Kapal Induk China Lintasi Selat Taiwan, Menhan Taiwan: Militer Harus Siap!

NTD Indonesia
800 pengikut
Kapal induk tercanggih China lintasi Selat Taiwan, picu latihan perang darurat Taipei dan kekhawatiran internasional atas ancaman serangan mendadak.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://ganjing.b3355.xyz/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdindonesian/
NTD Indonesia di Threads ☛ https://www.threads.com/ntdindonesian/
NTD Indonesia di X ☛ https://www.X.com/ntdindonesian/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#kapalindukchina #fujian #selattaiwan #agresimiliterchina #kemerdekaantaiwan #partaikomunischina #kebebasannavigasi
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Kapal induk paling canggih China melintasi Selat Taiwan pada hari Selasa menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.
Nama kapal induk tersebut Fujian adalah nama salah satu provinsi China yang terletak di seberang Selat Taiwan.
Selat Taiwan adalah perairan yang memisahkan China dan Taiwan.
Hampir setiap hari Beijing mengirim kapal dan pesawat militer mengelilingi pulau tersebut memberi tekanan pada Taiwan.
Menteri Pertahanan Taiwan Hari Rabu berkata, militer Taiwan harus segera bereaksi jika perang meletus.
Karena waktu peringatan sebelum potensi serangan China terus menyusut.
Taiwan sedang menggelar latihan persiapan tempur darurat selama lima hari
berdasarkan skenario di mana China mengubah latihan militer di sekitar pulau itu menjadi serangan sungguhan.
Latihan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa Beijing dapat melancarkan aksi militer tanpa peringatan sebelumnya.
Sementara Inggris, Perancis, dan Jerman menyampaikan kekhawatiran terkait operasi Beijing ini.
Mereka memperingatkan kegiatan dapat mengganggu stabilitas regional dan kebebasan navigasi.
Pada awal bulan ini, China mengerahkan kapal-kapal penjaga pantai ke wilayah tersebut
untuk apa yang mereka sebut sebagai operasi penegakan lalu lintas maritim.
Pejabat China berkata, AWAC telah memeriksa 198 kapal yang melintas dan menindak tiga kapal.
Sementara pihak Taiwan berkata, tiga kapal tersebut telah dilecehkan oleh penjaga pantai China.
Taiwan menolak klaim kewenangan China dan menyatakan Beijing tidak memiliki yuridiksi atas perairan dilepas pantai timur Taiwan.
