EksklusifIngin Jadi Tuan Tanah Besar Tapi Apa yang Terjadi?【✨ KotakCerita】 #小書包 #taskecil

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
203 pengikut
Cerita diadaptasi dari karya Leo Tolstoy. Di sebuah dataran luas, seorang petani yang rajin memulai perjalanan untuk mendapatkan "lebih banyak tanah". Dia beranggapan tanah di depannya lebih baik, dia terus berlari hingga kehabisan tenaga, akhirnya baru menyadari...
Ini kisah yang mengkaji hasrat manusia yang semakin kuat lalu menjadi tamak.
🎒 subscribe channel Tas Kecil-Agar anak tumbuh ketrampilan melalui cerita
#taskecil #ganjingkids #indonesiaku #ceritasebelumtidur #ceritaanak #karaktermoral #edukasi #parenting #kids #imaginasi #bedtime #stories #dongeng #dongengsebelumtidur
Hari ini di dalam Tas Kecil ada cerita yang diadaptasi dari karya Tolstoy berjudul
Berapa Luas Tanah Yang Dibutuhkan Seseorang
Zaman dahulu kala hidup seorang petani bernama Pasa
Tiap hari dia rajin bekerja semata-mata agar memiliki sebidang tanah sendiri
Ketika tuan tanah di dekatnya ingin menjual tanah
Meskipun tidak punya uang, dia mengunjam uang dari mana-mana
Akhirnya, ia membeli dan menjadi pemilik tanah 2,67 hektare
Sungguh beruntung, panen tahu itu sangat bagus
Kurang dari 1 tahun Pasa sudah melunasi utangnya
Tapi, sapi milik tetangga masuk ke sawah Pasa dan berlarian seharian di sana
Memakan gandum yang ia tanam
Sapi tetangga membuat ladang sawahnya jadi berantakan
Karena masalah ini, Pasa berdebat hebat dengan si tetangga
Tepat ketika dia mulai merasa sangat kesal
Ia mendengar tanah di folga luas dan subur
Di sana, setiap orang akan menerima tanah seluas 25 kotak tanah
Dalam hati Pasa sudah terbayang, di keluarga ku ada 5 orang
Total bisa mendapatkan tanah seluas 125 kotak tanah
Setelah Pasa sudah yakin dengan informasi tersebut
Tak sabar, ia mengajak seluruh keluarga berpindah tinggal ke folga
Di folga, Pasa memperoleh tanah 3 kali lipat lebih banyak
Dengan gembira, ia mulai bercocok tanah
Namun, dia segera menyadari
Tanah yang diperoleh, di sini sepotong, di sana sepotong
Satu dan lainnya tidak menyatu
Sangat merepotkan ketika bercocok tanah
Jadi, dia memutuskan mengeluarkan uang
Membeli sebidang tanah yang utuh
Menjadi tuan tanah yang lebih besar
Ada seorang saudagar memberi tahu Pasa
Tanah di wilayah Baskiria benar-benar sangat luas
Setahun pun tidak selesai kau jalani
Saya hanya menghabiskan seribu rubel
Sudah mendapatkan tanah seluasnya sekitar 800 hektar
Mendengar itu, Pasa terkesiat dan semakin terkoda
Ia bertanya, bagaimana mungkin hanya dengan seribu rubel
Kau bisa membeli tanah yang seluas itu
Bagaimana kamu melakukannya?
Saudagar berkata dengan bangga
Saya membeli sukra, daun teh, dan angkur sebagai hadiah
Dan orang-orang desa tersebut semua langsung setuju-setuju saja
Mendengar itu, Pasa tanpa ragu juga membeli banyak hadiah
Langsung pergi menuju wilayah Baskiria
Alangkah bagusnya tanah di wilayah Baskiria
Sapi, domba, dan kuda di sana
Semua bertumbuh gemuk, kuat, dan sehat
Para petani Baskirs menyambut kedatangan tamu dari jauh
Menjamunya dengan sate kambing dan arak terbuat dari susu kuda
Pasa membagikan hadiah yang dibawa kepada semua orang
Semua penduduk desa sangat senang
Ada yang bertanya, Anda sudah memberi begitu banyak barang
Bagaimana kami membalas kebaikanmu?
Tanah di sini luas dan subur, pujar Pasa
Andaikan saya bisa mendapatkan sedikit bagian saja
Kepala desa berkata dengan murah hati
Di sini lahan kosong sangat banyak
Kau bisa mengambil sebanyak yang kau mau
Pasa langsung bertanya, berapa uang yang kalian inginkan?
Sehari seribu rubel, pujar kepala desa
Dalam satu hari, tanah yang kau lewati adalah milikmu
Ups, Pasa menahan nafas
Dalam satu hari, itu, itu lahan tanah yang sangat luas
Kepala desa berkata sambil tertawa
Namun Anda harus kembali ke titik semula
Sebelum hari gelap
Jika tidak, uang dan tanah menjadi milik kami
Tidak ada masalah sama sekali
Dengan semangat, Pasa memutuskan akan berangkat pagi-pagi sekali
Keesokan harinya, sebelum hari terang
Di buki tertinggi dekat wilayah Baskor, Tostan
Sambil menunjuk ke bawah gunung
Kepala desa berkata
Sejauh mata memandang dari sini
Semua tanah adalah milik kami
Silahkan jelajahi sesukamu
Lalu ia melepaskan topi bulunya dan diletakkan di tanah
Topi ini kita anggap sebagai titik awal
Sebelum hari gelap, kau harus sudah kembali ke sini
Pasa menaruh seribu rubel ke dalam topi yang terletak di tanah
Ia mulai berjalan lurus ke depan
Setelah matahari terbit, sinarnya agak memilaukan
Pasa berpikir, harus kembali ke tempat topi
Tidak bisa lurus terus ke depan
Harus mencari tempat berbelok
Perlahan-lahan, sinar matahari tidak lagi memilaukan
Pasa mulai mencari arah yang tepat untuk berbelok
Namun Pasa selalu merasa lahan di depan sana nampak lebih subur
Jadi dia masih terus berjalan lurus terus
Saat matahari tepat di atas kepala
Pasa sudah mulai bermandikan peluh
Dia menoleh ke belakang, terlihat bukit titik awalnya
Terlihat kecil bagaikan semut
Tidak, saya harus berbelok sekarang
Pasa yang sudah berbelok mengeluarkan roti
Dari ransel mengunyah sambil berjalan
Ia tak mau berhenti karena memboroskan waktu
Pasa terus berjalan tanpa berhenti
Dengan gembira ia berpikir
Saya telah melintasi area tanah yang sangat luas
Pasa lanjut berjalan jarak yang cukup jauh
Hingga sinar matahari mulai melemah
Dia baru sadar telah berjalan terlalu jauh
Sudah harus segera kembali
Pasa mulai panik dan berlari
Saya harus bergegas, jika tidak habislah segalanya
Setelah berlari beberapa saat
Pasa merasa tubuhnya sangat berat
Ia terpaksa membuang mantel, topi dan botol airnya
Selanjutnya kaki Pasa mulai gemetar
Dan bukit terlihat masih sangat jauh
Akhirnya Pasa membuang sepatunya
Karena sepatu telah membuat kakinya lecet
Sakitnya tak tertahankan
Pasa yang sudah kelulahan berpikir
Saya tidak boleh berhenti
Atau semua jadi sia-sia
Akhirnya sudah hampir sampai ke bukit
Tapi matahari juga hampir terbenam
Habis, habis, habislah semuanya
Ketika Pasa sedang putus asa
Terdengar suarakan penduduk desa memberikan semangat
Ayo Pasa, sudah hampir sampai
Ayo, ayo
Ya benar, di atas gunung
Dari atas gunung pasti masih terlihat matahari
Saya harus, harus lari terus
Pasa mengerahkan sisa kekuatan terakhir
Berlari menuju bukit
Di tubuhnya hanya tersisa baju yang tipis
Dan sudah basah kuyuk oleh peluh
Angin pegunungan bertiup sesaat
Dia merasa sangat kedinginan
Pasa masih terus berlari hingga sulit bernafas
Jantungnya serasa mau meledak
Akhirnya ia melihat orang-orang
Wajah-wajah berkulit gelap namun lugu
Mereka berteriak keras
Hampir sampai, ayo Pasa
Ayo, ayo
Tepat sebelum matahari terbenam
Pasa menjatuhkan diri ke tanah
Kedua tangan mendekat erat topi di tanah
Dengan gembira, kepala desa mengumumkan
Seluruh lahan ini adalah milik Pasa
Penduduk desa bersorak gembira
Bertepuk tangan untuk Pasa
Yeay, hidup Pasa
Namun Pasa diam tak bergerak
Dengan wajah cemas
Penduduk desa mengeruh bunyinya
Ada yang menyeka peluh di wajahnya
Ada yang memberinya minum
Akhirnya Pasa membuka matanya yang lemah
Saya teroh usraka
Terima kasih, kalian semua
Sambil berkatal, sambil melirik ke arah bawah bukit
Lahan tanah yang sudah dilewatinya sepanjang hari
Sesungguhnya, seberapa luas tanah yang dibutuhkan seseorang
Demikianlah Pasa mengejamkan mata
Dia tidak pernah terbangun lagi
Dengan sedih, penduduk desa mengukurnya
Dan seberapa besar tanah makam Pasa
Dari ujung kepala hingga ujung kaki
Hanya enam kaki
Sekitar dua meter
Di sini channel Tas Kecil
Cerita dalam Tas Kecil hari ini
Berapa banyak tanah yang dibutuhkan seseorang
Sudah selesai
Mengapa Pasa selalu merasa tanah di depan
Sepertinya lebih subuh
Silahkan datang ke Kancing World
Kunjungi Tas Kecil dan berbagi
Ceritakan pendapat yang ada dalam pikiranmu
Da-dah!
