandarin adalah
Jika simbol di atas digabungkan menjadi baik,
san, dalam karakter mandarin artinya baik.
3. Menambahkan tanda centang pada tiga titik
Tiga titik
Karakter centang dalam mandarin
Dapat dipecah menjadi
Jika bentuk di bawah ini tambah satu sama dengan
Jika simbol di atas digabungkan sama dengan
Dalam karakter mandarin adalah bacanya ren,
Menanggung artinya sabar.
Jika tiga karakter tersebut digabungkan adalah
Cen Sandren artinya sejati, baik, sabar.
Sejati, baik, dan sabar adalah prinsip pedoman Falun Dafa
Semua orang tertawa bersuka ria
Semua orang selamat
Semua orang mengesankan
Semua orang boleh menyebarluaskannya
Ada yang mencetak untuk dibagi-bagikan
Jangan memungut biaya
Interpretasi
Orang yang menyukai sejati, baik, sabar
Semua orang bahagia dan aman
Setiap orang dapat membaca tiga kata
Sejati, baik, sabar
Dan setiap orang dapat menyebarkannya
Jika ketiga karakter ini dicetak dan disebarkan
Mohon tidak mengenakan biaya
Bagi yang berbuat bajik akan terselamatkan
Dan bagi mereka yang berbuat jahat pun sulit untuk lolos
Interpretasi
Mereka yang berbuat baik bisa terselamatkan
Tapi yang berbuat jahat tidak bisa lepas dari balasan setimpal
Hormatilah langit dan bumi, dewa, serta ayah dan bunda
Hargailah tulisan di kertas dan tanaman padipadian
Ingat baik-baik dan jangan lupa
Interpretasi
Orang harus menghormati langit, bumi, dewa, dan orang tua
Menghormati dan menghargai buku surga dan makanan
Ingat baik-baik dan jangan lupa
Nubuat yang begitu misterius seperti ini
Peristiwa yang telah terjadi telah menunjukkan keakuratannya
Ketika maha hukum dengan standar moralitas tinggi
Yang belum pernah terlihat sebelumnya dan tidak akan ada lagi penyebarannya di dunia
Diharapkan lebih banyak orang akan memahami
Hanya dengan membuka hati pada sejati, baik, dan sabar
Dan menekatkan moralitas
Kita baru dapat melewati bencana besar yang telah menimpa dunia ini
Serta penimpaan gelombang bencana yang berliku-liku