Rahasia: Menteri Keamanan Nasional Tiongkok Memimpin Serangan Terhadap Falun Gong di AS

The Truth Media
771 pengikut
200 Tayangan video·24 Nov 2024
Belakangan ini, Falun Gong dan kelompok seni Shen Yun menghadapi serangkaian serangan. Seorang informan dari sistem kepolisian Tiongkok mengungkap bahwa serangan-serangan ini sengaja direncanakan dan dilancarkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Baru-baru ini, seorang informan bernama Samaran Hua Sheng mengatakan kepada The Epoch Times
bahwa gelombang serangan terhadap Falun Gong dan Shen Yun
adalah bagian dari rencana sistematis yang dirancang secara menyeluruh.
Setiap langkahnya dikendalikan secara rahasia oleh Kementerian Keamanan Publik, MPS,
dan Kementerian Keamanan Nasional, MSS.
Rencana ini terlihat dari kemunculan sejumlah agen dan orang-orang
yang mengaku sebagai mantan praktisi Falun Gong atau mantan anggota Shen Yun,
yang menggunakan media sosial Amerika Serikat untuk menyebarkan tuduhan palsu.
Mereka secara masif menyerang Shen Yun,
sebuah kelompok seni yang bertujuan menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok,
serta Falun Gong, sebuah latihan spiritual buddhisme tingkat tinggi.
Artikel-artikel yang menyerang Shen Yun bahkan diterbitkan di The New York Times.
Menurut Hua Sheng, individu-individu ini hanyalah pion PKT,
dengan MSS yang terus menyediakan apa yang disebut materi internal sebagai dasar serangan.
Sejak mantan pemimpin PKT, Jiang Zemin,
meluncurkan kampanye penganiayaan terhadap Falun Gong,
ajaran yang berlandaskan prinsip sejati, baik, sabar,
pada Juli 1999, pelanggaran berat seperti pengambilan organ secara paksa
dari praktisi Falun Gong telah terungkap ke dunia internasional.
Penganiayaan ini terus berlanjut hingga kini.
PKT telah lama menganggap Falun Gong sebagai ancaman besar,
bahkan melakukan tindakan represif lintas negara
untuk menekan gerakan ini secara global.
Sebagai contoh, pada 19 November 2024,
Chen Jun, alias John Chen,
seorang pemimpin komunitas pro-PKT berusia 71 tahun di Kalifornia,
dijatuhi hukuman 20 bulan penjara di pengadilan Federal District Selatan New York.
Ia didakwa bertindak sebagai agen PKT,
menyua pejabat AS, dan bersama terdakwa lain, Lin Feng,
mencoba mencabut status bebas pajak Shen Yun.
Menurut Hua Sheng, MSS dan MPS masing-masing memiliki jaringan personel di luar negeri
yang terbagi menjadi tiga kategori,
agen, informan, dan propaganda luar negeri.
Jaringan ini bertugas mengawasi,
mengganggu, atau merusak Falun Gong
dan organisasi pro-demokrasi lainnya di luar negeri.
Sebuah laporan The Wall Street Journal pada 11 November 2024 menyatakan bahwa sejak
Chen Yixin memimpin MSS,
kekuasaan dan pengaruh badan intelijen Tiongkok meningkat pesat.
Aktivitas mata-mata PKT juga semakin meluas,
memicu kekhawatiran besar di negara-negara barat.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa para pejabat barat mengatakan
aktivitas mata-mata PKT telah berkembang ke tingkat yang mengejutkan.
