Jika benda yang kau sentuh lalu menjadi emas, bahagiakah engkau?
🍄 Cerita kami bukan sekadar cerita, puisi kami juga bukan sekadar rangkaian kata. Ibarat percakapan sambil saling menatap, setiap kisah kami selipkan dengn panduan yang lembut.
Mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar. Dan menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli.
Siao Shu Bao hadir menanamkan benih Asah-Asih-Asuh. Menjadi ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi sekaligus belajar mengelola emosinya.
Seorang asisten yang baik membawa pengaruh halus pada karakter dan nilai moral. Sehingga selain mendukung proses pendidikan anak. Siao Shu Bao juga menjadi sarana interaktif yang hangat bagi orang tua dan anak, serta bagi guru dan murid.
Jika benda yang kau sentuh lalu menjadi emas, apakah engkau bahagia?
Buka-buka tas kecil lagi yuk.
Ada kisah batu menjadi emas jika disentuh.
Cerita dari mitologi Yunani.
Raja Midas mempunyai taman mawar yang sangat indah.
Taman mawar Raja Midas dibangun di atas bukit kerajaannya.
Saat bunga mekar, semerbak wanginya menarik banyak orang.
Namun, hanya Raja Midas dan Marigold putrinya yang boleh keluar masuk taman bunga.
Suatu hari, Raja Midas sedang berada di taman bunga.
Memandangi bunga mawarnya yang indah, datang dua pengawal kerajaan masuk ke taman.
Bersusah payah menarik seorang kakek yang sedang mabuk.
Paduka Raja, kami temukan kakek ini di dalam taman.
Kami tak tahu bagaimana dia bisa masuk.
Saat kami temukan, dia sedang tidur di rumpun bunga mawar.
Menindih beberapa bunga mawar dan rusak paduka.
Kakek mabuk yang dimaksud kedua pengawal bertumbuh gempal tambun.
Kepalanya bulat dan botak.
Perutnya buncit, tanda ia peminum bir.
Hidung kakek kemerahan.
Bau alkohol yang kuat memancar dari tubuh kakek.
Dua pengawal mengapah dari kiri dan kanan.
Paduka Raja, bagaimana selanjutnya mengatasi hal ini?
Raja Mida sambil mengelus jenggotnya, mengelingi kakek gempal sambil mengingat-ingat.
Tiba-tiba Raja teringat sesuatu.
Bertepuk tangan dan tertawa.
Orang ini adalah teman lama aku.
Kali yang lekas persiapkan pesta jamuan.
Jamu dia dengan baik.
Banyak tamu di pesta yang bernyanyi dan menari.
Banyak sekali makanan dan anggur.
Raja Midas menjamu kakek gempal penuh semangat.
Kakek gempal minum hingga mabuk.
Kata-katanya menjadi banyak, tapi bukan celotehan tidak karuan.
Bagi Raja, semuanya adalah informasi mendalam.
Pengetahuan yang belum pernah ia dengar selama ini.
Tapi Raja tidak merasa kaget.
Raja pernah bertemu kakek di upacara ritual Dewa Anggur.
Raja tahu kakek gempal adalah mentor Dewa Anggur.
Seusai pesta, Raja Midas mengantar kakek gempal pulang ke tempat tinggal Dewa Anggur.
Dewa Anggur sangat senang melihat mentornya pulang.
Ia akan mengabulkan satu permintaan Raja.
Sebagai ucapan terima kasih kepada Raja Midas.
Oh, permintaan apa saja?
Hmm, apa ya permintaan Raja?
Sekilas nampak keserakahan di senyuman Raja Midas.
Dewa Anggur yang saya hormati,
saya harap semua benda yang saya sentuh dapat menjadi...
Mendengar ini Dewa Anggur menatap Raja penuh keheranan.
Lalu menganggukkan kepala.
Raja Midas berlari kembali ke istana.
Ia tak sabar ingin membuktikan janji Dewa Anggur.
Raja berjalan ke taman bunganya dengan sangat hati-hati.
Ia mematahkan sebatang ranting.
Eh, benar saja.
Ranting bunga itu seketika berubah menjadi batangan emas.
Raja lalu memungut sebuah batu hitam.
Langsung saja batu berubah menjadi balokan emas.
Wah, sungguh luar biasa.
Sebuah benda yang kusentuh jadi emas yang berkilauan.
Raja Midas menori di taman.
Tanpi hentinya tertawa.
Ia senang sekali.
Semua yang disentuh tak peduli bunga yang merah, ungu, atau kuning, atau putih.
Semua berubah menjadi mawar berwarna emas yang bersinar kemilau.
Setelah merasa puas Raja kembali ke istana.
Perutnya berbunyi keras, Raja sudah merasa lapar.
Sambil duduk di meja makan, Raja mengambil sepotong roti dan memasukkan ke dalam mulut.
Aduh, mengapa rotinya keras sekali?
Raja melihat roti di tangannya itu bukan roti.
Roti sudah berubah menjadi emas.
Raja baru menyadari.
Setelah ada ilmu mengubah benda menjadi emas, merepotkan juga sangat mengganggu.
Raja bahkan tidak bisa menikat gigi, apalagi mandi.
Sikat gigi juga handuk, semua berubah menjadi emas.
Bahkan kebiasaan Raja mengelus bulu kucingnya yang tebal dan hangat,
kini tidak bisa dilakukan lagi.
Hati Raja Midas sangat sedih.
Aku kini tidak bisa mengelus bulumu yang halus tebal itu.
Tepat di saat itu putri Raja Midas, Marigold, putri kesayangannya masuk menghampiri Raja.
Ayah, bunga di taman mengapa berwarna emas semuanya?
Marigold ingin menggapai tangan ayahnya bermanja seperti biasanya.
Tunggu, tunggu, jangan, jangan.
Terlambat, belum sempat Raja mengecegah ketika tangan sang putri menituh ayahnya.
Seketika ia berubah menjadi sebuah patung emas,
diam tidak bergerak sama sekali.
Raja tertegun kehilangan kata-kata karena kaget.
Raja menyadari permintaannya adalah kesalahan besar.
Raja Midas berlutut dan memohon.
Dewa Anggur yang saya hormati, saya salah besar.
Saya sungguh-sungguh telah menyadari karena serakah,
saya menjadi sangat bodoh, maafkanlah saya.
Saya mohon tarik kembali kesalahan yang sangat gila ini.
Dengan tulus Raja menyesali perbuatannya.
Penyesalan Raja diterima oleh Dewa Anggur.
Ia muncul di hadapan Raja, memberitahu agar Raja pergi mandi di sungai.
Raja Midas tiba di sungai sesuai yang ditunjuk.
Menggosok-gosok tangan dan kaki juga janggut lebatnya.
Raja mandi hingga bersih seluruh tubuh.
Ia lalu menyentuh rumput di tepi sungai.
Rumput tetap hijau, tidak berubah menjadi emas.
Ilmu Raja menyentuh benda jadi emas telah hilang.
Sungai tempat Raja mandi terletak di barat daya negara Turki.
Sungai itu dikenal dengan nama Paktolus.
Hingga kini sungai Paktolus terkenal karena menghasilkan emas.
Ketika Raja kembali ke istana putri Marygold sudah kembali menjadi putri kecil yang mengemaskan.
Bunga mawar aneka warna kembali bermekaran di taman.
Sampai di sini kisah tas kecil.
Menurutmu, mengapa Raja Midas berkata keserakahan telah membuat dirinya bodoh?
Andaikan suatu hari nanti kau diberi kesempatan memperoleh sebuah permintaan, apakah permintaanmu?
Mungkinkah permintaanmu itu serakah?