Pembaruan singkat terkait Taiwan. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, menawarkan perdamaian kepada Beijing, dalam pidato hari nasional terakhirnya. Kali ini menggambarkan “hidup berdampingan secara damai.”
Itu berarti interaksi yang bebas dan tidak terbatas antara orang-orang di kedua sisi. Tsai menambahkan kekuatan dukungan internasional terhadap Taiwan telah mencapai “ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Dia juga menegaskan kembali tugasnya untuk menjaga kedaulatan Taiwan dan cara hidup demokratisnya.
Tetap saja, meski Taiwan bernada ramah, Beijing menyebut partai yang berkuasa di pulau itu sebagai “ancaman terbesar” bagi perdamaian, pada hari Selasa.
Berbeda dengan tuduhan tersebut, mantan PM Australia, Scott Morrison mengunjungi pulau itu saat perayaan Hari Nasional Taiwan. Dia mengatakan kepada Tsai bahwa dia ingin mendukung Taiwan dalam memperkuat ketahanan terhadap ancaman keamanan apa pun.
Kunjungannya membuat marah Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, meski tidak pernah memerintah pulau tersebut. Beijing juga mengancam akan mengambil alih Taiwan ke bawah kendalinya dengan menggunakan kekerasan.
A quick update on Taiwan, Taiwanese President Tsai Ing-wen offering an olive branch to Beijing
in her last National Day speech, this time describing a peaceful coexistence.
Here's what she said.
We do not provoke, we do not act rashly, and we will absolutely not bow to pressure.
We can also be calm and self-assured in facing China, creating conditions for peaceful coexistence
and future developments across the Taiwan Strait.
That means free and unrestricted interaction between people on both sides.
Tsai added the strength of international support for Taiwan had reached an unprecedented height.
She also restated her duty to safeguard Taiwan's sovereignty and its democratic way of life.
Still, despite Taiwan's amicable tone, Beijing called the island's ruling party the greatest
threat to peace on Tuesday.
In contrast to the accusation, former Australian Prime Minister Scott Morrison visited the
island during Taiwan's National Day celebrations.
He told Tsai that he wished to support Taiwan in shoring up resilience against any security
threats.
So we wish to support in ensuring a resilient Taiwan and a region that has a strong deterrent
against any violence or any aggression that would seek to take away the peace and freedom
of the people of Taiwan.
His visit angered Beijing, which regards Taiwan as its own territory, despite never having
ruled the island.
Beijing has also threatened to take Taiwan under its control by use of force.