Jangan pernah menilai dan menghakimi seseorang bila Anda tidak tahu seperti apa masalah sebenarnya yang sedang dihadapi orang tersebut. Belajarlah untuk selalu bersikap baik dan ramah pada siapa saja, karena ada kalanya, satu perbuatan baik yang kita lakukan akan dapat membuat perbedaan besar bagi orang lain. -------------------
Dokter Sejati
Seorang dokter yang mendapat panggilan telepon,
terburu-buru mendatangi rumah sakit
untuk sebuah operasi darurat.
Ia pun segera menuju ke ruang unit bedah.
Di sana ia bertemu dengan ayah pasien
yang sedang mondar-mandir di lorong rumah sakit,
menunggu kedatangannya.
Ayah pasien itu langsung berteriak,
Mengapa kamu lama sekali baru tiba?
Taukah kamu nyawa putraku sedang dalam bahaya?
Apakah kamu tidak memiliki rasa tanggung jawab
sebagai seorang dokter?
Sang dokter hanya tersenyum, lalu berkata,
Maafkan saya, Pak.
Saya sedang berada di tempat lain,
tapi saya datang segera mungkin
begitu mendapatkan telepon.
Dan saat ini, saya harap Bapak bisa tenang dulu
agar saya dapat bekerja.
Ayah pasien marah, dan lalu berkata,
Tenang? Bagaimana bisa kamu meminta saya tenang?
Jika saat ini putramu sedang sekarat,
apa yang akan kamu lakukan?
Sambil tersenyum, sang dokter menjawab,
Saya akan berdoa dan memohon kepada Tuhan
untuk melindungi putra saya.
Dokter tidak dapat memperpanjang hidup seseorang,
maka bernoalah untuk kesembuhan putra Bapak,
dan kami akan melakukan segala upaya yang terbaik
dengan rahmat Tuhan.
Ayah pasien yang masih marah, lalu berkata lagi,
Mudah untuk memberi nasihat,
jika itu tidak berkaitan dengan hidup keluarga Anda.
Setelah itu, sang dokter pun pamit
dan bergegas menuju ke ruang unit bedah
dan meninggalkan ayah pasien yang masih marah tersebut.
Operasi itu pun berlangsung dan memakan waktu berjam-jam,
hingga sang ayah semakin cemas
menunggu di ruang tunggu rumah sakit.
Akhirnya, operasi pun selesai
dan sang dokter langsung menemui ayah pasien.
Ia berkata dengan gembira.
Bersyukur, Pak, operasinya berhasil.
Putra Bapak akan selamat.
Jika Bapak nanti ada pertanyaan,
tolong ditanyakan pada perawat ini.
Sebelum sang ayah sempat menanyakan apapun,
dokter sudah terburu-buru pergi.
Ayah pasien yang masih emosi,
berkata pada si perawat.
Mengapa ia begitu sombong?
Tidak bisakah ia menunggu sebentar
setelah aku menanyakan keadaan putraku?
Dengan suara lembut, perawat berkata padanya.
Maafkan dokter, Bapak.
Sebenarnya dia tidak berniat demikian.
Putranya meninggal dunia kemarin
akibat kecelakaan lalu lintas.
Saat kami memanggilnya datang
untuk operasi putramu,
sebenarnya ia sedang berada di pemakaman putranya.
Dan sekarang, ia harus bergegas pergi
untuk menyelesaikannya.
Jangan pernah menilai dan menghakimi seseorang
bila Anda tidak tahu seperti apa masalah sebenarnya
yang sedang dihadapi orang tersebut.
Belajarlah untuk selalu bersikap baik dan ramah
pada siapa saja.
Karena adakalanya,
satu perbuatan baik yang kita lakukan
akan dapat membuat perbedaan besar
bagi orang lain.