Sultan, 9 Years of Strength, Discipline, and Spirit #reportasependidikan

Arthalita Haridinata
52 pengikut
165 Tayangan video·30 Okt 2025
For almost a decade, Sultan has dedicated himself to Pencak Silat.
A journey that shaped his character, discipline, and leadership. From his first steps on the mat to becoming the vice leader of the Silat club, his story proves that true strength starts from within.
Halo, selamat datang kembali bersama aku, Artelite, di Hariku Media.
Halo, nama aku Sultan Muhammad Gilfaryon Al-Fatih. Sekarang aku ada di kelas 12, jurusan IPS.
Nah Sultan, kamu kan lagi aktif banget ini dalam kegiatan eskol pencaksilan.
Boleh nggak kasih tau ke kita sejak kapan kamu tertarik sama kegiatan pencaksilan ini?
Apakah dari kecil atau emang baru nyoba-nyoba aja pas SMA sekarang?
Dulu itu waktu SD pertama kali kenal bela diri awalnya taekwondo.
Cuma pas beranjak ke kelas 3, saya mulai tertarik sama yang namanya pencaksilat.
Karena ngeliat teman-teman nunjukin jurus-jurus sama bela diri yang keren dibanding taekwondo dan bela diri yang lainnya.
Jadi saya tertarik masuk pencaksilat.
Terus waktu pertama kali itu ikut kelas 3 SD. Sampai sekarang masih ikut pencaksilat.
Berarti saya sudah mengikuti pencaksilat selama 9 tahun.
Wow, udah lama banget ya. Berarti Sultan emang udah berpengalaman banget di bidangnya.
Boleh nggak kasih tau ke kita, karena kamu udah lama di bidang pencaksilat.
Kalau misalnya orang mau pertama kali latihan nih, harus belajar apa dulu sih?
Apa emang harus kesiapan mentalnya? Apa ada jurus-jurus yang harus diafalin sebagai basicnya?
Boleh nggak kasih tau ke kita?
Jadi buat orang yang pengen masuk ke pencaksilat atau pengen ikut bela diri pencaksilat,
yang pertama sudah pasti mental.
Yang kedua, itu fisiknya harus dilatih.
Kalau ngomongin soal jurus itu nanti bisa belajar pas kita sudah di-exclude pencaksilatnya.
Nggak harus hafal dari awal.
Jadi yang penting itu fisik dan mental harus dipersiapkan dari sebelum masuk ke pencaksilat.
Oke, berarti inti utamanya itu kalau misalnya jurus-jurus itu bisa dilatihan di sekolah ya.
Nah, kamu kan sebagai salah satu mandataris di pencaksilat ini ya.
Boleh nggak kasih tau ke kita biasanya kegiatan di pencaksilat itu, exclude-nya itu ngapain aja sih?
Biasanya latihan kita di sekolah hari Senin kan ya.
Jadi pertama-tama kita pembukaan dan jogging-jogging kecil sebelum pemenasan.
Setelah itu baru kita pemenasan, stretching.
Baru latihan fisik sebelum mulai masuk ke materi pencaksilatnya.
Kayak push-up, sit-up, dan segala macam lainnya.
Baru kita masuk ke materi peladiri kayak tangkisan, pukulan, tendangan,
sama gerakan jurus-jurus yang mengandung unsur seninya, seperti itu.
Wah, oke.
Nah, kamu kan di background kamu ini dikasih tau kalau sebelumnya kamu tuh udah nyoba beberapa kali olahraga,
misalnya taekwondo.
Boleh nggak kasih tau ke kita apa yang membedakan pencaksilat sama olahraga lainnya?
Oke, jadi yang membedakan pencaksilat dari peladiri lainnya itu terutama, pertama, dari unsur seninya.
Kita ambil contoh kecil dari taekwondo.
Taekwondo itu kan gerakan hanya ada pukulan, tangkisan, tendangan.
Itu yang ada di taekwondo.
Kalau yang ada di silat, itu ada bantingan, ada jatuhan, ada guntingan, ada tendangan, ada pukulan.
Jadi banyak unsur seni yang bisa kita bawakan dari pencaksilat ini.
Lalu yang kedua, terdapat unsur budaya.
Jadi silat ini berasal dari tanah banten.
Jadi termasuk eskul peladiri yang mengandung unsur tradisional yang membawakan budaya-budaya Indonesia.
Seperti itu, Arthalita.
Oke, aku mau nanya lagi nih.
Tadi kan udah disampaikan kalau pencaksilat itu mengandung nilai seninya, ternyata ada nilai budayanya.
Nah, biasanya nilai seni sama budaya ini terrepresentasikan atau dibentukinnya itu dalam bentuk apa sih?
Apakah dari seragamnya, ataupun dari gerak-gerakannya, ataupun emang ada giringan lagu?
Itu bisa dijelasin nggak dalam bentuk apa?
Pencaksilat itu yang lebih menonjol budayanya dari pakaiannya sih.
Kalau misalkan kita ada perform atau tampil, biasanya kita menggunakan belangkon dan batik di selendang batik.
Yang kedua itu dari lagunya.
Sama kalau misalkan kita lagi perform atau tampil, kita menggiring lagu yang ada unsur tradisionalnya gitu, Arthalita.
Oh, keren banget ya.
Nah, untuk penutup nih, aku ada dua pertanyaan terakhir.
Pertama, apa sih momen berkesan selama kamu 9 tahun di Pencaksilat?
Momen berkesan bisa seperti kamu tampil atau lagi lomba, ada nggak momen berkesan buat kamu?
Kalau momen yang paling berkesan, itu ada dua sih selama ini.
Jadi dulu waktu pertama kali ekskul Pencaksilat, itu kan ada yang namanya ujian kenaikan tingkat.
Di situ pertama kali saya ikut ujian tersebut, saya merasa silat ini terlalu keras buat saya gitu.
Karena latihan yang keras, fisiknya harus kuat, seperti itu.
Yang kedua, dari segi tampil dan perform.
Jadi saya itu pernah tampil di sekolah, terus ikut lomba di tingkat nasional dan internasional, seperti itu Arthalita.
Jadi saya merasa bangga dan senang mengikuti Pencaksilat ini, gitu.
Wah, keren banget.
Ternyata Sultan menekuni Pencaksilat nggak cuma sekedar hobi, tapi dia benar-benar menekuninya sampai ke jinjang nasional.
Nah, sebagai penutup, ada nggak pesan yang ingin disampaikan kepada teman-teman yang ingin masuk Pencaksilat,
tapi masih ragu karena misalnya susah, ataupun ada hal lainnya?
Jadi pesan buat teman-teman yang pengen masuk Pencaksilat itu,
tadi kan saya udah nyampaikan ya, jadi ada fisik yang harus disiapkan dan mental yang harus disiapkan.
Sama, jangan ragu buat masuk Pencaksilat, karena Pencaksilat itu bela diri tradisional.
Kita harus membudidayakan budaya Indonesia, gitu.
Jangan takut dan ragu buat masuk ke Pencaksilat, seperti itu.
Oke, keren banget.
Terima kasih ya, Sultan, udah bumatin waktunya di Hari Komedia.
Bye semua!
