20 Tahun Dibangun Iran, Benteng Bawah Tanah Hizbullah Akhirnya Jatuh ke Tangan Israel!

7 September 2026 — Israel kembali meningkatkan tekanan terhadap jaringan kelompok bersenjata yang didukung Iran di Timur Tengah. Dalam waktu hampir bersamaan, militer Israel mengumumkan keberhasilan operasi besar terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan, sementara pasukan keamanan Israel menangkap hidup-hidup seorang pejabat senior keamanan Hamas di Kota Gaza.
Rangkaian operasi tersebut kemudian disusul pernyataan keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 3 September 2026, ketika ia secara terbuka mengatakan bahwa menggulingkan pemerintahan Iran kini menjadi salah satu misi utama yang masih berada di hadapan Israel.
Perkembangan paling mencolok terjadi di Punggungan Ali al-Taher, sebuah kawasan strategis di Distrik Nabatieh, Lebanon selatan.
Pada 3 September, Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mengumumkan bahwa pasukan Divisi ke-36 telah memperoleh apa yang disebutnya sebagai “kendali operasional” atas kawasan tersebut, baik di permukaan maupun terhadap jaringan bawah tanah Hizbullah.
Ali al-Taher bukan sekadar rangkaian perbukitan biasa. Kawasan yang berada sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel tersebut memiliki ketinggian sekitar 600 meter dan memberikan posisi pengamatan strategis terhadap sebagian Lebanon selatan. Dari kawasan ini, Hizbullah juga dinilai memiliki posisi yang memungkinkan serangan terhadap pasukan Israel dan permukiman di Israel utara.
Namun nilai strategis Ali al-Taher ternyata tidak hanya berada di permukaannya.
Menurut IDF, di bawah kawasan tersebut terdapat kompleks bawah tanah Hizbullah yang dibangun selama sekitar dua dekade dengan perencanaan dan pendanaan dari Iran.
#iran
#israel
#perang
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIIsrael has intensified its military pressure on Iran-backed groups in September 2026, marked by the seizure of a strategic Hezbollah stronghold in Southern Lebanon and the capture of a high-ranking Hamas security official in Gaza. These operations coincide with Prime Minister Netanyahu's bold assertion that overthrowing the Iranian government is now a primary and attainable mission for Israel.
