PENCARIAN MAKNA HIDUP AKHIRNYA DIA TEMUKAN: KISAH NYATA PAK RAYMOND TAN

Belajar Falun Dafa
373 pengikut
6.7K Tayangan video·10 Des 2025
Perkenalkan, nama saya Raymond. Saya praktis di Kuala Tapa dari Kota Batam.
Saya mengenal latihan Kuala Tapa di tahun 2003.
Sebelum mengenal latihan Kuala Tapa, saya mengambil diri oleh latihan Kuala Tapa.
Mencari DPP, belajar diri.
Untuk peningkatan diri lah ya.
Dan mencari menarik jepang.
Sering ke Toko Buku untuk mencari-cari buku untuk dibaca.
Dan pada ketika saya pernah belajar di Toko Buku,
Palungkong itu yang pertama yang dikepikan oleh Masterjed.
Tapi saya tidak begitu memahami maknanya ya.
Jika buku itu sudah dibeli, saya taruh di rumah saja.
Kemudian pada suatu ketika,
terbaca oleh saya di koran ya,
ada iklan yang dilakukan untuk workshop pengenal Kuala Tapa.
Iklannya kecil ya, mungkin seputulan.
Dan di situ tertulis gratis gitu.
Terus karena gratis,
jadi saya menelepon untuk mendaftar untuk mengikuti workshop Kuala Tapa.
Kemudian pada weekend itu,
saya pergi melihat di workshop tersebut.
Dan ada teman-teman dari Batam, dari Singapura yang datang mengadakan.
Dan ketika mengikuti workshop tersebut,
saya diajarkan berlatih 5 metode latihan.
Empat metode latihan.
Dan satu latihan meditasi.
Awalnya saya tidak begitu tertarik ya.
Karena menurut saya,
kalau berlatih latihan gerakan itu kan tidak bisa meningkatkan diri ya.
Karena hanya mengadakan latihan.
Berarti kemudian di workshop tersebut,
dikenalkan bahwa Kuala Tapa ini adalah metode motivasi ya.
Metode penempa diri, kuatat dan raga.
Jadi saya menjadi tenang.
Ini metode penempa diri untuk meningkatkan diri.
Kemudian dikenalkan buku Tsongkhalo.
Buku yang membimbing untuk melakukan penempa diri.
Kemudian saya menjadi senang.
Karena selama ini kan saya memang suka mencari metode latihan untuk meningkatkan diri.
Dan kemudian saya membeli buku itu.
Kemudian setiap minggunya,
saya mengikuti latihan telur tapa yang diadakan di taman di batak kami.
Teman-teman dari praktisi, dari batam, dari situ, setiap minggu.
Mengajar kami melakukan latihan tersebut.
Dan membimbing kami melakukan latihan peningkatan diri.
Melalui buku Tsongkhalo tersebut.
Karena perusahaan ini tidak ada sistem tanggutan ya.
Tidak meningkat siapapun.
Tidak ada pihak-pihak.
Jadi saya senang saja mengikutinya.
Walaupun di awal itu kan,
berita-berita negatif yang dipropagandakan oleh regime patok-patok Cina itu sangat banyak ya.
Termasuk berita bakal diri.
Falsu ya.
Tapi saya tidak begitu terpengaruh.
Karena apa yang diajarkan di dalam telur tapa itu adalah
berlatih.
Atau menempat diri menjadi seorang yang sejati bagi saya.
Jadi saya hanya menggunakan logika saya.
Saya saja.
Ini ajaran dari masternya.
Sejati bagi saya.
Kita menjadi seorang.
Praktisi potok-potok ini ditutup ya.
Untuk menjadi seorang yang sejati bagi saya.
Logika saya mengatakan,
kalau kita ingin menjadi seorang yang sejati bagi saya,
kita tidak salah.
Berdasarkan logika itulah,
saya tidak terpengaruh.
Berita-berita propaganda negatif tersebut.
Kemudian saya terus berlatih.
Terus membaca buku tersebut.
Untuk memahami ya.
Masih sebenarnya yang diajarkan.
Setelah saya berlatih.
Routine ya.
Setiap hari saya berlatih 2 jam ya.
Karena metode latihannya.
Untuk metode 1 sampai metode 4 itu 1 jam.
Metode meditasi itu.
Metode yang kelima ya itu juga 1 jam.
Tapi awalnya saya memang tidak bisa bermeditasi lebih jauh.
Sekitar sekitar 20 menit lebih.
Kemudian berikat menjadi 30 menit lebih.
Dan terus meningkat.
Dan akhirnya saya bisa melakukan identifikasi.
Setiap 3 jam.
Jadi biasanya bangun pagi, jam 5.
Berlatih sampai 7.
Cukup routine.
Dan saya itu cukup semangat.
Mengikuti latihan dan motivasi.
Jadi kalau motivasi buat saya mungkin bukan hal baru.
Karena di dalam budaya kita memang ada motivasi.
Yaitu penempat diri kita tinggi ya.
Jadi saya dapat memahami dari motivasi.
Dan itu memang sesuatu yang saya cari dari awalnya.
Dan di situ yang lainnya adalah meningkatkan ganda ya.
Pada watak dan sehingga perubahannya.
Dapat itu 2 ya.
Yang pertama, saya adalah di segi kesehatan.
Dulu sebelum melatih kolotata itu kan saya ada sakit pinggang gitu.
Dulu waktu di masa kecil kan saya sudah apa-apa gitu.
Dan obsesi dengan gerakan-gerakan.
Terlalu sembuh gitu kan.
Dan sering bersalto mempraktikannya lah gitu.
Dan bersalto kan pinggang saya sendiri jatuh.
Kemudian tinggal saya salah-salah gitu.
Dan malah sakit pinggang.
Dan ketika duduk ya, saya nggak bisa langsung berdiri tegak.
Seperti sekarang ini.
Jadi harus jalan sampai belasan meter gitu ya.
Baru bisa berdiri tegak terus.
Jadi saya mengalami kondisi pinggang seperti itu dan sakit pinggang.
Sudah menjalani pengobatan.
Tapi ya belum menghasilkan lah.
Tapi karena usia masih muda ya.
Itu masih baru usia 10 tahun.
Saya tidak begitu mengharapkan hatian gitu.
Agak biasa saja gitu.
Kemudian saya juga ada sakit pasir ya.
Ada insomnia.
Susah tidur ya.
Saya biasanya tidur waktu dulu itu nonton TV sampai sumuh gitu kan.
Mata betul-betul letih ya.
Lelah.
Itu baru tertidur.
Tidur pun tidak menyakitkan.
Dan waktu tidur itu tidak lama.
Sehingga badan kurus dan kurang bersemangat ya.
Kurang bersemangat karena kualitas tidurnya tak bagus dan jam tidurnya kurang.
Kemudian saya juga ada sakit alentidum ya.
Saya mengalami alentidum.
Jadi ketika berada di ruangan insomnia berbeda ya.
Itu selalu bersih.
Pagi-hari itu pasti.
Kemudian di tempat yang berbeda itu juga sama.
Sudah minum obat.
Tapi kalau untuk alentidum ini ketika pada kita minum obat, ya sembuh ya.
Dua-dua jam.
Kemudian dia mati gitu.
Gejala-gejala penyakit tersebut ya.
Saya merasa sudah tidak ada lagi.
Jadi ketika saya berada di kolontak itu mungkin sekitar dua sampai tiga bulan.
Saya tidak begitu ingat persis ya.
Tapi secara tidak sadar, oh saya tidak ada sakit alentidum lagi.
Oh saya tidak ada insomnia lagi.
Tidak ada di hidung lagi.
Hasil tidur sudah hilang ya.
Yang buat saya itu agak mengejutkan.
Ya, tetapi di dalam buku, di milenial itu memang mengatakan ya,
ketika tidak ada, ketika itu tidak dimurnikan.
Jadi ya, ketika tidak dimurnikan, nanti ada kondisi yang tidak tepat.
Itu yang saya memahami itu dimurnikan.
Tidak dimurni sehat.
Sehingga kondisi besehatan itu sangat bagus.
Sampai sekarang seperti sakit-sakit yang dialami oleh orang atau dunia.
Sakit keluk, pusing, patuk.
Ya, sakit kepala itu saya hampir tidak pernah lakukan.
Selama ini.
Dan tidak pernah untuk menjalani pengobatan atau hal-hal tersebut.
Kecuali untuk kasus-kasus yang khusus.
Tentu begitu.
Kemudian, karena kolontak ini kan juga adalah peningkatan kuata ya.
Jadi kan menjadi seorang praktisi kan,
kebutuhannya adalah menjadi seorang yang sesuai dengan karakter alam semesta.
Sejati, baik-baik saja.
Di dalam bahasa medaninya itu berkata,
Jadi ketika kita menjadi seorang praktisi,
kita harus mematuh diri.
Harus sejati.
Sejati itu kan jujur ya.
Jadi yang dulu itu berbohong.
Berbohong itu dulu seperti minum air ya.
Tidak memikirkan konsekuensinya.
Atau dosa gitu kan.
Tidak ada.
Tidak pernah memikirkan.
Bohong-bohong.
Tapi setelah menjadi seorang praktisi, seorang kapal,
kita harus sejati.
Harus sejati.
Itu adalah kebutuhan.
Kita tidak bisa meminta.
Jadi sudah ya.
Berbohong.
Kita sejati.
Tidak memikirkan lagi.
Dan sejati kan kita harus menjadi seorang yang baik.
Jadi pada awal-awalnya ketika saya berlatih pelotata itu kan,
ya kita kan dulu kan ada musuh ya.
Ada petengkaran.
Ada orang yang tidak cocok.
Saya gitu kan.
Saya tidak cocok sama mereka.
Jadi musuh.
Tapi kan ketika menjadi seorang praktisi kan,
diutuk menjadi seorang yang sejati, baik.
Kalau orang baik kan tidak mungkin punya musuh.
Jadi ya, pada awalnya walaupun malu-malu,
saya pun tetap ketika berjumpa dengan orang yang pernah tidak berperkat atau musuh,
saya itu menyapa duluan gitu.
Menyapa duluan.
Jadi di dalam hati ini,
sudah tidak memperlakukan orang itu sebagai orang yang berperkatan
dengan kita itu sebagai musuh.
Jadi sudah tidak ada musuh buat kita itu.
Jadi orang baik itu.
Walaupun awalnya itu malu-malu ya.
Karena kan pasti memulai awal proses motivasi pelotata ya.
Atau penempaan diri gitu kan.
Tapi ya karena ada niatan untuk menjadi orang yang menuju tingkat tinggi,
ya sebetulnya ya harus mempunyai watak yang baik ya.
Yang disuai dengan ajarannya Mas Dhani Yosef, Guru Dewa Utama,
yang bisa jadi pekara ya.
Ya saya harus begitu.
Harus tidak lagi memperlakukan musuh sebagai lawan.
Jadi ya harus punya sifat yang baik ya.
Punya hati yang berkasi gitu.
Jadi ya, proses lah gitu.
Dan sampai sekarang ya teman-teman yang dulu mungkin ada persaingan,
minta pertolongan ya.
Sekarang saya sudah tidak teman-teman.
Tidak temu siapa guru gitu kan.
Saya jadi begini ya.
Terima watak yang saya alami itu seperti begini ya.
Saya waktu itu paling ingat lah.
Kemudian kan juga harus bersabar ya.
Jadi kan kita ini kan umumnya kan masalah kesabaran.
Ini masalah yang umumnya dihadapkan oleh seorang proses diri juga.
Tapi ketika sudah berada di Guru Dewa Utama,
ketika sudah menempah diri, meditasi,
ya seperti ketika dihadapkan kekondisian maksimal ya kita lebih beragam.
Lebih meragam diri gitulah.
Atau supaya tidak menjadi suatu kekarang kita.
Jadi itu ada suatu proses pembahasan pada diri kita yang ingin memadu diri.
Kita ingin meningkatkan sesuai dengan harapan kita.
Jadi ada suatu hal-hal seperti itu.
Sehingga perubahan dari fisik dan watak ini
memberikan dampak yang besar terhadap perubahan hidupnya.
Hidup-hidup menjadi lebih ringan.
Karena kita ini kan tidak banyak memikirkan hal-hal yang pribadi ya.
Jadi ya lebih bisa memandang aman lah.
Jadi beban terhadap kehidupan ini menjadi lebih ringan.
Dan karena hidup kita sudah tidak sakit ya,
kita kan tidak nyaman ya.
Sudah enak ya.
Makan sudah tidak patah-patah.
Jadi tidak boleh menyesal.
Tapi ya terkadang ada sedikit kacau.
Seperti makan cabai tidak berani banyak.
Katakan bahwa sirius juga tidak berani makan cabai.
Dan hal lain,
yang penting kita tidak berketrikatan terlalu berat
dengan hal-hal yang akan terjadi.
Jadi di dalam hidup ini,
dalam menjalani hidup ini,
menjadi lebih ringan.
Dan ketika kita tidak memperlakukan
orang-orang musuh itu,
kita menjadi lebih tenang.
Kita tidak banyak bimbangan.
Dan yang satu lagi,
ketika kita mengkhawatirkan sikap kita,
pandangan orang-orang terhadap kita,
ketika kita membawa sifat sejati baik-baik,
padahal kita melakukan ketulusan,
rasanya ya tidak ada beban pikiran
orang-orang memandang saya sebagai bagaimana,
bagaimana.
Yang penting,
yang saya sampaikan,
yang saya berbuat terhadap mereka itu
adalah hati-hati musuh itu.
Jadi banyak perumahan
yang saya dapat setelah menjadi
Jadi saya sekadar harap
teman-teman bisa mencoba
untuk mempelajarinya.
Karena oleh bapak itu,
tidak ada sistem kakosan.
Dia tidak mengingkat siapapun.
Kalau dicoba,
kalau dicocok,
dia silakan terus berlatih.
Kalau tidak cocok,
dia boleh tidak berlatih.
Karena tidak ada sistem kakosan.
Ketika masuk berlatih,
dan juga tidak perlu mengeluarkan biaya.
Karena seperti begitu di workshop
atau secara webinar,
dan juga ada tempat-tempat latihan
di berbagai kota,
kita tinggal mengikuti saja.
Dan dilatih.
Dan kita melalui itu kan juga
bisa di-download gratis
di websitenya Palotafa.
Video-video latihan
juga bisa di-download gratis.
Jadi semua bisa dapatkan
gratis jika kita ingin berlatih.
Cuma kita hanya
meluangkan waktu kita saja ya
untuk mempelajarinya
dan berlatih.
Mungkin ya demikian yang
bisa saya syarikan
dari pengalaman saya berlatih
dan juga pengalaman saya
buat semuanya.
