Untuk memecahkan masalah perlu memiliki kemampuan melihat masalah dari luar masalah. Bantuan seorang ahli akan membuat masalah yang rumit menjadi nampak sederhana.
Warisan 17 Ekor Kuda
Di sebuah desa, ada sebuah keluarga yang baru saja ditinggal meninggal oleh ayahnya.
Ayahnya meninggalkan warisan 17 ekor kuda kepada tiga anak lelakinya.
Di surat wasiatnya tertulis,
anak pertama mendapat setengah bagian,
anak kedua seper-tiga bagian,
dan anak ketiga seper-sembilan bagian.
Selanjutnya juga tertulis bahwa kuda itu harus utuh dibagikan dan tidak boleh dijual.
Sang kakak tertua kebingungan dan berdiskusi dengan kedua adiknya.
Saya tidak tahu harus bagaimana ini.
Jika dibagi setengah bagian, maka saya mendapatkan delapan setengah ekor.
Padahal kuda harus dibagi utuh dan tidak boleh dijual.
Bagaimana kalau saya berikan kepada kalian saja, biar saya mendapat delapan ekor saja.
Ah, tidak bisa begitu kak.
Saya pun dapat sepetiga bagian.
Artinya saya mendapat enam ekor tapi kurang sepertiga bagian.
Saya juga setuju jika itu diberikan kepada adik ketiga saja.
Jadi saya cukup dapat lima ekor saja.
Kakak sekalian,
saya yang paling kecil memang sudah sepantasnya mendapat bagian yang paling kecil.
Tidak apa, saya mendapatkan satu ekor saja.
Seharian mereka berdiskusi,
namun tidak juga menemukan jawaban.
Akhirnya, kakak pertama menemukan ide untuk meminta nasihat dari pamannya yang terkenal bijak.
Kakak pertama berkata kepada sang paman.
Paman, bantulah kami memecahkan surat wasiat ini,
agar dapat membuat hati ayah kami tenang di surga.
Baiklah, saya akan datang sore nanti.
Berikan paman waktu untuk berpikir ya.
Sore harinya, paman datang dengan membawa seekor kuda miliknya.
Ia meminta ketiga anak itu mengeluarkan tujuh belas kuda warisan ayah mereka,
lalu berkata.
Saya pinjamkan kuda saya ini ya, bukan untuk kalian,
tapi hanya untuk dipinjamkan saja.
Nah, sekarang berapakah jumlah kudanya?
Kakak pertama menjawab.
Lapan belas ekor, paman.
Kemudian paman memerintahkan anak pertama mengambil bagiannya.
Anak pertama setengah bagian, maka mendapatkan sembilan ekor.
Anak kedua sepertiga bagian, mendapatkan enam ekor.
Dan anak ketiga sepersembilan bagian, mendapatkan dua ekor.
Tersisa tinggal satu ekor.
Paman lalu bertanya.
Apa kalian sudah mendapatkan bagian masing-masing?
Sudah, paman.
Kemudian pamannya melanjutkan.
Nah, sisa satu ekor ini kuda paman yang tadi paman pinjamkan.
Paman ambil kembali ya.
Untuk memecahkan masalah, perlu memiliki kemampuan melihat masalah dari luar masalah.
Bantuan seorang ahli akan membuat masalah yang rumit menjadi nampak sederhana.