EksklusifRahasia Jadi Jagoan Sejati【🌙 BulanSudahTertidur】 #小書包 #TAS KECIL

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
204 pengikut
Kisah diadaptasi dari "Penjual Minyak", salah satu cerita dalam *Guìtián Lù* karya Ouyang Xiu. Menceritakan seorang pemanah handal dan kakek penjual minyak.
Dari penjual minyak tersebut, pemanah memahami prinsip "tekun berlatih menjadi mahir", dan pemanah mampu melepas kesombongannya, sehingga menjadi seorang jagoan yang benar-benar rendah hati.
Guìtián Lù adalah catatan sejarah dan kumpulan anekdot, yang ditulis oleh sastrawan, sejarawan, negarawan dari Dinasti Song Utara, Ouyang Xiu (1007–1072).
🎒 subscribe TAS KECIL, membantu anak-anak tumbuh keterampilan melalui cerita.
#taskecil #ganjingkids #indonesiaku #ceritasebelumtidur #ceritaanak #karaktermoral #edukasi #parenting #kids #imaginasi #bedtime #stories #dongeng #dongengsebelumtidur
Buka-buka tas kecil yuk!
Selamat datang di channel Tas Kecil.
Hari ini, kita akan bercerita sebuah kisah
bagaimana menjadi jagoan sejati.
Sebuah anak panah melesat di udara,
mendarat tepat pada titik tengah sasaran.
Anak laki-laki di dekatnya memuji dengan lantang.
Kaka Chen, kau paling hebat!
Kaka yang memana bernama Chen Yao Chen.
Pendengar pujian kaka muda tertawa sambil menggaruk kepala.
Penatak bocah yang sedang bertepuk tangan dengan semangat.
Dia terlihat seperti malu-malu.
Kemudian, Chen Yao Chen berlatih sangat tegas setiap hari.
Menarik kisut, membidih, melepas anak panah.
Semakin banyak orang suka melihatnya memanah,
dia juga semakin terbiasa dengan pujian dan tepuk tangan orang-orang.
Beberapa tahun kemudian,
keterampilan memanah Chen Yao Chen lebih-lebih menjadi semakin matang sempurna.
Suatu pagi, di alun-alun sudah bergurun banyak orang.
Kecuali orang dewasa, anak-anak pun ikut bercingkir,
memanjamkan leher menunggu Chen Yao Chen memanah.
Tepat saat itu, ada selai daun melayang jatuh.
Terlintas sebuah ide di otak Chen Yao Chen.
Dia langsung mengangkat busur dan anak panah lalu membidih.
Anak panah melusat tidak hanya tepat mengenai daun yang jatuh,
bahkan memanjangkan daun pada titik tengah sasaran.
Lapangan langsung penuh dengan gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorakan.
Seorang pemuda menunjuk Chen Yao Chen berpata pada bocah di sampingnya.
Kau perhatikan, tak peduli secepat apapun gerakannya.
Ketika ia menarik busur, bahunya tidak bergetar sedikit pun.
Stabil seperti gunung. Ini baru yang namanya kung fu.
Chen Yao Chen sendiri nampaknya cukup puas.
Dengan penuh rasa bangga, ia berbalik badan,
memandangi kekaguman yang terpancar dari mata semua orang,
menikmati pujian dari semua orang kepada dirinya.
Tiba-tiba matanya tertumbuk pada seorang kakek di sudut alun-alun.
Kakek tua nampaknya tidak terpengaruh pada kehebatan
memanah Chen Yao Chen yang luar biasa.
Ia hanya duduk diam saja,
bagai tak melihat gemuruh sorak-sorai di hadapannya.
Chen Yao Chen merasa itu sangat mengherankan.
Tak dapat menahan diri, ia menghampiri kakek tua.
Ia bertanya,
-"Kakek, mohon tanya, apakah kakek tadi melihat saya memanah?"
-"Iya, saya lihat."
Chen Yao Chen bertanya lagi.
-"Jadi, menurutmu kemampuan memanahku tidak bagus?"
Si kakek berkata.
-"Anak muda, kemampuan memanahmu sangat bagus.
Namun, ini hanya tekun berlatih menjadi mahir saja."
Chen Yao Chen merasa dirinya nyaris adalah kundekar panah.
-"Apa itu tekun berlatih menjadi mahir?"
Ia mengeruhkan alis dan bertanya.
-"Apa artinya itu?"
Kakek tersenyum namun tidak berkata-kata.
Dengan tenang dan santai, menjulupkan tangan ke dalam pikulan di sampingnya.
Saat itu Chen Yao Chen baru menyadari.
Kakek tua adalah seorang penjual minyak.
Saat itu, kerumunan orang semua datang menghampiri.
Nampak si kakek tua mengeluarkan sebuah labu botol dari pikulannya.
Kemudian, ia mengeluarkan sebuah koin embaga.
Koin ditaruh di atas mulut labu botol.
Apa yang akan dilakukan kakek?
Terlihat kakek mengambil sesendok minyak dengan sendok.
Lalu, sendoknya diangkat tinggi-tinggi.
Jangan-jangan, apakah kakek mau menuang minyak begitu saja ke dalam labu botol?
Lubang mulut labu botol itu sangat kecil.
Kakek menutupnya dengan koin embaga.
Lubang persegi di koin embaga lebih kecil lagi.
Dan sendok minyak diangkat tinggi-tinggi.
Bagaimana mungkin menuang masuk dari lubang sekecil itu?
Masa kerumunan semua tidak percaya.
Seorang gadis kecil membuka lebar-lebar matanya yang bulat.
Menatap lekat-lekat ke mulut botol labu.
Terlihat minyak bagaikan benang-benang emas.
Mengalir perlahan dari atas.
Lalu masuk melewati lubang persegi koin embaga dengan akurat.
Dan minyak di sendok sudah masuk semua ke dalam labu botol.
Gadis kecil mengambil dan mengelus koin embaga.
Koin embaganya masih bersih sekali.
Dia mengangkat koin embaga di tangannya tinggi-tinggi dan berseru.
Wah, tidak ada minyak sedikit pun.
Wah, kerumunan teringin bersorak sekali lagi.
Kerasnya sorak-sorai tidak kalah dari suhu minyak.
Seseorang berseru.
Akuratnya bukan main.
Kehebatan kakek seperti menegus daun willow dari jarak seratus langkah.
Tepatnya, minyak mengalir halus menembus koin embaga.
Cenyawce pun dibuat melongo melihat itu.
Pikirnya, bagaimana kakek ini bisa memiliki bidikan yang begitu akurat?
Tepat dan mantap.
Keterampilan ini baru yang namanya kungfu sejati nih.
Ia bertanya sambil terbata-bata.
Kakek, boleh tanya bagaimana anda dapat melakukannya?
Kakek tua tertawa ringan dan berkata.
Saya hanya seorang penjual minyak.
Setiap hari harus menuangkan minyak.
Tuang-tuang.
Lama-lama jadi terlatih dan lahir.
Sesederhana begitu.
Cenyawce setengah percaya, setengah tidak percaya.
Kakek tua mengangguk-angguk.
Tidak ada rahasia spesial.
Hanya berlatih dengan tekun saja.
Cenyawce melihat mimit wajah kakek.
Biasa-biasa saja menghadapi pujian semua orang kepada dirinya.
Ia terkesan tenang dan hamba.
Tiba-tiba ia menundukkan kepalanya.
Ia ingat dirinya setelah menembakkan panah.
Hatinya dipenuhi oleh rasa bangga.
Dalam sekejap ia merasa sangat malu.
Tak lama Cenyawce mengangkat kepala.
Ia menangkupkan kedua pelapak tangan berkata pada kakek.
Terima kasih kakek atas pimpinganmu.
Ternyata Cenyawce menyadari orang yang sombong mudah berkuas diri.
Hanya orang-orang yang rendah hati baru dapat terus berusaha,
terus berlatih dan terus ada kemajuan.
Barulah kemudian menjadi sebuah pribadi yang lebih tangguh.
Inilah yang diajarkan kakek penjual minyak kepadanya.
Daun-daun pepohonan di alun-alun jatuh berkukuran.
Mereka sudah tertidur dengan nyenyak.
Cenyawce pulang dengan puas karena merasakan manfaat.
Ia sudah tertidur sambil tersenyum.
Bulan pun sudah tertidur.
