Rasulullah ﷺ telah mengabarkan berbagai tanda akhir zaman yang berkaitan dengan Jazirah Arab. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa menjelang kiamat akan muncul peristiwa-peristiwa besar, termasuk keluarnya api besar dari wilayah Hijaz dan perubahan kondisi Tanah Arab yang dahulu gersang menjadi hijau kembali.
Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi selain Allah ﷻ. Tanda-tanda kiamat diberikan bukan untuk menakut-nakuti semata, melainkan agar manusia semakin memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu ada di sisi Allah." (QS. Luqman: 34)
Sudahkah kita mempersiapkan diri jika hari itu datang lebih cepat dari yang kita duga?
Coba buka mata lo, lihat itu Mekah.
Bayangan gedung mewah sudah berani menginjak area suci,
persis kayak peringatan Nabi 1400 tahun lalu.
Lo pikir itu cuma soal pembangunan keren?
Salah besar.
Itu adalah tanda nyata yang bisa dibuktikan lewat cara kerja alam.
Kalau lo masih nanggep gurun itu cuma pasir gersang yang nggak guna,
berarti lo belum tahu kalau Tuhan lagi ngasih kode keras lewat semesta.
Mari kita bongkar fakta pahitnya.
Kenapa kalau tanda ini muncul?
Artinya waktu kita memang sudah di penghujung jalan.
Coba lo pikir sederhana.
Gimana caranya ribuan tahun lalu ada orang yang bisa tahu
kalau gunung batu bakal ditembus lubang-lubang raksasa
dan gedung bakal balapan tinggi sama gunung.
Menara Jamdimakah itu tingginya 600 meter lebih.
Dan pas matahari geser, bayangannya pas banget nutupi Kaabah.
Allah sudah bilang dalam Quran Surat Al-Kamar ayat 49,
kami ciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Ketepatan posisi ini membuktikan kalau ucapan Nabi itu bukan tebak-tebakan,
tapi peringatan nyata yang nggak meleset satu milipun.
Nah, karena gedung setinggi itu sudah berdiri,
otomatis muncul masalah baru soal beban yang harus ditanggung bumi.
Begitu manusia nekat bikin gedung beton yang beratnya jutaan ton menjulang ke langit,
mereka sebenarnya lagi ngasih tekanan titik yang gila-gilaan ke kerah bumi.
Allah sudah peringatin di Quran Surat Al-Isra ayat 37,
lo nggak bakal bisa nembus bumi atau setinggi gunung.
Di manusia sombong, tetap maksa tancapin paku raksasa ini ke tanah.
Semakin banyak beban vertikal yang dipaksa masuk ke satu koordinat,
stabilitas tanah di bawahnya makin terancam.
Kerusakan fondasi inilah yang kemudian memicu rusaknya sistem pendingin alami yang ada di sekitarnya.
Gedung-gedung tinggi itu nggak cuma berat,
tapi juga bikin suhu makin panas karena mereka nyerap panas matahari secara masif.
Padahal Allah ciptain gulun pasir itu fungsinya kayak cermin raksasa
buat memantulkan balik panas matahari keluar angkasa supaya bumi nggak kosong.
Allah tegaskan di Quran Surat Al-Burq ayat 3, ciptaannya itu seimbang.
Tapi sekarang gulun malah ditutup asfal dan beton yang sifatnya nyerap panas.
Begitu sistem pendingin gulun ini rusak,
suhu udara dunia mulai kacau dan kekacauan suhu inilah yang akhirnya ngerusak aliran depu
yang sebenarnya dibutuhin dunia buat bertahan hidup.
Lo harus tau gulun yang lo remehkan itu sebenarnya jantul yang memompah kehidupan global.
Contoh debu dari gulun sahara ternyata itu terbang ribuan kilometer
nyebrang samudera cuma buat jadi pupuk bagi hutan Amazon.
Biar lo nggak nanggep gue asal ngomong,
nanti gue buatin materi khusus tentang pembahasan mengenai pemetaan wilayah sebagai keseimbangan bumi.
Sekarang kita fokus dulu materi ini.
Tanpa debu gulun, paru-paru dunia itu bakal mati kelaparan nutrisi.
Karena suhu di sekitar gulun sudah kacau gara-gara pembangunan gedung dan asfal tadi,
aliran angin pembawa debu ini ikut terganggu.
Kalau suplai debu ini berhenti, Amazon hancur dan kiamat ekologi dimulai karena oksigen dunia bakal teroplastis.
Tapi yang paling ngeri adalah ketika kerusakan ini justru bikin Arab menghijau.
Banyak yang senang lihat pegunungan Makkah menghijau padahal itu adalah bukti arus udara dunia sudah pocor.
Tanah turun itu gudang mineral yang sengaja dikeringkan dan Allah bilang di Quran Surat Al-Hajj.
Ayat 5, bumi kering bakal hidup kalau kena air.
Masalahnya hujan melimpah di Arab itu tanda sirkulasi cuaca sudah pindah jalur akibat pemanasan ekstrim.
Jika wilayah yang harusnya jadi pemantul panas malah jadi hutan, maka bumi gak punya lagi alat buat membuang panas matahari.
Menghijaunya Arab bukan tanda kemakmuran, tapi tanda mesin planet ini sudah mengalami gagal fungsi total.
Semua kekacauan iklim ini diperparah karena manusia mulai ngerusak pasak bumi yang paling penting.
Gunung-gunung batu di Makkah itu diciptakan sebagai penyeimbang lempeng bumi agar tidak mudah bergeser.
Al-Quran bilang di Quran Surah An-Naba ayat 7, gunung sebagai pasak.
Tapi demi bikin terowongan dan fondasi gedung tinggi yang kita bahas tadi, gunung ini malah dilubangi dan dipangkas.
Kalau pasaknya lo cabutin atau lo bolongin, stabilitas bumi bakal goyang.
Jadi jangan heran kalau setelah Arab menghijau, pencana gempa bumi dahsyat bakal sering terjadi karena bumi sudah gak punya penahan bepan lagi.
Jadi pahamkan Allah sudah kasih peringatan keras di Quran Surah Ar-Rum ayat 41, kerusakan di darat dan laut itu gara-gara tangan manusia sendiri.
Itu baru bicara fakta di Arab, ditambah Indonesia dan di negara-negara lain yang ternyata keadaannya hampir sama.
Setiap wilayah memiliki fungsi tersendiri yang udah Allah atur sebagai bentuk keseimbangan bumi.
Tanda-tanda kiamat yang dibilang Nabi itu bukan dongeng, tapi bukti nyata kalau sistem bumi sudah rusak parah dan hampir meledak.
Gejalanya sudah ada di depan mata, mau tetap menganggap ini kebetulan atau mulai sadar kalau waktu kita memang sudah habis.