Bunga Majemuk

Bisa ala Biasa
14 pengikut
Menghitung besar tabungan dengan suku bunga majemuk dalam suatu periode tertentu.
#matematika
#smansaku
Teman-teman, saya ingin menabung sebesar 5 juta rupiah di bank.
Bank A menawarkan suku bunga tunggal 6% per tahun.
Sedangkan Bank B menawarkan suku bunga majemuk 6% per tahun.
Saya rencananya menabung selama 9 bulan.
Bank mana yang sebaiknya saya pilih ya?
Anak-anak tadi sudah mendengar curhatan dari Agustina.
Jika anak-anak menjadi teman Agustina, opsi manakah yang anak-anak akan pilih?
Sebelum anak-anak bisa menjawab pertanyaan tersebut,
ayo kita hitung terlebih dahulu tabungan Agustina di Bank A dengan bunga tunggal.
Sebelum anak-anak bisa menjawab pertanyaan tersebut,
ayo kita hitung terlebih dahulu tabungan Agustina di Bank A dengan bunga tunggal.
Sekarang mari kita simak bagaimana cara menghitung suku bunga majemuk yang ditawarkan oleh Bank B.
6% per tahun artinya
berarti bunga dalam 1 bulan adalah 6% dibagi 12.
Sama dengan 1 per 2% atau bisa ditulis 0,5%.
Sehingga diperoleh bunganya adalah 0,5% per bulan.
Selanjutnya, ini adalah tabel perhitungan di mana tabungan Agustina setiap bulannya.
Setelah 1 bulan, kita lihat setelah 1 bulan di mana modal awal adalah 5 juta rupiah,
kemudian bunganya 25 ribu.
Cara mendapat bunga 25 ribu ini adalah seperti ini.
Bunga per bulan yaitu 0,5% berarti 0,5 per 100 dikali dengan modal awal yaitu 5 juta.
Sama-sama bagi 2 kemudian 0,5 atau setengah.
Setengah dikali 50 hasilnya 25 ditambah 0-nya 1, 2, 3.
Atau kalau anak-anak bingung boleh diubah seperti ini.
0,5 jadi 5 per 10 dikali 50 ribu.
Sama-sama dibagi 10 sehingga sisa 5 dikali 5 ribu.
Hasilnya adalah 25 ribu.
Nah, setelah itu dalam 1 bulan sudah memperoleh bunga sebesar 25 ribu.
Berarti modalnya menjadi 5 juta ditambah 25 ribu sehingga menjadi 5 juta 25 ribu.
Nah, untuk mencari bunga dalam 2 bulan bedanya bunga tunggal dengan bunga majemuk.
Untuk bunga tunggal, bunganya tetap yaitu hanya dikalikan dengan modal awal.
Sedangkan pada bunga majemuk modalnya menjadi pada bulan kedua modalnya menjadi 5 juta 25 ribu.
Sehingga bunga pada bulan kedua dihitung seperti ini 0,5 per 100 dikali 5 juta 25 ribu.
Sama-sama dibagi 100 kemudian ini 0,5 menjadi 5 per 10 dikali 50 ribu 250.
Sama-sama dibagi 10 sehingga hasilnya adalah 5 dikali 5 ribu 25.
Hasilnya menjadi 25 ribu 125.
Nah, berarti modal pada bulan kedua menjadi 5 juta 25 ribu ditambah bunganya 25 ribu 125 menjadi 5 juta 50 ribu 125.
Nah, begitu juga untuk bulan ketiga, keempat, dan seterusnya sampai dengan bulan ke-9.
Sehingga modal akhir saat bulan ke-9 jika menggunakan bunga majemuk sebesar 6% per tahun atau 0,5% per bulan hasilnya menjadi 5 juta 229 ribu 553 rupiah.
Nah, bagaimana jika nanti bulannya lebih banyak, kita bisa menggunakan rumus seperti ini.
Pada bunga majemuk, bila modal awal bernilai MO dengan bunga P per periode dan N banyaknya periode, maka MN sama dengan MO dikali 1 ditambah P pangkat N.
Sehingga dari permasalahan tadi diperoleh MN sama dengan MO itu diganti dengan 5 juta dikali 1 ditambah P itu hasilnya 0,5% dipangkatkan N berarti pangkat 9.
Sama dengan 5 juta dikali 1 ditambah 0,5% artinya 0,005 pangkat 9.
0,5 artinya 5 per 10 dikali 100 jadinya 5 per 1000 dimana 5 per 1000 itu hasilnya adalah 0,005 sama dengan 5 juta dikali 1,005 pangkat 9.
Sama dengan 5 juta dikali 1,005 pangkat 9 hasilnya adalah 1,0459 dan seterusnya.
Kita bulatkan kemudian sama dengan 5 juta dikali 1,0459 mendapatkan hasil 5.229.552,89 dan seterusnya ini bisa kita bulatkan menjadi 5.229.553.
Jadi ketika menggunakan bunga majemuk tabungan Agustina menjadi 5.229.553 rupiah.
Setelah melakukan perhitungan tersebut apakah anak-anak sudah bisa memberikan saran kepada Agustina terkait bank mana yang akan dipilih?
Teman-teman, terima kasih banyak atas bantuan kalian. Sekarang saya sudah bisa memutuskan.
