DR TIFA : "Strategi Anti-Kudeta Prabowo! Begini Cara agar Tidak ‘Di-GusDur-kan!"

Dr Tifa Channel
41 pengikut
66 Tayangan video·23 Mar 2025
Prabowo Subianto resmi menjadi Presiden Indonesia, tetapi ancaman di-GusDur-kan masih membayangi! Ingat bagaimana Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilengserkan? Apakah ada skenario serupa yang bisa terjadi pada Prabowo?
Di balik layar, ada strategi anti-kudeta yang sedang dimainkan untuk memastikan Prabowo tidak tersingkir sebelum waktunya. Apa langkah-langkah cerdasnya? Siapa saja pemain di balik layar? Simak analisis lengkapnya dalam video ini!
Jangan lupa LIKE, COMMENT, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update terbaru!
No fantasy, fakta yang tak bisa
Dinegosiasi, ide dan dagasan
Temuan dan analisa hanya untuk Indonesia
Salam kebenaran
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah konglomerat tanah air
yang langsung menuai spekulasi politik di tengah isu korupsi
yang sedang berkembang di tubuh PT Pertamina.
Kejaksaan agung tengah menyelidiki begaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk hilang
yang melibatkan anak kandung saudagar minyak Riza Khalid, Muhammad Kheri Adrian Toriza.
Kasus ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp193,7 triliun pada tahun 2023
dan berpotensi mengancam hukuman mati bagi para tersangka.
Terkait pertemuan tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedy Kurnia Syah,
menilai bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dengan konglomerat bukanlah hal yang luar biasa.
Meskipun ada wacana yang berkembang seputar kasus korupsi di Pertamina,
Dedy berpendapat bahwa situasi tersebut tidak akan menggoyahkan posisi Presiden Prabowo.
Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki kekuatan politik yang jauh lebih besar
dan tidak terancam oleh spekulasi yang beredar.
Dedy juga menekankan bahwa menggulingkan kekuasaan Presiden Prabowo bukanlah hal yang mudah.
Penggulingan hanya bisa dilakukan melalui dua cara,
kudeta, yang melibatkan militer,
atau pemaksulan jika ada pelanggaran hukum yang jelas.
Dalam kasus Pertamina, Dedy menganggap bahwa tidak ada alasan yang cukup kuat
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat Dr. Tiffa di manapun Anda berada,
jumpa kembali dengan channel yang mengantar Anda memasuki peradaban baru manusia
dengan bekal keimanan, kecerdasan, dan kebenaran.
Amin
Teman-teman, sahabat Dr. Tiffa semuanya,
hari ini saya akan mengajak Anda untuk bahas sebuah fenomena yang akhir-akhirnya terjadi.
Jadi, kelihatannya Presiden Prabowo ini ada upaya kan untuk dimakzulkan atau apapun itu.
Maka saya akan bahas strategi anti gagal Presiden Prabowo agar tidak digusdurkan.
Presiden Abrahman Wahid Gusdur itu kan dimakzulkan ya, baru dua tahun memerintahkan.
Nah, kelihatannya kan akhir-akhir ini banyak sekali rumors yang menyatakan bahwa
ada pihak-pihak yang ingin menjungkalkan atau memakzulkan Presiden Prabowo
dari kekuasaan beliau yang baru lima bulan.
Kalau Anda cermati di X, di Twitter ya,
ada netizen-netizen yang bongkar sebuah pertemuan di Kuala Lumpur
untuk rencana pemakzulan Presiden.
Kemudian ada lagi yang menaikkan narasi yang disampaikan oleh Ibu Connie Rahakundini sebelum Pilpres ya,
bahwa ada sebuah rencana yang pertemuan di Singapura
yang membahas bahwa kalau Pak Prabowo jadi Presiden,
maka beliau hanya akan menjabat selama dua sampai tiga tahun saja, gitu.
Menjabat sampai 2027 saja.
Nah, saya cermati narasi-narasi ini menjadi menggeliat dan makin santar
ketika kasus-kasus korupsi besar-besaran, kuadrilion, dibuka saat ini.
Mulai dari Pertamina, sebentar lagi katanya bakal PLN, BJB, Bang Jateng, PT Timah,
dan 28 kasus korupsi yang lain yang semuanya dibongkar
pasca Presiden Prabowo menjabat sebagai Presiden.
Padahal, semua kasus korupsi itu terjadi di masa rezim Jokowi, loh.
Artinya, sebetulnya kita persempit pembahasan, ya.
Jangan kemana-mana dulu, ya.
Dalam konteks korupsi ini kan, artinya sebetulnya Presiden Prabowo ini tuh jadi tukang cuci piring, gitu.
Dari pestapora korupsi yang berlangsung 10 tahun selama era Jokowi.
Dan kalau Anda perhatikan baik-baik, tidak ada satu pun pihak
bazar-bazar yang besar maupun yang kecil, ya,
yang mengaitkan korupsi itu dengan Jokowi, loh.
Padahal Jokowi yang 10 tahun jadi Presiden.
Presiden Prabowo baru 5 bulan jadi Presiden.
Belum ada kasus korupsi yang terjadi selama 5 bulan ini, kan.
Yang jadi finalis koruptor terbesar sejagat raya versi OCCRP kan Jokowi, bukan Presiden Prabowo.
Kok yang mau dimengzulkan kok Presiden Prabowo, ya?
Ya, sekarang nggak bisa lagi dimengzulkan kan Jokowi-nya udah nggak jadi Presiden, ya.
Tapi maksud saya, kenapa kok jadi santer berita-berita atau wacana-wacana untuk memengzulkan Presiden Prabowo, nih?
Jadi, di sini nih hati saya terusi untuk memberikan saran kepada Presiden Prabowo.
Karena sebetulnya kan yang memang bikin jengkel dan bikin sakit hati rakyat itu terhadap Presiden Prabowo, nih,
mungkin nggak ada orang yang berani bicara sama beliau, ya.
Karena saya nggak punya preferensi atau interes apapun, ya saya berani aja untuk menyampaikan.
Rakyat itu sakit hati banget, gitu.
Karena rakyat itu udah dalam level yang udah di level ketiga, ya, dengan Jokowi, ya.
Mulai dari yang curiga, tidak suka, sampai benci, tuh, di level itu lho rakyat.
Tapi malah Presiden Prabowo malah bilang hidup Jokowi.
Malah bilang dasmu-dasmu sama orang yang mengkritik beliau, gitu.
Nah, ini nih, kedua hal ini nih yang rakyat itu sakit hati dan makin sakit hati, tuh.
Makanya, jika Presiden Prabowo ingin bertahan lebih dari yang direncanakan atau jangan sampai dimakzulkan, gitu,
dan beliau benar-benar bisa jadi pemimpin independen yang kuat,
maka beliau harus segera melakukan langkah-langkah strategis yang cerdas
agar tidak bisa digusdurkan oleh lawan-lawan politiknya.
Maka, saya sampaikan nih, ya, strategi anti gagal untuk Presiden Prabowo yang bisa beliau terapkan.
Pertama adalah konsolidasi kekuasaan secepatnya,
antara 6 bulan sampai 1 tahun pertama.
Ini sangat kritis, ya.
Jadi, langkah-langkahnya, Presiden Prabowo harus segera lakukan resafal kabinet
untuk memastikan bahwa hanya orang-orang loyal yang berada di posisi kunci.
Selama 6 bulan sampai 1 tahun kan udah kelihatan, tuh.
Dari 109 orang itu kan kelihatan, tuh.
Mana yang bakal loyal sama beliau dan mana yang loyalnya ternyata sama orang lain.
Dan jangan biarkan sisa-sisa orang-orangnya Jokowi ini mengendalikan pemerintahan.
Jangan biarkan diri dikelilingi brutus-brutus, Pak Presiden.
Kalau Julius Caesar, brutusnya cuma satu, loh.
Kalau Presiden Prabowo ini, brutusnya banyak.
Ngeri kita semua lihatnya, kan.
Kemudian, lakukan pembersihan di sektor-sektor strategis seperti BUMN,
kepolisian dan militer, agar tidak ada kuda troi yang bisa menikam dari dalam.
Alhamdulillah kalau saya lihat, udah mulai ya, bongkar-bongkar BUMN ya.
Kemudian, perkuat pengaruh di DPR, di Parlemen.
Membentuk koalisi partai-partai yang benar-benar solid kepada Presiden Prabowo.
Bukan kepada Jokowi.
Lalu, Presiden Prabowo sudah melakukan saran yang saya sampaikan ini.
Bikin hubungan baik dengan oligarki.
Tapi jangan jadi bonekanya mereka.
Karena memang saat ini, secara de facto, gara-gara 10 tahun kemarin,
itu kan kekuasaan Indonesia di tangan oligarki.
Jadi, jangan langsung ditantang oligarkinya.
Tapi, bikin skema di mana mereka tetap untung tanpa harus mengendalikan pemerintahan.
Seperti yang terjadi 10 tahun terakhir.
Dan, model ekonomi baru yang menguntungkan rakyat dan oligarki sekaligus,
harus segera dijalankan.
Misalnya, dengan pemberian insentif bagi investasi jangka panjang.
Bukan proyek-proyek mercusuar jangka pendek.
Kemudian, batasi dominasi oligarki lama dengan memperkuat oligarki baru.
Yang lebih independen dari politik dan lebih loyal kepada Presiden Prabowo.
Dan, hilangkannya, jebakan bayang-bayang Jokowi itu sudah hilangkan.
Jangan bilang Jokowi mentor saya, jangan bilang lagi hidup Jokowi.
Jangan biarkan Jokowi mengendalikan pemerintahan dari belakang.
Segera tunjukkan, Presiden Prabowo,
kemandirian dengan kebijakan yang berbeda dibandingkan dengan era sebelumnya.
Bikin rebranding total terhadap kebijakan lamanya Jokowi.
Ubah skema-skema kebijakan-kebijakan dan proyek-proyek yang memang harus berjalan.
Bikin yang lebih masuk akal, lebih rasional.
Jangan jadi beban APBN, jangan jadi beban fiskal.
Terus, bongkar skandal lama.
Dan ini kelihatannya sudah dilakukan.
Memang kuat banget tekanan terhadap Presiden Prabowo saat-saat ini.
Tapi, harus memang agar Jokowi dan kelompoknya
tidak bisa mendikte arah pemerintahan Presiden Prabowo.
Dan pastikan Presiden Prabowo, Presiden harus membeli hati rakyat.
Dan membuat TNI dan Polri ada di pihak Presiden.
Jadi, bikin dukungan rakyat dengan kebijakan ekonomi yang konkret,
bukan hanya sekedar yang pencitraan.
Dan jangan biarkan tekanan dari elit-elit, politik maupun ekonomi
yang bikin Presiden Prabowo kehilangan hubungan dengan rakyatnya.
Perkuat pengaruh TNI dan Polri agar tidak ada potensi kodata politik dari dalam.
Hindari skandal dan blunder yang bisa melemahkan pemerintah.
Jangan sampai di pemerintahan terjadi skandal korupsi besar saat ini,
antara 2024 sampai 2029.
Karena itu akan rentan sekali bagi lawan-lawan politik Presiden Prabowo
untuk menjatuhkan pemerintahannya.
Pastikan semua kebijakan besar.
Ini sekali lagi, saya mohon kepada Presiden Prabowo untuk mengkaji ulang
program akan bergisik gratis ini.
Karena pendanaannya besar sekali dan hasilnya ternyata tidak signifikan
dan bisa jadi bumerang.
Lalu yang paling-paling nih, Presiden Prabowo tidak boleh lagi
bikin pernyataan kontroversial, macam hidup Jokowi, macam Dasmu.
Karena ini bisa dimanfaatkan, bisa diframing oleh media-media pro.
Bukan pro orang lain, bukan pro Presiden Prabowo
untuk melemahkan citra kepemimpinannya.
Kemudian, intinya ya, cepat konsolidasi.
Kemudian, Presiden Prabowo ini saya memberikan saran lagi
yang jauh lebih teknis.
Jadi, jangan sampai Presiden Prabowo terkena jebakan.
Jebakan Batman.
Jangan ragu untuk ambil keputusan besar.
Pastikan rakyat tetap di pihak beliau dengan kebijakan nyata.
Memang ini ada sebuah kelemahan yang saya perhatikan
dari Presiden Prabowo selama lima bulan ini.
Beliau itu sulit bangun hubungan emosional dengan rakyat.
Jadi, kalau misalnya dibandingkan dengan Presiden-Presiden yang dulu,
Jokowi bisa menciptakan sebuah citra rakyat jelata
dengan bahasa sederhana, dengan ngangong-ngangong gitu,
berusukan-berusukan kesana-kemari.
Kalau Presiden Soekarno, pidatonya membakar semangat rakyat,
membuatnya jadi bapak bangsa.
Kalau Presiden Soeharto, walaupun otoriter, militaristik,
tapi beliau bisa bangun citra sebagai bapak pembangunan yang tegas
tapi tetap melindungi rakyat.
Nah, Presiden Prabowo ini masih terlihat elitis,
keras, dan kurang akrab dengan rakyat biasa.
Jadi, ini mesti harus merubah, betul.
Bangun narasi baru.
Presiden Prabowo sebagai pelindung bangsa.
Jadi, berhenti tampil sebagai jenderal yang kaku,
mulai bangun citra sebagai bapak pelindung rakyat yang lembut dan tegas.
Bahasanya dibuat lebih sederhana.
Bikin berusukan-berusukan taktis, gitu kan.
Hindari terlalu banyak pengawalan.
Fokus pada masalah sehari-hari rakyat kecil.
Dan gunakan media sosial dengan cara yang lebih keren.
Karena saya senang, ya.
Saya kan mengamati Instagramnya dan sosmednya Presiden Prabowo, ya.
Itu bagus banget, gitu.
Bagus banget di medianya.
Cuma kayak kurang diamplifikasi.
Kurang diamplifikasi.
Terus jangan lupa bikin garda rakyat, tim loyalis rakyat di lapangan.
Itu penting sekali Presiden Prabowo, ya.
Jadi, Presiden Prabowo ini benar-benar harus merubah brandingnya, lah.
Harus merubah dirinya, lah.
Tapi nggak usah harus merubah diri yang jadi nggak dirinya, gitu loh.
Tapi merubah dirinya sesuai dengan kapasitasnya beliau, gitu.
Contohnya, beliau kan latar belakangnya militer.
Tugas orangnya.
Keras, gitu kan.
Tapi dibikin kayak Presiden Soeharto.
Kan sama-sama militer, sama-sama jenderal.
Bagaimana cara Presiden, bagaimana cara Pak Soeharto,
ya mantan mertua beliau, mendekat ke rakyat, gitu.
Presiden Soeharto kan tegas banget.
Tapi beliau tuh ahli dalam membangun citra sebagai Bapak Bangsa.
Memang otoriter.
Tapi rakyat tetap merasa deket sama beliau.
Nah, Presiden Prabowo bisa belajar dari strategi ini.
Untuk memperkuat dukungan rakyat tanpa kehilangan kendali.
Terus bikin program-program kayak Presiden Soeharto.
Program sosial, misalnya.
Ya memang militer, gitu ya.
Bikin abri masuk desa.
Tapi abri masuk desanya itu bener-bener merangkul rakyat.
Jangan seperti sekarang.
Tau-tau TNI-nya masuk ke kelas-kelas SD
untuk bagi-bagi program makan gratis tanpa ngerti.
Jadi malah menciptakan ketakutan, gitu.
Menciptakan semacam sebuah taura represi.
Terus kemudian TNI masuk untuk bikin pertanian, misalnya.
Ribatkan rakyat, gitu.
Jadi kalau Presiden Soeharto kan waktu itu sukses banget ya
dengan abri masuk desa.
Karena bikin jalan, bikin irigasi, pertanian.
Tapi bareng sama rakyat.
Abrinya, TNI-nya tuh bareng sama rakyat.
Jadi mungkin Presiden Prabowo bisa bikin branding-nya.
Branding TNI masuk kampung, gitu, Pak.
Kalau dulu Pak Almarhum Presiden Soeharto kan abri masuk desan.
Presiden Prabowo, TNI masuk kampung, gitu, Pak.
Dan TNI polri bisa aktif dalam pembangunan daerah tertinggal.
Daerah-daerah yang nggak bisa dijangkau, yang penduduknya sangat sedikit.
Nah, mereka bekerja sama dengan penduduk setempat.
Kemudian bikin pemberdayaan UMKM berbasis desa.
Dengan pendampingan langsung dari pemerintah.
Jadi Presiden Prabowo juga hadir di situ.
Kemudian bikin program pangan murah di daerah terpencil.
Dengan distribusi dari TNI dan Bulog.
Nanti Presiden Prabowo juga hadir.
Jadi dampaknya tuh, rakyat bisa melihat Presiden Prabowo
sebagai pemimpin yang hadir secara langsung dalam kehidupan mereka.
Kemudian bangun citra, Bapak Pembangunan 2.0.
Bapak Pembangunan ke-2.
Dulu kan Presiden Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan.
Karena fokus sekali pada infrastruktur dan ekonomi.
Hingga sampai pada suas membada beras.
Presiden Prabowo bisa meniru model ini.
Dengan branding baru.
Misalnya fokus pada ketahanan pangan.
Yang itu kan menjadi fokusnya beliau.
Ketahanan energi.
Dan dengan memberdayakan petani, nelayan, dan peternak.
Libatkan mereka.
Seperti dulu Presiden Soeharto juga seperti itu.
Bikin kelompok capir, mengumpulkan petani, nelayan, peternak.
Beliau langsung bicara, dialog.
Kemudian bangunlah industri strategis lokal.
Kurangi impor dan tingkatkan produksi nasional.
Bikin gerakan, Pak.
Bangga produk Indonesia.
Dengan proteksi terhadap industri lokal yang nyata.
Maka dampaknya, Presiden Prabowo akan dipandang sebagai presiden
yang membangun ekonomi rakyat dari akar rumput.
Kemudian harus juga lebih masif menggunakan media.
Tapi dengan sistematis.
Dan untuk propaganda positif.
Kalau dulu Presiden Soeharto kan mengontrol media
untuk membentuk opini publik positif.
Dan itu kan sisi negatif yang dirasakan oleh rakyat ya
kepada Presiden Soeharto.
Kan represi banget tuh.
Kontrol media banget.
Nah sekarang Presiden Prabowo gak bisa begitu.
Tapi harus bisa menggunakan media digital
dan influencer yang dari rakyat
untuk menciptakan narasi-narasi yang kuat.
Jadi influencer itu jangan influencer-influencer
yang YouTuber-YouTuber yang udah kelas 30 jutaan subscriber.
Bukan. Influencer rakyat.
Banyak influencer rakyat.
Banyak YouTuber dari daerah-daerah itu dipakai mereka
untuk menciptakan narasi yang kuat.
Dokumentasikan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Jadi kalau mau manggil, mau manggil YouTuber,
manggil influencer itu bukan yang
bukan yang seperti yang dilakukan sama Jokowi, Pak.
Panggil influencer-influencer yang di desa-desa,
yang di daerah-daerah.
Namun mereka itu banyak sekali loh.
Subscriber-nya ya.
Dan sangat nyata memotret apa yang terjadi di daerah.
Terus bikin kampanye harian di Medsos
yang menampilkan Presiden Prabowo turun langsung ke masyarakat.
Harus sering.
Bikin dokumenter gitu.
Seperti waktu itu Presiden Soeharto bikin Jejak Soeharto.
Ada, Pak, dokumenternya. Belajari aja.
Tapi bikin lagi dengan yang jauh lebih modern gitu ya.
Jauh lebih abad 21, Pak.
Misalnya, transformasi Indonesia oleh Prabowo.
Maka dampaknya tuh rakyat bisa lihat Presiden Prabowo
sebagai pemimpin yang benar-benar bekerja nyata untuk mereka
dan bukan cuma retorika atau pencitraan.
Jangan.
Dan sekarang Presiden Prabowo memang harus lebih sering
berusuhan sistematis ya.
Saya dan mungkin banyak rakyat Indonesia tuh senang sekali kemarin
lihat videonya Presiden Prabowo
benar-benar datang ke banjir Bekasi
dan bagaimana touching-nya beliau dengan rakyat gitu ya.
Mengelus anak-anak tuh kelihatan sekali tulusnya.
Nggak ngerti nih pencitraan apa bukan.
Tapi karena kurang lebih kita kenal ya sama Presiden Prabowo ya.
Jadi nggak kelihatan tuh sebagai sebuah pencitraan.
Bikin yang lebih sering, Pak, hubungan langsung dengan rakyat
lewat berusuhan sistematis.
Joko emang sukses banget ya di soal berusuhan
sampai masuk gorong-gorong segala.
Tapi rakyat semua tuh tahu
bahwa semua yang dilakukan itu benar-benar cuma pencitraan.
Nah Presiden Prabowo harus melakukan berusuhan
yang benar-benar punya dampak.
Jadi setiap kunjungan ke daerah harus disertai
pemberian solusi yang konkret.
Benar-benar kayak Presiden Soeharto yang melakukan
kolben capir waktu itu.
Jadi nggak cuma sekedar hadir, seremonial, bikin repot orang.
Jangan. Tapi benar-benar yang datang tuh
kalau bisa inkognito aja, nggak usah pakai rame-rame
Buatlah sistem medsos aduan rakyat langsung
dan benar-benar direspon sama Presiden Prabowo
secara berkala.
Jadi Presiden Prabowo harus punya jadwal
setiap bulan turun langsung ke desa-desa,
ke daerah-daerah dengan agenda nyata.
Bukan sekedar pencitraan,
bukan sekedar untuk konten,
dan bukan cuma seremonial
akhirnya bikin repot banyak orang.
Maka Presiden Prabowo akan terlihat
sebagai Presiden yang benar-benar peduli
dan bekerja nyata untuk rakyat.
Dan bangunlah loyalitas jangka panjang
dengan program kesejahteraan berjenjang.
Dulu Presiden Soeharto itu menciptakan
stabilitas jangka panjang
dengan sistem loyalitas ekonomi.
Nah, Presiden Prabowo bisa menciptakan
skema kesejahteraan berbasis jenjang.
Misalnya, dana desa plus,
insentif tambahan untuk desa yang mandiri
secara ekonomi.
Kemudian bikin kredit mikronasional,
kredit ultra ringan untuk petani
dan UMKM dengan subsidi langsung.
Itu kayak yang dilakukan oleh Muhammad Yunus
dengan Bangladesh ya.
Jadi kredit benar-benar yang enggak pakai bunga.
Kemudian program 100 juta keluarga sejahtera
yang bertahap meningkatkan
kesejahteraan rakyat, Pak.
Jadi rakyat akan merasa bahwa
pemerintahan Prabowo itu benar-benar meningkatkan
antara hidup mereka, bukan hanya sekedar
janji politik. Jadi,
Presiden Prabowo memang harus meniru.
Harus banyak meniru.
Harus banyak meniru Presiden Soeharto.
Tapi gayanya lebih modern.
Anak-anak milenial, zilenial,
anak-anak alfa yang 70% adalah
rakyat Indonesia itu
sangat enggak kenal Presiden Soeharto
itu siapa. Enggak ngerti sama sekali.
Nah, karena itu,
Presiden Prabowo harus bisa bikin
Presiden Soeharto
rasa abad 21.
Karena backgroundnya sama, kebetulan
juga masih keluarga.
Jadilah pemimpin yang bekerja diam-diam.
Tapi hasilnya terasa besar.
Presiden Soeharto itu sering banget berusukan
tanpa disorot.
Gunakan TNI Polri sebagai alat pembangunan
rakyat, bukan hanya alat kekuasaan.
Bersihkan dulu, Pak, Polri.
Bikin citra yang bagus dan kemudian jadikan
sebagai alatnya Bapak.
Bangun loyalitas jangka panjang melalui
kesejahteraan yang konkret. Dan gunakan
media secara efektif untuk membentuk
narasi-narasi positif.
Jika strategi ini dilakukan dengan benar,
Presiden Prabowo bisa jadi pemimpin yang
dicintai rakyat, seperti Presiden Soeharto.
Tapi jangan ulang
kesalahan masalahnya beliau, ya.
Nah, kemudian ada sebuah strategi
yang ini unik
sekali, sangat
unik Prabowo.
Ini strategi
otentik yang saya berikan kepada
Presiden Prabowo, mengikuti
karakter beliau. Beliau itu kan
orangnya lovable.
Jadilah Presiden lovable yang dekat dengan rakyat.
Karena Presiden Prabowo ini
punya karakter unik yang tidak dimiliki
pemimpin Indonesia sebelumnya.
Jadi beliau itu kan lovable orangnya.
Friendly, mudah disukai orang.
Bikin orang itu jatuh hati
sebenarnya. Karena beliau itu punya sisi
humor, terus
warm heart, gitu.
Kemudian beliau itu kan romantis, melankolis,
mudah tersentuh,
dan ekspresif kan,
menunjukkan emosi. Tapi jangan ekspresif yang
impulsifnya, Pak, yang marah-marahnya.
Tapi ekspresif yang kayak
kalau Presiden Prabowo lagi meluk
Bobi Kertanegara itu loh,
kucing kesayangan. Atau
bonding lovable, bonding dengan
Mas Didit, itu ya itu
menyenangkan sekali tuh dilihat.
Jadi itu manfaatkan. Itu adalah sebuah
karakter yang benar-benar yang
karakter yang otentik ya, dari Presiden
Prabowo. Dan kalau itu bisa dimanfaatkan
dengan baik, Presiden Prabowo bisa jadi
Presiden yang benar-benar dicintai rakyat,
bukan sekedar dihormati.
Gunakan bahasa hati,
bukan bahasa politik.
Contoh misalnya Presiden Soeharto, itu terlihat
berwibawa dan tegas, tapi
kurang ekspresif dalam menyentuh hati rakyat.
Jokowi, sering berusukan,
tapi lebih berorientasi penjiteraan,
teknis sifatnya. Tapi kalau Presiden
Prabowo itu bisa bikin komunikasi
emosional dan personal saat
bicara dengan rakyat, bukan
sekedar teknis pemerintah.
Buka sisi humanis itu lebih luas.
Tunjukkan perasaan,
nostalgia,
dan kepedulian dengan kata-kata yang menyentuh.
Jadi kayak yang ditulis
di Instagram, tapi lakukan
itu, gitu. Jadi jangan cuma
foto-foto aja, tapi benar-benar lakukan.
Terus,
tim humasnya bikin slogan
yang menghangatkan hati. Misalnya,
saya bukan Presiden, saya sahabat rakyat,
negara ini milik kita semua,
saya hanya pelayan rakyat,
maka dampaknya rakyat akan
merasa deket dan memiliki hubungan emosional
dengan Presiden Prabowo,
bukan sekedar melihatnya sebagai pemimpin
negara. Jadi,
Presiden Prabowo harus memaksimalkan
sentuhan personal dalam berusukan.
Kalau misalnya berusukan,
coba lihat, kalau Jokowi
berusukan, itu kan formal,
kaku, penjiteraan banget,
konsumsi konten
banget. Nah,
Presiden Prabowo itu berusukannya
harus beda, penekatannya harus emosional,
peluk dan
rangkul rakyat seperti seorang ayah yang
benar-benar peduli, bercerita
dengan rakyat, bukan hanya sekedar
mendengar, tunjukkan empati
dalam setiap kunjungan,
libatkan anak-anak dan lansia dalam setiap kunjungan
untuk menciptakan momen yang menyentuh hati,
berusukan ke pasar dan
warung kopi, bukan hanya pabrik atau proyek
besar. Seperti itu, Pak.
Dampaknya, rakyat akan
merasa Presiden Prabowo benar-benar peduli,
bukan hanya pencitraan.
Foto dan video berusukan akan viral secara
natural karena penuh dengan kehangatan.
Kemudian, bikin romantisasi
hubungan dengan rakyat melalui kisah
dan nostalgia, Pak. Karena
Presiden Prabowo ini kan punya kisah hidup yang penuh drama
dan perjuangan. Saya ada satu
video yang waktu beliau lagi
pilpres itu, ya,
ada satu video itu,
setelah, ya, pada saat beliau
pilpres itu, yang udah
menang, ya. Yang udah menang itu kan
beliau cerita tentang kisah hidup beliau.
Itu bagus banget, dong. Dan itu bisa
digunakan untuk membangun hubungan emosional
dengan rakyat. Jadi,
strategi Pak Prabowo
cerita kepada rakyat tentang masa kecilnya,
hubungan dengan ibunya,
bagaimana dia asuh dan dididik oleh
ayahnya, pengalaman hidupnya
sebagai bagian dari inspirasi untuk rakyat,
bikin serial video pendek
seperti Cerita Prabowo
yang menampilkan kisah inspiratif dan emosional
dari perjalanan hidupnya yang penuh
dengan dikalipu. Gunakan
media sosial untuk membangun narasi
presiden yang hangat dan romantis dengan
rakyatnya. Maka damaknya,
rakyat akan melihat Presiden Prabowo
bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai
sosok bapak bangsa yang penuh kasih sayang.
Tampilkan sisi romantis
dan melankolis dalam kepemimpinan.
Karena, memang, basically-nya,
Presiden Prabowo ini kan sosoknya romantis
dan melankolis. Gunakan
sisi itu, gunakan karakter itu
untuk membangun hubungan emosional
dengan rakyat. Bikin puisi
dan kata-kata indah dalam pidato.
Sesekali tunjukkan
air mata ketika berbicara tentang perjuangan
rakyat. Tapi jangan air mata buaya ya, beneran.
Rayakan hari-hari penting
seperti hari ibu, hari pahlawan
dengan momen yang menyentuh hati.
Maka damaknya, masyarakat akan merasa terhubung
dengan Presiden Prabowo secara emosional.
Maka nanti match sauce itu akan
dipenuhi dengan momen-momen hangat dan
menyentuh dari Presiden Prabowo.
Dan,
bangun gerakan hati nurani untuk
memenangkan hati rakyat. Bukan sekedar
program teknis, tapi gerakan moral
yang membuat rakyat merasa dihargai
dan disayangi. Bikin, misalnya,
program kado untuk rakyat.
Setiap bulan, pemerintah memberikan hadiah
simbolis kepada rakyat yang berjasa.
Bikin program surat
untuk Presiden. Anak-anak bisa
mengirim surat kepada Presiden Prabowo
dan beliau membalas. Ini dulu pernah,
Presiden Soeharto pernah melakukan itu.
Bikin program makan bersama
Presiden setiap minggu. Undang
rakyat biasa untuk makan bersama Presiden
Prabowo. Dampaknya, Pak,
Presiden Prabowo akan dikenang
sebagai pemimpin yang benar-benar mencintai
rakyatnya. Citra sebagai
Presiden paling lovable akan terbentuk
secara alami.
Jadi, Presiden Prabowo itu
benar-benar yang kayak harus jadi.
Presiden yang benar-benar
menggunakan bahasa hati, gitu.
Bukan hanya otoritas. Terus,
ada strategi keluarga.
Menggunakan Mas Didit
Prabowo dan Bu Titik Soeharto
untuk membangun kedekatan dengan rakyat.
Presiden Prabowo bisa belajar dari
Presiden Soeharto yang menggunakan keluarga
sebagai simbol stabilitas dan kedekatan dengan rakyat.
Kehadiran Mas Didit
dan Bu Titik Soeharto bisa menjadi
aset politik dan emosional yang memperkuat
citranya sebagai pemimpin yang tidak hanya kuat,
tetapi juga hangat dan berakar pada
nilai keluarga. Memang
beliau sekarang sudah tidak menjadi suami
dari Bu Titik Soeharto. Tapi,
semua orang tahu bagaimana kejadian itu.
Dan itu kan menjadi sebuah nilai
lebih ketika beliau itu
masih membangun hubungan baik dengan
mantan istri beliau, membangun hubungan baik
dengan Mas Didit.
Mas Didit ini aset
untuk membangun sebuah citra bagi Presiden
Prabowo. Karena apa?
Beliau itu representasi anak muda dan
budaya. Mas Didit Prabowo
ini kan dikenal sebagai desainer sukses,
berpendidikan tinggi,
dan memiliki citra modern.
Selama ini jarang muncul di politik.
Tapi justru bisa menjadi
kejutan positif bagi rakyat. Karena
kelihatan sekali ya bondingnya
dengan papahnya itu
mesra sekali. Dan itu harus
sering diekspos.
Mas Didit itu bisa jadi jembatan
antara Presiden Prabowo dengan anak-anak muda
tanpa harus terjun politik secara
langsung. Munculkan aja
Mas Didit dalam kegiatan sosial dan budaya.
Sering-sering dampingi Presiden
Prabowo. Waktu Presiden
Prabowo lagi kunjungan ke luar negeri, beberapa
kali didampingi Mas Didit, rakyat itu
senang banget loh. Aduh
puterannya
menemani ayahnya
itu senang loh. Rakyat itu senang.
Kayak gitu tuh senang. Sering
dampingi Presiden Prabowo dalam acara yang
jangan politik, tapi acara-acara seni,
acara budaya, acara jalan-jalan.
Terus Mas Didit juga
bisa bikin program fashion
for other people. Desain murah
berkualitas untuk rakyat. Jadi
inget tuh waktu jamannya
bikin fashion di street
gitu ya, tapi mungkin lebih terarah
misalnya seperti itu. Dan
kampanye kan bangga buatan Indonesia bersama
Presiden Prabowo. Bangun
citra keluarga modern dan nasionalis
tanpa kesan nepotisme.
Jadi anak muda akan mulai merasa
lebih deket dengan Presiden Prabowo.
Dan citra Presiden Prabowo tidak
hanya militaristik, tapi juga berkelas,
elegan, dan peduli pada
kreativitas anak bangsa.
Jadi memang
ini ada sebuah framing
yang The New Soeharto Family gitu ya
dalam versi modern. Tapi ini kan konsumsi
dari anak-anak milenial, jilenial,
dan alfa. Memang ya
sekarang namanya
di keluarga di dunia ini 50%
bercerai, nggak ada masalah.
Asalkan bangunan batin
sebagai keluarga itu tetap
dijaga. Ibu Titi
tetap sebagai mamanya Mas Didit.
Presiden Prabowo sebagai papanya
Mas Didit gitu. Nggak ada masalah kan
walaupun mantan istri.
Tapi beliau tetap memiliki hubungan baik
dan dihormati. Karena sampai
dengan hari ini Ibu Titi Soeharto tetap dihormati
oleh siapapun. Beliau ini
masih memiliki banyak loyalis
di berbagai daerah.
Ibu Titi bisa menamangi Presiden Prabowo
dalam acara-acara sosial. Terutama
yang menyentuh hati rakyat kecil.
Munculkan Ibu Titi
dalam program-program sosial.
Sentuhan Ibu Bangsa.
Karena kita juga bingung juga ya, nggak ada
Ibu Negara kan. Tapi Ibu Titi
bisa jadi Ibu Bangsa.
Jadi programnya adalah untuk kaum
Ibu Berdaya dan UMKM.
Tampilkan momen-momen kehangatan
antara Presiden Prabowo dan Ibu Titi dalam
acara publik tanpa kesan
politik transaksional. Jadi
walaupun Ibu Titi bukan Ibu Negara,
tapi Ibu Titi bisa jadi
Ibu Bangsa. Sehingga
ini akan menguatkan basis dukungan
dari loyalis yang masih
ada di akar rumput. Dan menghadirkan
sentuhan keluarga dalam kepemimpinan
Presiden Prabowo.
Jadi Presiden Prabowo
sekarang ini harus memanfaatkan
waktu
lima tahun dikurangi
lima bulan untuk
membangun sebuah branding.
Membangun sebuah branding.
Membangun sebuah branding
beliau harus
memiliki branding yang
sangat berbeda dengan Presiden
sebelumnya. Kemudian
jaga kesehatan juga
Presiden Prabowo dengan
makan sehat, dengan
membangun sebuah
framing ekonomi
rakyat tumbuh dari makanan lokal.
Perhatikan
kalau pas misalnya beliau
lagi olahraga rutin, olahraga
rutinnya pasti beliau itu berenang, berkuda.
Bangun, itu citra
itu untuk menampilkan bahwa
walaupun beliau
saat ini sudah
lansia, tapi beliau
mau jaga kesehatannya. Sehingga
kita rakyat itu merasa
aman dan nyaman melihat
walaupun Presidennya lansia, tapi beliau itu
jaga kesehatan kok.
Tampilkan itu.
Dan memang harus manajemen stres ya,
karena beliau ini kan, tipically-nya
kalau orang romantis melankolis itu kan
suka marah juga ya, jadi
bikin manajemen stres, supaya kemimpinan
lebih stabil dan bijak.
Dan jangan lupa cek kesehatannya,
karena Presiden Prabowo itu
harus menjadi role model untuk masyarakat.
Dengan pendekatan ini, Presiden
Prabowo bisa tampil sebagai pemimpin yang
kuat, sehat, dan benar-benar
dicintai rakyat.
Anda bisa setuju ataupun tidak, tapi inilah
yang ingin saya sampaikan.
Karena bagaimanapun kita butuh
kepemimpinan yang kuat, yang stabil,
yang bisa memberi contoh.
Banyak hal-hal yang mesti
dikoreksi dari Presiden Prabowo, dan ini
sudah saya sampaikan. Dan insyaAllah mudah-mudahan
masukan-masukan saya ini bisa didengar
dan kemudian satu demi satu
bisa diaplikasikan. Silahkan
sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.
Jangan lupa like, subscribe, dan share video ini
agar lebih banyak orang
mendapatkan informasi
dan mendapatkan pencerahan.
Sampai jumpa di video berikutnya.
Wassalamualaikum Wr Wb
Salam Kebenaran
