Portal Ruang-Waktu Terbuka di Peternakan Skinwalker: Penemuan Menggemparkan Tahun 2024

Mata Ketiga
670 pengikut
Peternakan Skinwalker, yang terletak di sudut timur laut negara bagian Utah, AS, kembali menjadi sorotan dunia dengan penemuan terbarunya pada tahun 2024. Penelitian tentang peternakan ini telah berlangsung hampir 30 tahun, dan setiap tahun selalu ada temuan baru yang semakin meningkatkan tingkat keanehannya. Semakin banyak yang ditemukan, semakin dalam misteri yang harus dipecahkan.
#portalruangwaktu
#ruangwaktu
#misteri
#skinwalker
#mataketiga
Salam sehat sejahtera, jumpa lagi di channel Mata Ketiga.
Peternakan Sekinwalkor, yang terletak di sudut timur laut negara bagian Utah Ais,
kembali menjadi sorotan dunia dengan penemuan terbarunya pada tahun 2024.
Penelitian tentang peternakan ini telah berlangsung hampir 30 tahun.
Dan setiap tahun selalu ada temuan baru yang semakin meningkatkan tingkat keanehannya.
Semakin banyak yang ditemukan, semakin dalam misteri yang harus dipecahkan.
Nama Sekinwalkor berasal dari legenda penduduk asli setempat.
Menurut cerita, ada makhluk yang mempraktekan sihir samanisme gelap
yang mampu berubah menjadi berbagai hewan menakutkan.
Peternakan ini diakini sebagai tempat aktivitas makhluk-makhluk tersebut.
Sejarah dan penemuan sebelumnya tentang peternakan ini
telah dibahas secara medalam dalam berbagai kesempatan.
Bagi yang belum familiar, peternakan Sekinwalkor
telah menjadi pusat penelitian fenomena paranormal dan anomali ilmiah
sejak pertengahan 1990-an.
Tim Penelitian dan Fokus Utama
Pemilik peternakan saat ini, pengusaha real estate utah bernama Brandon Fugall
membentuk tim penelitian baru yang dipimpin oleh Dr. Travis Taylor,
seorang fisikawan ternama.
Setelah beberapa tahun penelitian,
tim ini telah mengidentifikasi beberapa titik fokus
seperti yang ditunjukkan pada peta berikut.
Rumah tua peternakan terletak di sisi barat peternakan.
Zona segitiga dan dataran tinggi, area pusat peternakan.
Area timur dataran tinggi, tempat seringnya penampakan fenomena UAP
dan dugaan wormhole atau portal ruang waktu.
Selain itu, bagian atas dataran tinggi dengan formasi batu spiral khas Indian,
semak belukar di selatan peternakan, padang rumput dan aliran sungai
juga menjadi lokasi di mana fenomena aneh pernah diamati.
Penemuan Mengejutkan Tahun 2024
Pada tahun 1994, seorang peternak bernama Terry Sherman
pindah ke peternakan ini bersama keluarganya
dengan niat mengoperasikan peternakan sapi angus yang menguntungkan.
Tak lama setelah pindah,
mereka mengalami serangan dari serigala raksasa legendaris
yang mencoba memangsa sapi mereka.
Meskipun Sherman menembaknya dengan senapan,
serigala itu berhasil melarikan diri
dan jejaknya tiba-tiba menghilang di dekat aliran sungai di selatan peternakan.
Penduduk asli bersikeras bahwa serigala raksasa itu adalah perwujudan dari Sikin Walker.
Tim Dr. Tiller sangat familiar dengan cerita ini.
Selama penelitian tahun 2022,
mereka menemukan tunggul pohon dengan bekas hangus di bagian atasnya
di semak belukar dekat aliran sungai selatan.
Sampel diambil dan dianalisis oleh ahli
yang menyimpulkan bahwa bekas hangus itu bukan akibat kebakaran hutan biasa,
melainkan hasil pembakaran suhu tinggi dalam kondisi kekurangan oksigen.
Temuan ini membingungkan Tim.
Apa yang bisa menghasilkan suhu setinggi itu?
Tak lama setelah itu, Tim secara tak sengaja merekam subah UAP
berbentuk bola di padang rumput terdekat.
Permukaannya berkilau seperti logam dan terbang kurang dari 2 meter di atas tanah.
Setelah beberapa detik, objek itu menghilang.
Pertanyaan pun muncul.
Apakah bekas hangus ditunggul pohon disebabkan olehnya?
Dua temuan ini ditambah cerita sermon tentang Serigala Raksasa,
mendorong Dr. Tilaro untuk menyelidiki aliran sungai di selatan peternakan secara menyeluruh.
Tim membawa peralatan lengkap dan melakukan survei langsung.
Saat mereka memasuki aliran sungai yang dangkal, GPS menunjukkan anomali.
Posisi mereka terdeteksi berada 5.000 kaki di bawah tanah.
Meskipun aneh, Tim sudah terbiasa dengan fenomena seperti ini setelah beberapa tahun penelitian.
Di tepi aliran sungai, mereka menemukan pohon dengan bekas hangus yang sama seperti tunggul sebelumnya.
Sampel diambil untuk penelitian lebih lanjut.
Saat melanjutkan perjalanan, mereka menemukan bangkai hewan yang tidak dikenali
dengan taring besar dan rahang kuat.
Meskipun bau busuk hampir membuat mereka mundur,
Dr. Tilaro berhasil mengambil tulang rahang bawah hewan itu untuk dianalisis oleh ahli.
Analisis tulang rahang dan temuan mengejutkan.
Seminggu kemudian, hasil analisis dari ahli hewan keluar.
Tulang rahang yang ditemukan lebih tebal dan kuat dibandingkan dengan serigala abu-abu atau coyote.
Taringnya juga lebih besar.
Ahli hewan terkejut karena di utah, hewan terbesar yang biasa ditemukan adalah coyote dan serigala abu-abu
yang tidak memiliki kekuatan gigitan sekuat itu.
Tim teringat penemuan kerangka sapi di semak belukar selatan peternakan,
di mana salah satu tulang rusuknya tertembus gigitan hewan yang tidak diketahui.
Ahli hewan tidak percaya karena tidak ada hewan di daerah itu yang memiliki kekuatan gigitan seperti itu.
Setelah melihat foto tulang rahang yang mirip dengan fosil hewan prasejarah, Tim terkejut.
Apakah ini serigala raksasa yang mereka cari selama 30 tahun?
Namun jika demikian, mengapa ada bangkai hewan prasejarah di sana?
Ahli hewan menjelaskan bahwa tulang itu mirip dengan fosil rahang bawah direwolf, serigala mengerikan.
Direwolf adalah spesies canid yang telah punah dan hidup sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Mereka dikenal sebagai predator besar di Amerika Utara selama jaman IS
bersama dengan smilodon, harimau bertaring pedang dan mamut berbulu.
Bagaimana mungkin bangkai hewan prasejarah ini ditemukan di dekat peternakan?
Ahli hewan menambahkan bahwa tulang rahang itu milik direwolf yang belum dewasa.
Hal ini membuat Dr. Tiller berpikir keras.
Apakah kemunculan hewan prasejarah ini berkaitan dengan portal ruang waktu yang mereka temukan pada tahun 2023?
Apakah mungkin hewan prasejarah ini melintasi waktu melalui portal dan muncul di masa kini?
Penduduk asli setempat memiliki legenda bahwa ada portal ruang waktu di dataran tinggi peternakan Skinwalker.
Beberapa tetua suku Indian bahkan mengklaim pernah melihat UAP masuk ke dalam tebing batu.
Mereka juga secara misterius mengatakan bahwa sebuah pesawat luar angkasa pernah jatuh di sana
dan reruntuhannya tetap berada di dalam dataran tinggi.
Meskipun klaim ini belum pernah diferifikasi, tim mulai mempertimbangkan kemungkinan tersebut.
Pada tahun 2023, tim secara tidak sengaja menemukan dugaan portal ruang waktu.
Saat itu, ahli leader Jim menggunakan drone yang dilengkapi dengan GPS dan leader untuk menindai area di sisi barat daya zona segitiga peternakan.
Mereka menemukan struktur berbentuk donat dengan pusat berupa lubang hitam,
menunjukkan bahwa laser yang ditembakkan ke area itu diserap atau dipantulkan ke tempat lain
sehingga tidak ada sinyal yang diterima kembali oleh leader.
Kemudian, tim merekam UAP yang terbang keluar dari sisi tebing dataran tinggi di timur,
dekat formasi batu spiral Indian, kemudian muncul kembali di dekat zona segitiga
dan akhirnya menghilang di atas lubang hitam tersebut.
Struktur energi berbentuk donat ini sangat mirip dengan portal ruang waktu dalam Lekenda.
Dr. Tiller mulai percaya pada kemungkinan ini.
Ia berpikir bahwa jika struktur itu memang portal ruang waktu,
maka mungkin mirip dengan jembatan Einstein-Rosen yang biasa disebut rum hole atau lubang cacing.
Eksperimen lebih lanjut dan penemuan energi misterius.
Dr. Tiller memutuskan untuk melakukan serangkaian tes di zona segitiga untuk melihat apakah ada anomali di udara,
terutama untuk mendeteksi kemungkinan adanya terowongan dari atas ke bawah.
Dalam eksperimen sebelumnya,
ia menemukan keanehan pada ketinggian 31 kaki dan 2000 kaki di atas zona tersebut.
Tim membawa peralatan seperti meriam laser berenergi tinggi, sistem GPS,
kamera berkecepatan tinggi, dan kamera inframerah.
Mereka juga menggunakan roket sebagai pemicu.
Karena sebelumnya, setiap peluncuran roket memicu respon aneh dari peternakan,
seperti munculnya sinyal mirip komunikasi pada frekuensi 1,6 GHz.
Selama eksperimen malam hari,
tim melihat UAP paling terang yang pernah mereka saksikan,
meskipun hanya muncul selama beberapa detik.
Saat meriam laser ditembakkan ke layar pada ketinggian 31 kaki,
anomali mulai terjadi.
GPS menunjukkan data yang tidak masuk akal,
kamera inframerah meneteksi panas luar biasa di dekat tebing,
dan roket yang diluncurkan tidak naik secara vertikal,
melainkan membelok membentuk huruf S,
seolah menghindari obyek tak terlihat.
Analisis Data dan Kesimpulan Sementara
Keesokan paginya, tim berkumpul untuk menganalisis data.
Laser hijau yang ditembakkan menunjukkan kehilangan energi
pada ketinggian 100 kaki,
dan mereka tidak mengerti alasannya.
Dr. Tiller mengundang ahli leader, Pitt,
yang sebelumnya membantu mereka menemukan struktur energi spiral pada tahun 2021.
Setelah menganalisis data,
Pitt menemukan struktur energi berbentuk piramida terbalik yang besar,
dengan dasar mencakup rumah tua peternakan hingga zona segitiga,
berdiameter sekitar setengah mil dan tinggi sekitar 2.000 kaki.
Struktur ini mencakup seluruh tim penelitian,
dan di dalamnya terjadi berbagai anomali seperti gangguan peralatan
dan perubahan jalur roket.
Tim terkejut dengan temuan ini.
Beberapa berspekulasi bahwa mereka mungkin menjadi subjek eksperimen
oleh entitas dari dimensi lain.
Dr. Tiller sangat antusias,
berpikir bahwa struktur piramida ini mungkin adalah wormhole
yang menghubungkan ruang dan waktu.
Ia berpendapat bahwa peradaban yang membangun ini
jauh lebih maju daripada manusia,
dan mungkin menggunakan teknologi yang tidak kita mengerti
untuk mengontrol portal ini.
Dr. Tiller percaya bahwa struktur energi ini terkait erat
dengan sesuatu di dalam dataran tinggi.
Ia memutuskan untuk mengebor terowongan ke dalam dataran tinggi
untuk mengungkap rahasiah ini.
Ia mulai menerima pandangan penduduk asli
bahwa mungkin ada runtuhan pesawat luar angkasa di dalamnya.
Pengungkapan ini akan menjadi fokus penelitian selanjutnya
di peternakan Sikin Walker.
Peternakan Sikin Walker terus menjadi tempat
di mana sains dan misteri bertemu.
Penemuan terbaru ini tidak hanya menambah lapisan baru
pada tekad teki yang sudah kompleks,
tetapi juga membuka peluang untuk pemahaman baru
tentang alam semesta.
Apakah kita berada di ambang penemuan besar
yang akan mengubah cara kita memandang dunia?
Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Cukup sekian dulu.
Terima kasih atas perhatiannya.
