Farah, Competing with Logic and Law #reportasependidikan

Arthalita Haridinata
52 pengikut
In this episode of #reportasependidikan , we meet Farah, a dedicated student who shines in Law Quiz Competitions. Through her passion for learning and her sharp legal knowledge, Farah proves that understanding the law isn’t just about memorization it’s about critical thinking and teamwork. Let’s explore how her journey inspires others to learn with purpose!
Halo, Sobat Ganjeng World! Kembali lagi bersama aku, Athalita, di Hariku Media.
Hari ini, kita akan berbincang dengan salah satu siswi yang berprestasi dan sangat peduli atas hukum Indonesia.
Hari ini, kita akan berbincang dengan Farah, seorang siswi dari Asamanegeri 2, Tangerang Selatan.
Seorang siswa yang dikenal aktif dalam mengikuti Lomba Cerdas Cermat Hukum Indonesia.
Yuk, langsung aja kita ngobrol dengan Aisyah Farah.
Halo, Farah. Makasih ya udah sempetin waktunya di Hariku Media.
Sebelumnya, boleh nggak kenalin dulu nama panjang kamu siapa dan sekarang lagi di kelas berapa?
Oke, nama aku Aisyah Farah Mahira. Aku dari kelas 12-13.
Oke, Farah. Kamu kan lagi aktif banget nih di Lomba Cerdas Cermat Hukum.
Boleh nggak kasih tau ke kita awal mula kamu tertarik buat mulai LCC Hukum itu kenapa?
Jadi, awal itu kan aku milih sekolah MC karena aku bingung banget nih.
Waktu awal-awal kelas dulu nih ada banyak pilihan sekolah yang menarik di Munzur.
Nah, cuman aku pikir kayaknya kalau misalkan ikut sekolah yang berbawa akademik itu lebih menguntungkan
dan juga lebih menjajikan seperti sertifikat-sertifikat lombanya itu kan lebih menjajikan ya buat SMPP gitu.
Jadi, aku akhirnya memilih MC karena aku juga tertarik sama debat.
Jadi, emang awalnya tuh kelas 10 aku masuknya ke divisi debat.
Cuman waktu kelas 11 aku ngerasa aku tuh udah nggak cocok lagi sama debat
dan aku ngerasa kemampuan aku tuh stuck dan nggak berkembang di situ-situ aja.
Makanya akhirnya aku memilih untuk pindah ke divisi RCC, Lomba Cerdas Cermat.
Dan aku selama mengikuti lomba-lomba RCC sih aku ngerasa cocok-cocok aja ya di RCC.
Wah, keren banget ya perjalanan Farah untuk bisa cocok sama LCC ternyata butuh trial dan error dulu untuk bisa ketemu LCC.
Nah, Farah boleh nggak ceritain sama kita gimana sih proses kamu untuk bisa belajar di S-School-nya
dan di S-School LCC itu biasanya ngapain aja?
Apakah emang baca buku hukum sebanyak itu?
Ngapain sama UUD? Gimana? Boleh nggak kasih tau ke kita?
Kalau pertemuan S-School tiap minggu tuh biasanya tiap pertemuan materinya beda-beda.
Jadi misalkan minggu ini materi apa, minggu depan bahas materi apa.
Terus kita belajarnya nggak yang kaku-kaku banget, kita belajarnya lumayan santai.
Jadi biasanya kita bahas materi.
Kalau misalkan nggak bahas materi mungkin kita bakal kayak belajar pasal-pasal gitu.
Cuma belajar pasal-pasalnya juga nggak langsung sekaligus.
Belajar UUD tuh nggak langsung sekaligus tapi kayak perlahan-perlahan dulu.
Misalkan minggu ini pasal 1 sampai pasal 7.
Terus minggu depan pasal 8 sampai seterusnya.
Terus kalau LCC itu biasanya juga seru banget.
Soalnya awalnya itu kan materi dulu nih, bahas materi.
Kemudian di akhir itu ada kuis.
Kayak ada kuis gitu.
Keren banget ya ternyata perjuangan di S-School LCC ini.
Nah Farah, LCC kan nggak cuma sendiri ya, bener nggak?
Gimana sih caranya kamu menjaga kompakan sesama tim kamu untuk bisa
Aku yang jawab pertanyaan ini nih, ABC.
Boleh nggak kasih tau ke kita gimana cara menjaga kompakan sesama tim kamu?
Kalau dari aku pribadi, aku dari awal sih udah ngerasa klop-klop aja sama anggota-anggota di S-School LCC.
Aku ngerasa aku nyaman sama mereka semua.
Dan aku ngerasa deket sama mereka semua.
Jadi untuk berinteraksinya dan juga bekerjasama dalam perumahan itu juga mudah gitu loh.
Untuk mengatur strateginya, kerjasamanya, dan lain-lain.
Oke, nah sebelumnya kan kita tahu tujuan Farah untuk bisa aktif di LCC itu pasti untuk mendapatkan sertifikat lomba, kan?
Boleh nggak ceritain sama kita gimana salah satu lomba paling berkesan buat kamu
yang kayak bikin kamu suka banget sama LCC dan masih kamu ingat sampai sekarang?
Kalau aku, aku sendiri kan duinya agak telat ya, mulai dari kelas 11.
Jadi aku baru ikut membares LCC itu sekitar 2-3 kali.
Dan 2 di antaranya itu lombanya tuh online, di Zoom gitu.
Nah, yang satunya ini tuh offline.
Itu lombanya yang ngadain tuh UMTIRTA.
Universitas Sultan Agam Tirta Yasa.
Jadi waktu itu kita beneran di Spen, kita lomba ke Serang.
Kita nginep di Serang selama 2 hari 3, eh, 2 hari 3 malam.
Iya, 2 hari 3 malam.
Dan itu, itu seru banget lombanya.
Dan itu tuh beneran lebih kerasa jiwa kompetitifnya
dan suasana lombanya juga lebih kerasa menegangkan gituloh.
Dan pokoknya itu pengalaman lombanya menurut aku paling berkesan
dan paling masih membekas di ingatan aku.
Keren banget!
Ternyata banyak banget walaupun baru masuk kelas 11,
tapi Farah berkesempatan untuk bisa ikut lomba secara langsung ya.
Nah, Farah, untuk penutup nih, ada nggak pesan-pesan yang ingin kamu sampaikan
kepada teman-teman yang mau mencoba ataupun mau mulai untuk ikut
kegiatan kerdas seruat hukum, tapi mungkin masih ada keraguan
di dalam pikirannya?
Kalau dari aku sih, menurut aku buat yang mau ikut lomba resisi itu
jangan ragu, tunjukin aja.
Karena di sini kita belajar sama-sama, kita berkembang bareng-bareng
dari awal, dan menurut aku resisi juga cocok banget
buat yang emang tertarik di PKN, orangnya suka ngafal,
suka latihari banget, itu menurut aku cocok banget
buat yang mau resisi.
Terima kasih, Farah, udah sempetan waktunya di Hari Kumedia.
Bye!
