China mengirim lebih dari 20 jet tempur dan kapal perang ke dekat Taiwan pada hari Kamis. Hal ini menyusul komentar dari presiden Taiwan yang menyatakan keinginannya untuk berbicara dengan China. Dia menyampaikan pernyataan tersebut setelah pemimpin China, Xi Jinping kembali berjanji untuk mengambil alih Taiwan, dalam pidato tahun barunya.
Presiden Taiwan, William Lai, juga meminta pulau itu untuk bersiap menghadapi bahaya di masa damai. Dia mendesak para penduduk untuk mengumpulkan setiap kekuatan, untuk meningkatkan pertahanan Taiwan.
Di seberang Taiwan, Pemimpin rezim China, Xi Jinping mengatakan dalam pidato tahun barunya, bahwa tidak seorang pun dapat menghentikan, ,mengutip, “reunifikasi China dengan Taiwan.” Rezim China menggunakan istilah reunifikasi untuk memperkuat pendirian Beijing, bahwa Taiwan adalah bagian dari China, itu meskipun PKC tidak pernah memerintah Taiwan.
Sebuah survei mengungkapkan bahwa lebih dari separuh penduduk Taiwan, mendukung Kemerdekaan pulau itu, menandai peningkatan hampir 5% dibandingkan dengan survei sebelumnya. Yayasan Opini Publik Taiwan merilis survei awal minggu ini, hampir 52% menjawab bahwa mereka menginginkan kemerdekaan, dan menjauh dari China komunis.
Ketua yayasan mencatat bahwa berdasarkan survei, dukungan untuk kemerdekaan adalah opini yang dominan di Taiwan, dia juga mengkritik narasi pemerintah tentang mempertahankan status quo sebagai pilihan yang diinginkan secara sosial, menyebutnya menyesatkan.
China mengirim lebih dari 20 jet tempur dan kapal perang ke dekat Taiwan pada hari Kamis?
Hal ini menyusul komentar dari Presiden Taiwan yang menyatakan keinginannya untuk berbicara dengan China.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut setelah pemimpin China, Xi Jinping,
kembali berjanji untuk mengambil alih Taiwan dalam pidato tahun barunya.
Partai Komunis China menganggap Taiwan sebagai bagian dari China meski tidak pernah menguasai pulau tersebut.
AS tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan,
tapi Washington terikat oleh hukum untuk menjual senjata ke pulau itu sehingga pulau tersebut dapat mempertahankan diri.
Presiden Taiwan William Lai juga meminta pulau itu untuk bersiap menghadapi bahaya di masa damai.
Dia mendesak para penduduk untuk mengumpulkan setiap kekuatan untuk meningkatkan pertahanan Taiwan.
Pada konferensi pers hari tahun baru, Presiden Taiwan William Lai mengatakan Taiwan menyembut baik pertukaran dengan China.
Taiwan berharap untuk memiliki pertukaran yang sehat dan tertib dengan China berdasarkan prinsip timbal balik dan martabat.
Pada saat yang sama, Lai mencatat bahwa dia akan terus memperkuat pertahanan Taiwan,
serta bekerjasama dengan negara-negara demokrasi lainnya.
Semakin aman Taiwan, semakin aman dunia.
Semakin kuat Taiwan, semakin koko garis pertahanan demokratis dunia.
Negara demokrasi seharusnya bersatu untuk bersama-sama menyelesaikan perang Rusia-Ukraina
dan konflik antara Israel dan Gaza, serta menjaga keamanan selat Taiwan dan Indo-Pasifik.
Di seberang Taiwan, pemimpin rezim China Xi Jinping mengatakan dalam pidato tahun barunya
bahwa tidak seorang pun dapat menghentikan mengutip reunifikasi China dengan Taiwan.
Rezim China menggunakan istilah reunifikasi untuk memperkuat pendirian Beijing
bahwa Taiwan adalah bagian dari China, itu meskipun PKC tidak pernah memerintah Taiwan.
Kembali ke pidato Xi Jinping, dia menyatakan beberapa kali bahwa dia akan menguasai Taiwan
melalui kekerasan jika perlu.
Militer China mengirim kapal dan pesawat untuk berpatroli di dekat Taiwan hampir setiap hari.
Tahun lalu mereka menggelar dua putaran permainan perang di dekat pulau tersebut.
Sebuah survei mengungkapkan bahwa lebih dari separuh penduduk Taiwan mendukung kemerdekaan pulau itu,
menandai peningkatan hampir 5 persen dibandingkan dengan survei sebelumnya.
Yayasan Opini Publik Taiwan merilis survei awal minggu ini,
hampir 52 persen menjawab bahwa mereka menginginkan kemerdekaan dan menjauh dari China Komunis.
Di sisi lain, 1 dari 8 atau sekitar 13 persen mendukung penyatuan dengan China,
yaitu membawa Taiwan ke bawah kekuasaan Partai Komunis China.
1 dari 4 menjawab bahwa mereka lebih memilih mempertahankan status quo,
yang berarti tidak ada pihak yang akan mencoba mengambil alih pihak lain.
Ketua Yayasan mencatat bahwa berdasarkan survei,
dukungan untuk kemerdekaan adalah opini yang dominan di Taiwan.
Dia juga mengkritik narasi pemerintah tentang mempertahankan status quo
sebagai pilihan yang diinginkan secara sosial, menyebutnya menyesatkan.