DR TIFA : ALASAN NGIBUL JOKOWI KENAPA IBUKOTA PINDAH

Dr Tifa Channel
41 pengikut
2 Tayangan video·12 Feb 2025
Sejumlah alasan disampaikan Jokowi ketika memulai proyek IKN. Diantaranya, Pemerataan Pembangunan: Pemindahan ibu kota diharapkan mendorong pembangunan yang lebih merata ke wilayah Indonesia bagian timur, mengubah paradigma pembangunan dari yang sebelumnya berfokus di Jawa menjadi Indonesia-sentris. Jakarta sebagai ibu kota saat ini sangat rentan terhadap berbagai ancaman, banjir, macet, baka tenggelam, dan semua alasan yang bisa dipatahkan.
Nusantara dibangun dengan konsep forest city, kota hutan, kota yang penuh dengan hijauan,
bukan kota beton atau bukan kota kaca.
Juga smart city, kota yang ditopang dengan teknologi dalam setiap aktivitas kotanya dan
juga livable city, kota yang nyaman ditinggalkan.
Kita merasakan pagi tadi betapa sangat sejuk, dingin, dan segar pada pagi hari ini karena
air quality index-nya memang sangat rendah sekali, yaitu di angka 6, padahal maksimalnya
di angka 50, dan hampir banyak kota sekarang ini sudah di atas 50.
Kepindahan ke Ibu Kota Nusantara ini juga sudah sering saya sampaikan, bukan pindah fisiknya
yang penting, tetapi pindah pola pikir kita, pindah mindset kita, pindah pola kerja kita
bisa bekerja dari mana saja, juga pindah mobilitasnya, karena mobilitas di Ibu Kota Nusantara
semuanya memakai kendaraan listrik dan juga energinya memakai energi hijau.
Bangunannya pun juga, bangunan di sini semuanya diarahkan ke green building.
Dan akses keseimbangannya juga diprioritaskan untuk pejalan kaki dan yang naik sepeda.
Ekonomi yang akan dikembangkan di Ibu Kota Nusantara juga ekonomi hijau, ekonomi digital
yang akan mengiringi pemerintahan di Ibu Kota Nusantara.
Sekali lagi, ekonomi hijau, ekonomi digital, data center, financial center, dan yang lain-lainnya.
Kalau ditanyakan keuntungannya apa yang didapatkan oleh masyarakat di Kalimantan,
khususnya Kalimantan Timur, saya kira ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan
Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, lebih khusus lagi Kabupaten Pazer Panajem Utara.
Dan kalau kita tahu salah satu alasan kenapa Ibu Kota pindah, karena kita ingin pemerataan,
karena kita tahu 58 persen GDP ekonomi itu ada di Jawa, sehingga kita ingin memeratakan
untuk juga luar Jawa mendapatkan perputaran ekonominya.
Kemudian populasi, populasi di Jawa juga bebannya sudah sangat besar sekali, 56 persen populasi
itu ada di Pulau Jawa. Ini yang juga menjadi sebuah pertimbangan bagi kita untuk memindahkan Ibu Kota.
Dan utamanya memang beban di Ibu Kota Jakarta memang sudah sangat padat sekali.
Di video ini saya masih ingin mengulas alasan mainstream dari rezim Jokowi terkait pemindahan
IKN dari Jakarta ke Panajem Pazer Utara. Jadi saya akan memberikan perspektif terhadap alasan-alasan
mainstream itu, tapi lebih dulu kita coba lihat kaji baik-baik setiap kata demi kata dari alasan
yang disampaikan oleh rezim Jokowi. Dan ternyata karena IKN ini bakalan terus dilanjutkan oleh Presiden Subianto,
maka Anda mesti tahu alasan-alasan rasionalisasi-rasionalisasi yang mereka sampaikan,
yang pemerintah sampaikan kepada rakyatnya.
Pertama, sisi geopolitik mengembangkan posisi Indonesia dalam tatanan global.
Pemindahan Ibu Kota bukan sekedar upaya pemerataan pembangunan, tetapi juga strategi geopolitik
dalam menghadapi perubahan dinamika global. Jadi dengan pemindahan Jakarta ke IKN ini artinya ada
sebuah strategi untuk menjaga keselamatan pusat pemerintahan. Jakarta sebagai Ibu Kota saat ini
sangat rentan terhadap berbagai ancaman, baik bencana alam, banjir, penurunan muka tanah,
kemudian ancaman strategi seperti serangan cyber, terorisme, dan bahkan perang hibrida.
Nah, sementara Kalimantan dengan posisi lebih terlindungi dari sisi geografis dan lebih jauh dari
garis pantai, dianggap lebih aman sebagai pusat komando pemerintahan. Bukankah kota-kota,
Ibu Kota-Ibu Kota di seluruh dunia itu memang ada di garis pantai ya? Semuanya. Semuanya itu dekat
sama garis pantai, dekat sama pelabuhan yang besar. Rata-rata seluruh atau rata-rata Ibu Kota-Ibu
Kota di negara-negara itu mendekat kepada pantai ya. Dan kalau Jakarta dipindah ke IKN kemudian jauh
dari garis pantai itu salah sekali ya, karena penajam pasar utara itu juga letaknya dekat dengan
garis pantai dan itu bukannya juga menjadi alasan mengapa dipilih di situ karena dia teluk ya.
Terus kemudian kalau dianggap lebih terlindungi juga tidak, karena Kalimantan itu yang paling dekat
dengan Laut Cina Selatan, paling dekat dengan potensi terjadinya perang skala besar di sana
dibandingkan dengan Jakarta. Kemudian alasan lagi ya, mendekatkan pusat kekuasaan ke kawasan
ASEAN dan Indo-Pasifik. Ini benar nggak? IKN secara geografis berada di tengah Indonesia dan lebih
dekat ke jalur perdagangan global. Ya, ini kalau ini benar ya. Tapi apakah Jakarta tidak ya? Kemudian
upaya Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemain utama di ASEAN dan Indo-Pasifik terutama
di tengah meningkatnya rivalitas antara Amerika dan Cina di kawasan ini. Nah, bukankah ini yang
lebih berbahaya? Karena selalu pendapat dari para ahli geopolitik internasional itu menyatakan
bahwa besar sekali kemungkinan terjadi perluasan perang dunia ketiga ke Laut Cina Selatan. Jadi
ketika ibu kotanya dekat sama LCS, bukankah itu lebih berbahaya ya? Oke ya, kemudian dengan
pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN, itu akan mengurangi pengaruh ekonomi politik Jawa
sentris. Ini kan terus-menerus didengung-dengungkan. Sejak era kolonial, pembangunan Indonesia terkonsentrasi
di Jawa. Nah, artikan alasan VOC ini ya, alasan kolonialisme Belanda memindahkan ibu kota
Hindia Belanda dari Ambon ke Jakarta itu kan pasti dengan alasan-alasan yang amat-sangat
strategis ya. Dan bukan kemudian artinya mengkonsentrasikan pembangunan itu di Jawa,
itu kan sebetulnya adalah sebuah hal yang sangat alami terjadi. Dan kemudian,
dominansi politik dan ekonomi terlalu terpusat di satu wilayah. Ini persoalannya bukan soal
dominansi politik itu karena Jakarta itu letaknya di Jawa ya. Nanti kalau seperti itu logikanya,
maka nanti ketika penajam pasar utara itu menjadi ibu kota, maka nanti senderisnya ke Kalimantan
dong. Kalau konsep berpikirnya seperti itu. Dan ini adalah konsep berpikir yang amat-sangat keliru.
Kalau pembinaan ibu kota dapat dipandang sebagai upaya mendistribusikan kekuasaan secara lebih
merata. Ingat, Kalimantan itu luasnya 7 kali lipat Jawa. Kalau sampai ibu kotanya dipindahkan
di sana, dan kemudian alasan ini yang dipakai, bukankah nanti itu malah tambah tidak merata?
Karena semua terserap di Kalimantan. Semua sumber daya akan terserap di Kalimantan. Terus
pembagiannya bagaimana? Sedangkan Jakarta kan semuanya tumpah ke kota-kota lain dan ke pulau-pulau
lain. Sementara kalau di Kalimantan, dengan luasan pulau Kalimantan yang seluas itu, kemudian ada
ibu kota di situ, ya segala sumber daya akan terserap ke situ kan? Mestinya ya. Kemudian bakal ada
transformasi ekonomi, kemudian pembentukan pusat-pusat ekonomi baru yang terkontrol. Kalau ini
alasannya juga kan tidak rasional ya. Terkontrol maksudnya bagaimana? Karena sebenarnya pusat-pusat
ekonomi yang terjadi itu, pembentukan pusat-pusat ekonomi itu kan terjadi secara alamnya. Katakanlah
kita misalnya tidak mau memindahkan Jakarta. Apakah Papua akan terus tertinggal? Tidak. Apakah
Sulawesi akan terus tertinggal? Tidak. Mereka nanti akan menemukan kemajuannya sendiri. Karena ini yang
terjadi dengan di era teknologi. Jadi pemerintah atau rezim yang lama bilang, IKN bukan sekedar kota
pemerintahan baru, tetapi juga dirancang sebagai pusat ekonomi berbasis digital, green dan berorientasi
masa depan. Menciptakan Silicon Valley versi Indonesia. Kan itu ya jargon-jargonnya atau
promosi-promosinya ya. IKN diproyeksikan menjadi pusat ekonomi berbasis teknologi dan inovasi
ya kan. Seperti yang selama ini Jokowi promosikan kemana-mana itu ya. Dengan ekosistem yang mendukung
industri berbasis data, kecerdasan buatan AI, energi jauh. Ini merupakan upaya untuk menciptakan
brain drain reversal, yaitu menarik kembali talenta terbaik Indonesia yang selama ini banyak
bekerja di luar negeri. Apa hubungannya dengan peminahan Ibu Kota Jakarta ke IKN ya? Kalau memang
ingin brain drain reversal ya artinya memberikan mereka kesempatan dengan memberikan gaji yang besar
sebagaimana yang dijanjikan oleh negara-negara lain terhadap talenta-talenta bagus ya. Kenapa mereka
lebih senang di luar negeri? Bukan karena soal Jakartanya, tetapi karena soal penghasilan,
kemudian kesempatan maju dan sebagainya tidak ada di Indonesia. Jadi bukan itu. Kemudian ekonomi hijau
dan energi terbarukan. IKN akan menjadi model kota berbasis energi terbarukan dengan 100% listrik
diharapkan berasal dari sumber energi bersih seperti naga surya dan hydro. Dengan dunia semakin mengarah
ke ekonomi hijau memiliki Ibu Kota yang sesuai dengan tren ini memberikan keunungan diplomasi dan
investasi. Kan kalau intinya itu adalah persoalan listrik dan naga surya dan sebagainya itu bukan alasan
yang kuat untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke IKN kan? Karena di Jakarta pun juga bisa dilakukan
itu. Kemudian meningkatkan otonomi ekonomi dari Jakarta. Saat ini Jakarta dan sekitarnya menyumbang
hampir 60% dari PDB nasional. Pemindahan Ibu Kota akan membuka peluang baru bagi Kalimantan dan
Indonesia Timur untuk berkembang sebagai pusat ekonomi baru. Artinya kan pindah bukan bertambah kan?
Pindah bukan bertambah gitu. Lalu apalagi ekologi dan keberlanjutan menyelamatkan Pulau Jawa dan
mencegah kerusakan ekologis. Artinya Pulau Jawa terselamat kan? Ini kalau kita mengikuti bahasa
mensiria mereka ya. Jadi Pulau Jawa itu terselamatkan tapi Pulau Kalimantan menjadi tidak terselamatkan
dari bencana ekologi. Kemudian overpopulasi dan overexploitasi Jawa. Apakah nanti ketika
Ibu Kotanya pindah ke Kalimantan tidak terjadi overpopulasi dan overexploitasi juga?
Mengingat teknologi itu akan membuat banyak sekali sumber daya yang memungkinkan terjadinya
overpopulasi dengan cepat. Jadi deforestasi Kalimantan akan terus terjadi, sementara Jawa
belum tentu juga akan sembuh dari kerusakan ekologinya. Dan apakah benar kerusakan ekologi
terjadi di Pulau Jawa? Bukankah itu juga bisa dilakukan perbaikan-perbaikan tanpa harus
memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke IKN? Kemudian memutus dominansi elit lama. Bukankah
kalau Jakarta pindah ke IKN, elit-elitnya juga bakalan pindah ke IKN? Apa elitnya bakalan
ditinggal di tempat lain? Tidak. Kemudian dari sisi aspek keamanan nasional dan kontrol
negara. Memangnya kalau Ibu Kota dipindah terus kemudian keamanan nasional dan kontrol negara
juga menjadi terbaiki. Tidak juga. Jadi banyak sekali rasionalisasi-rasionalisasi yang
dikemukakan oleh rezim lama dan diteruskan oleh pemerintahan Prabowo ini. Jadi itu yang
mesti dipahami betul oleh sahabat Dutertifa semuanya. Agar kita benar-benar memahami
situasi yang terjadi dan alasan-alasan yang dikemukakan oleh pemerintah. Kenapa sih ada
rasionalisasi-rasionalisasi? Kenapa Jakarta mesti pindah ke IKN? Jadi mudah-mudahan Anda ketika
mengikuti video-video saya akan lebih tercerakan dan mendapatkan insight. Sehingga Anda terus
bersama dengan saya untuk mengasah kecedasan kita semua terhadap keadaan-keadaan yang terjadi di
negara kita tercinta ini. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam kebenaran.
