Militer China tengah mengalami perubahan besar. Baru-baru ini pimpinan tertinggi militer mengeluarkan aturan baru menargetkan tokoh-tokoh politik yang sebagian besar berasal dari kalangan dalam pemimpin China, Xi Jinping. Untuk memahami langkah Beijing dan dampaknya pada kebijakan AS atas China, koresponden Flora Hua berbicara dengan dua pakar analis China. Simak detailnya.
Militer China tengah mengalami perubahan besar.
Baru-baru ini pimpinan tertinggi militer mengeluarkan aturan baru
menargetkan tokoh-tokoh politik yang sebagian besar berasal dari kalangan dalam pemimpin China, Xi Jinping.
Untuk memahami langkah Beijing dan dampaknya pada kebijakan AS atas China,
koresponden Flora Hua berbicara dengan dua pakar analis China.
Simak selengkapnya.
Surat kabar militer China pada Senin menerbitkan regulasi baru
yang menesak para elit politik untuk mematuhi aturan resim.
Aturan ini menyinggung rencana untuk memberantas pengaruh beracun.
Sebuah istilah yang kerap dipakai sebagai sinyal pemberhentian besar-besaran internal PKC.
Namun, sasaran kali ini berfokus pada golongan elit politik militer China.
Regulasi baru ini pada dasarnya menargetkan Miao Hua.
Dengan kata lain, kendali Xi Jinping atas aparatur politik militer.
Sejak tahun lalu, banyak loyalis Xi Jinping yang dipecat atau menghilang dari publik.
Salah satunya Miao Hua, pemimpin militer senior yang dipilih Xi
dan berperan penting dalam menempatkan orang-orang Xi dalam militer.
Ia dicopot dari jabatan akhir tahun lalu.
Selain itu, orang ketiga dalam militer China,
yang dipercayakan Xi untuk memimpin invasi Taiwan juga menghilang selama 4 bulan.
Adapun kiprah kedua tokoh ini sangatlah krusial.
Analis urusan China, Tang berkata regulasi baru ini menargetkan
mereka yang dipilih oleh dua tokoh tersebut, yang merupakan vaksin Xi.
Skala pembersihan ini diperkirakan cukup besar.
Ada kemungkinan melibatkan banyak perwira militer senior.
Hal ini berpotensi memicu gejolak besar dalam militer
serta berdampak signifikan pada landscape politik Partai Komunis China.
Joshua Phillips, reporter investigasi senior di Epoch Times,
sependapat dengan pandangan Tang.
Militer China, vaksin oposisi, tampaknya telah melenyapkan banyak loyalis Xi Jinping.
Dengan aturan baru ini, artinya akan lebih banyak pembersihan.
Presiden Trump telah mengalihkan fokus militer ke Indo-Pasifik
dan China adalah target utama.
Bagaimana menurut perobakan militer China terhadap strategi Washington?
Bisa dikatakan ancaman yang ditimbulkan Partai Komunis China sudah sangat serius.
Alasannya bahkan di saat ekonomi China sedang terpuruk,
itu tidak berpengaruh pada anggaran militer negara, tentara, pembebasan rakyat.
Bahkan dengan perebutan kekuasaan yang berlangsung
atau dengan melemahnya kekuasaan Xi Jinping,
ada kemungkinan mereka malah melakukan sesuatu yang ekstrim.
Masalahnya adalah Partai Komunis China, bukan pada pemimpinnya.
Detail lebih lanjut soal pembersihan ini kemungkinan akan terjawab
dalam dua pertemuan penting mendatang di China.
Rapat Politburo PKC minggu depan dan rapat PTIH bulan depan,
yang merupakan sesi tertutup para pemimpin senior partai membahas isu-isu penting.
Laura Hwa, NTB News.