Kisah Inspiratif: Sekantong Makanan Gratis Setiap Hari
Seringkali kita mudah untuk menghakimi orang lain, tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya dibalik perbuatan yang dilakukan orang tersebut. Oleh karena itu kita bisa lebih bijak dan tidak gegabah dalam menilai orang lain. Tindakan-tindakan baik yang sederhana dan konsisten akan memberikan dampak yang mendalam bagi orang yang menerimanya terlebih tindakan itu adalah tulus tanpa pamrih.
Sekantong makanan gratis setiap hari.
Saya adalah seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai penjaga rumah milik seorang pria kaya.
Setiap hari, bos saya selalu mengendari mobil mewah.
Dan saya bertugas untuk membukakan pintu mobilnya.
Setiap kali saya membukakan pintu mobilnya, saya selalu menyapanya.
Namun, dia tidak pernah membalas sapaan saya satu kalipun.
Suatu hari, dia melihat saya di dapur mencari sisa makanan.
Saya berhasil mendapatkan sedikit.
Dan bos saya melihatnya.
Tapi, seperti biasa, dia tidak berkata apa-apa sama sekali.
Kesokan harinya, saya melihat sekantung makanan di meja dapur rumah bos saya.
Terbungkus rapi.
Makanan-makanan itu tampak bersih dan segar seperti makanan yang baru saja ditaruh.
Saya pikir seseorang telah melakukan kesalahan dan lupa akan makanan yang baru saja dibeli.
Tanpa pikir panjang, saya pun mengambil sekantung makanan tersebut dan membawanya pulang.
Kejadian yang sama terus berulang setiap hari.
Saya terus berpikir siapa orang ceroboh yang telah melakukan kesalahan dengan meninggalkan makanan yang baru dibeli itu.
Suatu hari, ada kabar duka dari bos saya.
Bos saya telah meninggal.
Hari itu ada banyak tamu yang datang ke rumahnya.
Dan sejak hari itu, saya pun tidak pernah menemukan kantong makanan lagi seperti biasa di meja dapur.
Akhirnya saya merasa, dengan gaji yang sekarang, sangat sulit bagi saya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya.
Karena saya harus membeli makanan sendiri tidak seperti sebelumnya,
di mana saya selalu mendapatkan makanan gratis setiap hari.
Jadi saya pergi menemui Nyonya rumah dan berkata,
Nyonya, maaf, dengan gaji yang sekarang, saya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya.
Jadi, saya ingin meminta kenaikan gaji.
Lagipula, sudah beberapa tahun gaji saya tidak pernah bertambah.
Hah? Sudah bertahun-tahun gaji kamu tidak bertambah? Memangnya berapa gaji kamu?
Saya menceritakan prial gaji saya yang memang tidak pernah bertambah dan menyebutkan gaji yang saya dapatkan saat ini.
Nyonya rumah merasa heran, bagaimana saya bisa bertahan begitu lama dengan gaji yang sedikit itu?
Saya pun menjawab,
Begini Nyonya, sebenarnya setiap hari saya selalu menemukan sekantong penuh makanan segar.
Karena itu, saya tidak perlu membeli makanan untuk keluarga saya, sehingga gaji yang saya terima sudah cukup.
Tiba-tiba Nyonya rumah pun menangis. Saya menjadi amat terkejut dan bertanya,
Oh, ada apa Nyonya? Maaf kalau saya telah menyinggung Anda.
Tidak, tidak apa-apa. Saya hanya sedih karena baru mengetahui kemula salah satu orang yang diberi makan oleh suami saya setiap hari.
Hah? Jadi yang selama ini menaruh makanan di meja dapur?
Ya benar, suami saya yang melakukannya.
Setelah berpikir sejenak, memang betul. Saya berhenti mendapatkan makanan itu tepat setelah tuan rumah meninggal.
Saya tetap bekerja di rumah tersebut dengan gaji yang ditambah dan tetap mendapatkan makanan setiap hari.
Namun kali ini, makanan itu diantarkan oleh anak si tuan rumah.
Mirip seperti ayahnya, setiap kali saya mengucapkan terima kasih ataupun menyapanya, dia tidak pernah menjawab.
Sampai suatu hari, saya pun mengucapkan terima kasih dengan berteriak. Lalu tiba-tiba ibunya berkata,
Hei, kamu tidak perlu melakukan hal itu. Dia tidak akan bisa mendengarmu. Dia memiliki masalah pendengaran sama seperti ayahnya.
Seringkali kita mudah untuk menghakimi orang lain tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya dibalik perbuatan yang dilakukan orang tersebut.
Oleh karena itu, kita bisa lebih bijak dan tidak gegabah dalam menilai orang lain.
Tindakan-tindakan baik yang sederhana dan konsisten akan memberikan dampak yang mendalam bagi orang yang menerimanya.
Karena terlebih tindakan itu adalah tulus tanpa pamri.