Impian si pemuda
Ada seorang pemuda yang bekerja sebagai penjual kayu.
Setiap hari dia akan pergi ke hutan untuk menebang kayu,
lalu menjual kayu-kayu itu ke kota untuk mendapatkan uang.
Suatu pagi setelah bangun,
dia berpikir sejenak bahwa akan menyenangkan
jika dia bisa memiliki uang yang sangat banyak.
Jadi dia kembali berbaring dan mulai membayangkan impiannya.
Pertama, dia membayangkan bahwa ia berhasil menebang sangat banyak kayu,
lalu kemudian mendapatkan uang banyak dari hasil penjualannya.
Saat sedang asik menghayal,
tiba-tiba ia kembali tertidur dan bermimpi.
Dalam mimpi, ia mempunyai tenaga yang sangat kuat,
lalu kemudian ia menebang banyak pohon.
Setelah itu ia mendapatkan banyak sekali kayu,
lalu ia menjual kayu tersebut ke kota,
dan ia mendapatkan banyak uang.
Dia kembali melakukan hal yang sama dan mendapatkan lebih banyak uang lagi.
Dia terus mengulanginya hingga akhirnya
ia memiliki banyak uang dan menyewa banyak pekerja.
Uangnya semakin banyak,
dan dia memiliki rumah yang sangat besar dan kekayaan yang sangat banyak.
Lalu dalam mimpinya itu,
ia menghitung uang serta harta kekayaan yang dimilikinya.
Saat sedang asik menghitung,
tiba-tiba ia mendengar suara keras dan langsung terbangun dari mimpinya.
Ternyata itu adalah suara temannya yang mengetuk pintu kamarnya.
Pemuda ini pun terbangun,
lalu segera membuka pintu dengan agak kesal.
Temannya berkata,
Hei kawan, hari sudah siang,
dan kita semua sudah siap berangkat ke hutan untuk menebang kayu.
Kami terus menunggumu,
tapi kamu juga tidak keluar kamar.
Ada apa? Apakah ada masalah?
Tidak, tidak ada masalah.
Tapi sekarang jadi ada masalah.
Ada satu hal yang membuat saya kesal.
Loh, apa yang membuatmu kesal?
Kamu, kamu membuat saya kesal
karena kamu membuat saya terbangun dari mimpi yang indah.
Hah? Memangnya?
Apa yang sedang kamu mimpikan tadi?
Saya sedang bermimpi kalau saya menjadi bos penebang kayu.
Saya menjadi seorang kaya raya.
Sekarang semua buliar karena kamu membangunkan saya.
Bagaimana kamu ini?
Mimpi itu akan tetap menjadi mimpi kalau kamu tidak bangun.
Sudahlah, ayo segera bersiap.
Kita bekerja dan kejarlah mimpimu.
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi kita adalah
bangun dari tidur dan mulai melakukan sesuatu di dunia nyata.