Music di video : my self oleh helmy trianggara : https://youtu.be/hFPQ1ScmM5Q eldar kedem present moment, sape instrument, lonesome avenue, someday, kaer morhen, sunup alif fakod
Set Tackle : 1. DAIWA STEEZ CT SV TW 700XHL BC https://tokopedia.link/YqLrRjBUOnb 2. DAIWA STEEZ A TW HLC 2021 BC https://tokopedia.link/LoRdtIpY5sb 3. SHIMANO CURADO DC 151 XG BC 4. ROD SHIMANO ZODIAS x2 BC https://tokopedia.link/sJDgyZtY5sb 5. ROD RODFORD BATTLER BC 6. ROD AnyFish Rockfish BC 7. ROD RELIX KANERA BC 8. ROD PIONEER MICROJIG SOLID CARBON SPIN 9. ROD RELIX KANCRA TOR SPIN 10. RYOBI MATURITY 2000 SPIN 11. SHIMANO VANFORD 2500HG SPIN 12. FUGU TORA PRO 1000 SPIN 13. KASTKING SHARKY BAITFEEDER SPIN 14. TEGEK : ALL BRAND
Udah tarikan lagi katanya, guys.
Masya Allah.
Sampai ke depan sana?
We're done.
Semua matok.
Kita camping lagi, guys.
Hari kedua, guys.
Kita mau bangun tenda disitu.
Tendanya sebentar aja, paling hitungan detik.
Tenda kita udah jadi, guys.
Sekarang kita tinggal cari lauk.
Buat masak-masak lagi.
Nanti pasang rawai.
Oke? Alhamdulillah.
Casting tidak mau, guys.
Kita pindah metode saja.
5 ton, guys.
Nanti malam ya, sayang, besar-besarnya.
Ada lais.
Jam 8, guys.
Kami sudah mulai lapar.
Mancingnya tadi agak kurang dapatnya.
Kita coba cek rawai lais dulu.
Rawai baungnya nanti.
Ini buat makan dulu.
Lapar, cuy.
Nah, guys.
Ternyata kita jadi makan enak lagi.
Lais.
Ikan elit.
Ekonomi sulit.
Tidak ini, guys.
Ini ikan bagus.
Saiz mantap.
Sedapnya.
Sudah mulai berkumpul.
Setiap mata, guys.
Sekilo.
Di belakang itu mantap lagi, cuy.
Masya Allah.
Sampai ke depan sana?
Semua mata.
Kayak jemuran, cuy.
Luar biasa.
Ikan lejat.
Rezeki, ya Allah.
Mantap.
Hampir semua mata, cuy.
Untung kita bawa bok es tadi.
Jadi biar tetap segar.
Ini info-nya yang kering di Pasar Lemandau itu Rp 250.000, Bang.
Rp 250.000.
Luar biasa, guys.
Rp 250.000 yang kering.
Mahal ikan ini, guys.
Di Lemandau.
Tidak tahu kalau di lain.
Mantap.
Ada juga yang saiznya luar biasa.
Besarnya dirimu.
Satu pijing.
Belakang itu dihantamnya lagi sudah kayaknya.
Namanya multi-strike.
Rezeki nomplok ini.
Itu tunggul.
Biasalah.
Terenggulan, guys.
Apakah gara-gara terenggulan
atau gara-gara air naik.
Gara-gara air naik, lah.
Banyak, benar, cuy.
Di luar kebiasaan kami, nih.
Kita bawa setengah kilo, lah, umpan itu.
Yang krik bosnya setengah kilo, guys.
Apakah habis?
Belum tahu, ini.
Nampaknya di serbu besar-besaran, nih.
Jadi malam kemarin kan kami sudah coba di sini, guys.
Umpannya habis terus, ya.
Umpan besar, itu.
Ternyata ini penyebabnya.
Iwa-iwa ini, cuy.
Buku mati, eh.
Mati, guys.
Padahal tidak sampai berapa menit, eh.
Eh.
Adalah sejam tadi, kayaknya, lah.
Setengah jam, lah.
Ada yang mati juga.
Belum setengah, lah, ini.
Maidan.
Belum setengah jalan, guys.
Ada lagi.
Masih berderet, ya, guys.
Berat, wek.
Ya Allah.
Riziki nomplok.
Apalagi rapat tiba, wek.
Kalau rapat, tuh.
Ih.
Tulen dia, tuh.
Nah, anehnya, tuh.
Tidak ada campurnya, guys.
Nanti dibilang settingan lagi
kalau tidak ada campurnya, nih.
Ya Allah.
Hukuh.
Suka melihat kumis, ya.
Ya, ya, ya.
Ya.
Ya Allah, guys.
Aduh, hai.
Rizikinya sangat luar biasa malam ini.
Deret, pokoknya.
400 mata, guys.
Dan semampir semua mata itu ada.
Bisa dibayangkan.
Hukuh, itu anak besar, tuh.
Satu, tuh.
Ini, nih. Besar, nih, depannya.
Belakang sudah dihantam lagi, lah.
Hukuh.
Keren, anak besar, tuh.
Hukuh, yang depan, tuh.
Bobon.
Yang besar, depan.
Nah, ike.
Suka melihatnya, tuh.
Mengkilat, pokoknya.
Oh, GG Gaming.
Separuh perjalanan, guys.
Baru dapat ikan yang berbeda.
Separuh perjalanan.
Mana dia?
Ada baunya.
Satu.
Dari separuh perjalanan.
Bayangkan.
Dominasi lais, ternyata, malam ini.
Ikan apa?
Lansi.
Lansi?
Dimakannya juga, lah.
Ikan tipis.
Lansi.
Serinting, ya?
Tampaknya yang separuh ini penuh juga, nih, guys.
Coba, angkat.
Yang ini, di depan, ini.
Enggak, enggak. Angkat.
Suka melihatnya, nih.
Nih, nih, nih.
Enak.
Mana, mana, mana?
Belum berhenti, guys.
Yang belakang ada lagi, lah.
Sudah ada yang hajar yang belakang.
Non-stop hits.
Nah.
Baung.
Tidak jombloan, kawannya.
Tuh, ada temannya, sudah.
Dua baung, guys.
Setelah didominasi lais.
Wah, hati-hati.
Baung ketiga.
Sukanya di rumput-rumput, baung.
Tiga baungnya, guys.
Ada temannya lagi, dia.
Tiga sekawan.
Satu.
Tiga baung.
Ini yang di ujung, sudah, guys.
Jemuran ikan.
Ya, ya, ya.
Bagus, ya, warnanya.
Apalagi dalam kuali.
Bagus.
Mengkilat, kalau dalam kuali.
Guys.
Biar kenyang, dia.
Ini susuran pertama, ya, guys.
Bisa kalian bayangkan.
Bagaimana kalau
dimandikan dengan ikan-ikan ini.
Parfum mahal,
mengekastikalah.
Amis, amis-amisnya.
Ini baru susuran pertama, ya, guys.
Tidak bisa membayangkan,
susuran selanjutnya, ini.
Ini sudah makan waktu
berapa menit, tadi?
Masih belum habis-habis, cuy.
Sudah hampir setengah jam lebih,
ini, kita.
Akhirnya, sampai di ujung.
Sampai di ujung ada baung.
Ada baung kayaknya, guys.
Di ujung.
Oh, itulah, Is.
Bentar.
Satunya.
Empat sekawan, akhirnya.
Baung.
Coba lihat.
Nah, lima.
Lima sekawan.
Finish.
Susuran pertama, guys.
Akhirnya kita bisa sarapan.
Baunya sudah ada esnya, guys.
Ini biar segar sampai pagi.
Kita amankan dulu.
Amankan.
Biar dia tetap segar.
Tutup.
Susuran pertama, selesai.
Oke, guys.
Kita siapkan sarapan dulu.
Ini masih memanaskan
panci.
Super lengket.
Karena sudah bosan sama panci anti lengket,
kita pakai,
bukan panci,
wajan.
Wajan super lengket.
Oh, yang malam ini jumbo, guys.
Pilihan ini.
Berat.
Umbu marinasi.
Mantap.
Wajan super lengket kita.
Ih, bergerak.
Tidak lengket.
Wajan kita lebih baik.
Bagus hasilnya.
Kemarin lengket.
Sambal, guys.
Makan.
Abis makan, adus.
Ambil lauknya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ini, guys.
Jumbo-jumbo.
Masih ada yang digoreng.
Tidak kurang lauk kita.
Bergerak, guys.
Bergerak.
Eh, ada yang naik.
Lepas.
Lais, guys.
Susah, guys, merekamnya.
Laisnya malu-malu kalau dipancing pakai lampu.
Tidak mau dia.
Tarik, cuy.
Lais.
Lumayan.
Ini dapat mancingnya, guys.
Banyak.
Tidak mau dia kalau ada cahaya.
Tidak pakai cahaya.
Mau dia makan.
Lais kabeh.
Ini jam 10-an, guys.
Kita coba cek.
Rawai ikan baunya.
Mana?
Astaga.
Lais, cuy.
Masya Allah.
Jumbo.
Sedap.
Mana?
Apakah besar?
Lumayan.
Alhamdulillah. Si gendut naik lagi, guys.
Dud, dud, dud.
Si gendut buat patil.
Kita tarikan lagi katanya, guys.
Itu dia, guys.
Yang kami incar dari malam kemarin.
Ya Allah.
Bawang layar muncul, guys.
Malam tadi belum ada.
Apa kabar?
Bawang layar.
Ini, guys.
Halo.
Apa kabar?
Halo.
Masih ada, guys.
Tapi ukuran...
Hampir.
Ini guning.
Guning.
Guning, cuy.
Layarnya baru satu.
Ini layar.
Ini kuning.
Bawangnya cuma dapat ini, guys.
Satu, dua, tiga, empat.
Belum mau juga kayaknya rawai bawang.
Susuran kedua, guys.
Habis ini istirahat.
Tidur.
Lanjut besok pagi.
Lejatos.
Geng badak.
Geng badak ini, guys.
Kojoi.
Bengkok dia.
Jumbo.
Masya Allah.
Kezat.
Ada yang ditarik.
Itu namanya lais babon.
Apa itu, Lansi?
Streker unggul ini.
Kok pantas?
Kan Lansi, guys.
Streker unggul.
Termasuk geng badak itu.
Geng badak, guys.
Hanyar, mah.
Melihat lais menggelabur.
Baru dapat gaya ini.
Botan.
Itu panen lais besar.
Sudah hampir
garis finis, guys.
Ini jiwanya
dikit, tapi ukurannya jadi besar.
Terbesar ukurannya, cuy.
Besar, cuy.
Hati-hati lepas.
Saatnya memasukkan
ke dalam box es.
Biar tetap segar.
Besok lagi.
Kita lanjut besok pagi.
Usur terakhir.
Jumbo.
Pertama pagi ini.
Masih ada yang rapat.
Jumbo.
Saiznya jumbo.
Apa ini?
Besar, guys.
Alhamdulillah.
Ada ikan besar di depannya, cuy.
Belum ketahuan.
Kayaknya lais kita dimakan.
Ikan pun suka.
Kuat.
Berderet di ujung.
Di ujungnya hampir semua mata, guys.
Ada bendanya.
Meganden.
Bonus. Kayaknya depannya.
Ekornya sudah kelihatan.
Bau.
Gabush.
Jangan-jangan ada laisnya.
Padahal ini matanya mata baung.
Mata baung besar, guys.
Ini lais.
Baung, guys.
Sungguh indah baung pagi ini.
Baung kuning.
Ini yang pagi ini, cuy.
Langsung masuk box.
Segar-segar.
Langsung dijual, guys.
Dihitung dengan es batu.
10 kilo, guys.
30 juta, guys.