"Aset Rahasia Terbongkar! Israel Luluh Lantakkan Gudang Emas Hezbollah di Bawah Rumah Sakit Beirut"

ET Indonesia
365 pengikut
Tanggal 20 Oktober 2024 – Dalam eskalasi terbaru konflik antara Israel dan Hezbollah, pasukan Israel meluncurkan serangan udara yang menghancurkan 30 bank yang terkait dengan Hezbollah di wilayah Bekaa, Lebanon. Serangan ini merupakan bagian dari operasi yang lebih besar untuk melumpuhkan jaringan keuangan kelompok militan tersebut. Hanya sehari setelahnya, Israel juga menghancurkan sebuah gudang emas di bawah Rumah Sakit Sahel Beirut yang diduga menyimpan miliaran dolar milik Iran.
#perang
#israel
#hisbullah
#lebanon
#iran
Salam Pemirsa,
Tanggal 20 Oktober 2024,
dalam eskalasi terbaru konflik antara Israel dan Hezbollah,
pasukan Israel meluncurkan serangan udara yang menghancurkan 30 bank
yang terkait dengan Hezbollah di wilayah Bekal, Libanon.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi yang lebih besar
untuk melumpuhkan jaringan keuangan kelompok militan tersebut.
Hanya sehari setelahnya,
Israel juga menghancurkan sebuah gudang emas di bawah rumah sakit Sahel Birut
Serangan ini menandai perubahan signifikan dalam strategi balasan Israel terhadap Hezbollah,
terutama setelah keterlibatan elemen-elemen Iran dalam mendukung kelompok ekstremis tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galan,
menyatakan bahwa pasukan Israel menargetkan lembaga-lembaga keuangan
yang digunakan oleh Hezbollah untuk mendanai aktivitas mereka.
Lembaga-lembaga ini memiliki lebih dari 30 cabang di Libanon,
dengan setidaknya 15 cabang terletak di Birut.
Menurut intelijen Israel, mata uang Iran ditukar dengan dolar di Syria,
kemudian dikirim ke Libanon melalui koper,
dengan nilai transaksi tahunan mencapai antara 100 juta hingga 1 miliar dolar.
Hezbollah diduga sebagian besar didanai oleh angkaran negara Iran.
Dana tersebut digunakan untuk membeli persenjataan,
membangun fasilitas penyimpanan senjata,
dan membayar gaji ribuan anggota Hezbollah
Israel mengklaim akan segera mempublikasikan bukti
bahwa Iran menggunakan lembaga masyarakat sipil,
asosiasi, dan organisasi amal sebagai kedok untuk mendanai kelompok ini.
Pada hari yang sama, Israel juga meluncurkan serangan udara ke rumah sakit Sahel Birut,
tempat yang dituding menyembunyikan jaringan terowongan bawah tanah besar yang digunakan oleh Hezbollah.
Jurubicara militer Israel, Hagari,
menyatakan bahwa pasukan Israel telah mengetahui bahwa di bawah rumah sakit tersebut,
Hezbollah menyimpan kekayaan besar dalam bentuk emas dan uang tunai,
termasuk aset pribadi pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrullah,
yang diperkirakan mencapai 500 juta dolar.
Di tengah perkembangan ini,
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dalam mewawancaranya dengan Sky News,
menyatakan sulit memprediksi bagaimana Israel akan membalas serangan Iran kedepannya.
Sebelumnya, Israel telah menyiapkan rencana balasan
yang tidak mencakup serangan terhadap ladang minyak dan fasilitas nuklir Iran.
Namun, bocornya informasi intelijen mengenai rencana serangan ini
membuat situasi berubah drastis
dengan Presiden Joe Biden menyuarakan kekhawatirannya terkait eskalasi yang mungkin terjadi.
Dalam perkembangan terkait,
diplomat tinggi AS, Anthony Blinken,
tiba di Israel untuk merencanakan tahap akhir serangan balasan terhadap Iran.
Pada saat yang sama,
laporan dari Channel 12 Israel,
menyebutkan bahwa Hezbollah telah berhasil menyusup ke sistem komunikasi pelabuhan Haifa,
mengirim peringatan kepada ribuan pekerja pelabuhan untuk meninggalkan tempat tersebut
karena pelabuhan itu diperkirakan akan menjadi salah satu target serangan Hezbollah.
Sumber diplomatik melaporkan bahwa,
beberapa negara Arab secara diam-diam menyatakan dukungannya terhadap serangan Israel terhadap Iran,
dengan catatan bahwa mereka diberi tahu sebelumnya
agar dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Hal ini menunjukkan semakin kompleksnya peta politik di Timur Tengah.
Dengan banyak negara Arab tampaknya mengambil sikap yang lebih lunak terhadap Iran
dalam menghadapi ancaman bersama dari Hezbollah dan Iran.
Pada tanggal 20 Oktober 2024,
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,
melakukan percakapan telepon dengan mantan Presiden AS, Donald Trump.
Dalam percakapan tersebut,
Netanyahu menanyakan pendapat Trump terkait serangan balasan Israel terhadap Iran.
Trump merespon dengan singkat,
lakukan apa yang perlu dilakukan,
yang secara implisit memberi dukungan penuh kepada Israel untuk melanjutkan aksinya tanpa ragu.
Dengan situasi yang terus berkembang,
ketegangan antara Israel, Hezbollah dan Iran tampaknya akan terus meningkat.
Sementara dunia menanti langkah berikutnya dari Israel
Cukup sekian dulu.
Terima kasih atas perhatiannya.
