Pada pagi hari 19 Oktober 2024, sebuah drone yang diluncurkan dari wilayah Lebanon menyerang kediaman pribadi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Kaisarea, Israel bagian tengah. Beruntung, Netanyahu dan istrinya tidak berada di rumah saat serangan terjadi, sehingga tidak ada korban jiwa. Malam harinya, Netanyahu memberikan pernyataan tegas, "Hari ini Hizbullah mencoba membunuh saya dan istri saya. Mereka telah melakukan kesalahan besar. Ini tidak akan menghentikan Israel untuk terus melanjutkan perang keadilan melawan musuh. Siapa pun yang berani menyakiti warga Israel akan membayar harga yang mahal." Menurut laporan The Times of Israel pada 20 Oktober 2024, militer Amerika Serikat telah mulai mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) di Israel. Langkah ini diambil untuk memperkuat perlindungan terhadap Israel dalam menghadapi ancaman rudal balistik. THAAD adalah sistem pertahanan canggih yang dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik jarak menengah hingga jauh. Setiap batalyon THAAD terdiri dari sembilan peluncur berbasis truk, dengan masing-masing peluncur mampu membawa delapan rudal pencegat. Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, yang sedang berada di Ukraina pada tanggal 21, mengonfirmasi bahwa sistem THAAD telah siap beroperasi di Israel.
Salam Pemirsa
Pada pagi hari 19 Oktober 2024,
sebuah drone yang diluncurkan dari wilayah Libanon
menyerang kediaman pribadi Perdana Menteri Israel,
Benjamin Netanyahu, di Kaisaria Israel bagian tengah.
Beruntung Netanyahu dan istrinya tidak berada di rumah saat serangan terjadi,
sehingga tidak ada korban jiwa.
Malam harinya, Netanyahu memberikan pernyataan tegas,
Hari ini Hezbollah mencoba membunuh saya dan istri saya.
Mereka telah melakukan kesalahan besar.
Ini tidak akan menghentikan Israel untuk terus melanjutkan perang keadilan melawan musuh.
Siapapun yang berani menyakiti warga Israel akan membayar harga yang mahal.
Menurut laporan The Times of Israel pada 20 Oktober 2024,
Militer AS telah mulai mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD
Terminal High Altitude Area Defense di Israel.
Langkah ini diambil untuk memperkuat perlindungan terhadap Israel
dalam menghadapi ancaman rudal balistik.
THAAD adalah sistem pertahanan canggih yang dirancang
untuk menembak jatuh rudal balistik jarak menengah hingga jauh.
Setiap batalion THAAD terdiri dari sembilan peluncur berbasis truk,
dengan masing-masing peluncur mampu membawa delapan rudal pencegat.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, yang sedang berada di Ukraina pada tanggal 21,
mengonfirmasi bahwa sistem THAAD telah siap beroperasi di Israel.
Pada 20 Oktober 2024,
Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara terhadap ibu kota Libanon, Birut,
yang menargetkan lembaga keuangan bernama Charity Loan Alliance
yang memiliki lebih dari 30 cabang di seluruh Libanon.
Pemerintah Israel menuduh lembaga ini terlibat dalam pencucian uang
untuk mendanai kegiatan ilegal hisbullah.
Jurubicara militer Israel, Hagari,
memperingatkan warga sipil dan militer di daerah tersebut
untuk segera meninggalkan tempat itu.
Hagari menegaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan,
militer Israel akan bebeberkan bukti lebih lanjut
mengenai bagaimana Iran menggunakan lembaga sipil dan amal
sebagai kedok untuk mendanai aktivitas hisbullah.
Laporan dari Reuters mencatat bahwa setidaknya terdengar ledakan
di 10 lokasi berbeda di Birut,
menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil.
Banyak warga berusaha melerikan diri
yang menyebabkan kemacetan di beberapa wilayah.
Dengan ancaman terhadap bandara Birut,
sebagian warga Libanon memilih meninggalkan negara melalui jalur laut.
Menurut laporan eksklusif dari Axios pada 20 Oktober 2024,
Israel telah mengajukan syarat gencatan senjata kepada Amerika Serikat
untuk mengakhiri konflik dengan Libanon.
Dalam dokumen tersebut,
Israel meminta hak untuk mengawasi wilayah perbatasan
guna mencegah rekonstruksi militer hisbullah
serta kebebasan operasional di wilayah udara Libanon.
Namun seorang pejabat AS menyatakan
bahwa tuntutan Israel kemungkinan sulit diterima oleh Libanon
maupun komunitas internasional.
Putusan Gedung Putih, Amos Halkstein,
mengunjungi Birut pada tanggal 21 Oktober 2024
untuk memulai negosiasi diplomati.
Apakah perbedaan antara kedua pihak dapat dijembatani
dan mencapai kesepakatan gencatan senjata
masih menjadi perhatian internasional?
Pada tanggal 20 Oktober 2024,
Hamas merilis video yang mengklaim telah membunuh
seorang kolonel Israel dalam serangan di Jabalia Gaza.
Militer Israel mengofirmasi bahwa kolonel Daksia,
pemimpin Brigade Lapis Bajak ke-401,
tewas dalam ledakan di dekat tanknya.
Insiden tersebut juga melukai seorang perwira lainnya.
Daksia adalah salah satu perwira tertinggi
yang gugur sejak dimulainya konflik baru-baru ini.
Sementara itu, Ketua DPR AS Mike Johnson
pada tanggal 20 Oktober 2024 menyatakan
bahwa sudah waktunya Amerika Serikat dan Israel
untuk menargetkan Iran secara langsung.
Menurutnya, pertarungan melawan proksi Iran
seperti Hezbollah dan Hamas hanya akan menangani sebagian masalah,
sedangkan ancaman utama datang dari Iran.
Di tengah meningkatnya agresi Tiongkok di Laut Cina Selatan,
penjaga pantai Filipina mengadakan latihan militer
bersama pasukan khusus AS pada 19 Oktober 2024.
Latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan Filipina
dalam menangani kapal yang menolak perintah.
Lokasi latihan berada di Provinsi Palawan,
wilayah yang strategis di dekat Laut Cina Selatan,
yang sering menjadi pusat sengketa antara Filipina dan Tiongkok.
Latihan ini semakin penting di tengah ketegangan yang meningkat
di mana bentrokan antara kapal Tiongkok dan Filipina
sering terjadi di wilayah tersebut.
Filipina berharap bahwa latihan ini
dapat membantu memperkuat kemampuan pertahanannya
dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Pada tanggal 20 Oktober 2024,
Angkatan Laut AS dan Kanada
melaksanakan patroli gebungan di Selat Taiwan
sebagai bentuk komitmen terhadap kebebasan navigasi di wilayah tersebut.
Kapal perusak USS Higgins dari Armada ke-7AS
dan kapal fregat HMCS Vancouver dari Angkatan Laut Kanada
turut serta dalam patroli ini.
Pemerintah Tiongkok dengan cepat mengecam tindakan ini
menegaskan bahwa masalah Taiwan bukan hanya soal kebebasan navigasi,
tetapi juga terkait dengan kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-Lung,
menyampaikan apresiasi terhadap negara-negara
yang mendukung kebebasan navigasi di perairan Selat Taiwan,
menegaskan pentingnya dukungan internasional
di tengah tekanan militer dari Tiongkok.
KTT BRICS akan diselenggarakan di Kazan, Rusia
pada 22 hingga 24 Oktober 2024
dan dihadiri oleh lebih dari 20 pemimpin negara berkembang,
termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
dan Presiden Brazil Lula da Silva.
Salah satu agenda utama KTT ini
adalah peluncuran sistem pembayaran internasional
yang dipimpin oleh negara-negara BRICS
sebagai alternatif dari sistem yang saat ini didominasi oleh Barat.
Xi Jinping dan Vladimir Putin diperkirakan akan bertemu pada KTT ini.
Pertemuan ini diharapkan membawa perkembangan signifikan
terkait hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara
serta posisi mereka di panggung internasional.
Cukup sekian dulu, terima kasih atas perhatiannya.