Trump Serukan Rakyat Iran Bangkit! AS Gempur Hormuz, Ancaman Perang Kini Mengarah ke Asia?

ET News
ET News
28 Tayangan video·3 Sep 2026  #iran #krisis #perang

3 September 2026
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam pada awal September 2026. Setelah militer Amerika melancarkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah fasilitas militer Iran di sepanjang kawasan strategis Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras yang bahkan menyinggung kemungkinan perlawanan rakyat Iran terhadap pemerintah mereka sendiri.
Pada 1 September 2026, Trump melalui Truth Social membantah laporan ABC News yang menyebut Washington berusaha menggunakan tekanan militer untuk memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.
Trump menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memedulikan apakah Iran pada akhirnya bersedia menandatangani kesepakatan atau tidak. Menurutnya, posisi Amerika Serikat saat ini justru jauh lebih menguntungkan karena Washington mengklaim telah memperoleh kendali yang sangat besar atas jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara perekonomian Iran terus berada di bawah tekanan berat.
Namun, bagian yang paling menarik perhatian muncul pada akhir pernyataannya.
Trump secara terbuka mempertanyakan kapan rakyat Iran akan “bangkit dan melawan”.
Pernyataan tersebut segera memunculkan spekulasi bahwa isu perubahan politik atau bahkan pergantian pemerintahan di Teheran kembali masuk dalam wacana konflik Amerika Serikat-Iran. Meski demikian, pernyataan Trump sendiri belum berarti Washington secara resmi menetapkan perubahan rezim sebagai tujuan militernya.
Pernyataan itu muncul setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran pada Selasa, 1 September 2026.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengatakan operasi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

#iran
#krisis
#perang