BENCANA MENINGKAT, DANA BNPB TERENDAH DALAM 15 TAHUN! Ada Apa dengan Pemerintah?

Di tengah tingginya risiko bencana alam dan ancaman krisis iklim di Nusantara, kebijakan fiskal Indonesia justru menghadapi sorotan tajam
. Kanal Mata Pena mengulas tuntas ironi di balik alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanggulangan dan mitigasi bencana
.
Pagu anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tahun 2026 merosot drastis hingga menyisakan Rp491 miliar
. Angka ini menandai titik terendah dalam 15 tahun terakhir dan hanya menyerap sekitar 0,013% dari total belanja negara
. Padahal, alokasi anggaran BNPB sebelumnya tercatat sebesar Rp4,91 triliun pada tahun 2024 dan Rp2,01 triliun pada tahun 2025
. Penurunan signifikan ini memicu perdebatan mengenai prioritas belanja negara jika dibandingkan dengan program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan sekitar Rp229 triliun
.
Di sisi lain, eskalasi bencana seperti banjir dan longsor di Sumatera saja ditaksir menimbulkan kerugian ekonomi serta kebutuhan pemulihan mencapai Rp51,82 triliun
. Para pakar mengingatkan bahaya terselubung jika negara hanya berfokus pada respons setelah kejadian tanpa investasi mitigasi dan kesiapsiagaan yang memadai
.
Poin Pembahasan Utama:
📌 Pola Penyusutan Anggaran BNPB: Rekam jejak pemangkasan DIPA BNPB
.
📌 Perbandingan Prioritas APBN: Alokasi bencana vs program belanja lainnya
.
📌 Dampak pada Daerah: Keterbatasan kapasitas BPBD dan risiko penanganan evakuasi yang lambat
.
📌 Solusi Pembiayaan Ideal: Pentingnya risk-based budgeting dan penguatan Pooling Fund Bencana (PFB
#MataPena #AnggaranBencana #BNPB #BencanaAlam #KrisisIklim #APBN2026 #MitigasiBencana #MakanBergiziGratis #PolitikAnggaran #BeritaTerkini #Indonesia
