Kembali menata negara| Episode 11: Food Estate: Negara Menolong Petani atau Mengambil Alih Tanah?

Indonesia memerlukan ketahanan pangan.
Perubahan iklim, konflik dunia, dan gangguan perdagangan dapat memengaruhi ketersediaan makanan bagi masyarakat. Pemerintah menjadikan food estate sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produksi dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan.
(ANTARA News) https://www.antaranews.com/berita/4598578/pemerintah-lanjutkan-food-estate-guna-capai-ketahanan-pangan-nasional?utm_source=chatgpt.com
Namun, ketahanan pangan tidak cukup dibangun dengan membuka lahan seluas-luasnya.
Tanah bukanlah kertas kosong.
Di atasnya terdapat hutan, sungai, rawa, gambut, petani lokal, masyarakat adat, dan kebiasaan pangan yang telah tumbuh selama beberapa generasi.
Episode 11 dari serial Menata Negara — Stop Sosialisme membahas pertanyaan penting:
Apakah food estate benar-benar memperkuat petani dan ketahanan pangan, atau justru menjadi proyek raksasa yang dirancang jauh dari kehidupan masyarakat lokal?
BPK pernah menemukan bahwa perencanaan food estate yang diperiksa belum didasarkan pada data dan informasi yang valid. Pelaksanaan sejumlah kegiatan di Kapuas dan Pulang Pisau juga belum sesuai dengan ketentuan.
(Warta BPK)
https://warta.bpk.go.id/tag/food-estate/?utm_source=chatgpt.com
Pemantauan Pantau Gambut yang diberitakan Mongabay Indonesia juga menemukan lahan terbengkalai serta kawasan food estate yang berubah menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Kapuas.
(Mongabay.co.id)
https://mongabay.co.id/2024/11/14/kala-lahan-food-estate-sawah-jadi-sawit-dan-semak-belukar-di-kalteng/?utm_source=chatgpt.com
Temuan tersebut bukan berarti seluruh pertanian berskala besar pasti gagal.
Teknologi, mekanisasi, investasi, jalan, gudang, dan irigasi tetap dibutuhkan.
Namun, petani lokal harus menjadi pelaku utama.
Mereka tidak boleh hanya menjadi tenaga kerja atau penonton di atas tanahnya sendiri.
Ketahanan pangan sejati harus menghasilkan:
• Tanah yang produktif.
• Petani yang sejahtera.
• Lingkungan yang terjaga.
• Pangan lokal yang semakin kuat.
• Masyarakat yang tetap menguasai sumber pangannya.
Tuliskan pendapat Sahabat Patriot:
Apakah ketahanan pangan lebih baik dibangun melalui proyek lahan raksasa atau dengan memperkuat jutaan petani yang sudah ada?
Jangan lupa like, komentar, bagikan, dan subscribe agar tidak tertinggal Episode 12:
Rumah Rakyat — Rumah Layak atau Sekadar Mengejar Target?
Serial ini dibagi menjadi beberapa fase
Fase 1 — Cara Pandang yang Rusak
Episode 1: Kembali Menata Negara
Episode 2: Manusia Bukan Sekadar Perut
Episode 3: Sama Rata Sama Rasa: Keadilan Palsu
Episode 4: Negara Menggantikan Tuhan
Fase 2 — Program yang Menciptakan Ketergantungan
Episode 5: Bantuan atau Belenggu
Episode 6: Subsidi BBM
Episode 7: Bansos
Episode 8: MBG
Episode 9: BPJS dan KIP
Episode 10: Koperasi Merah Putih, Food Estate, Rumah Rakyat
Fase 3 — Jalan Pulang
Episode 11: Keluarga sebagai Benteng
Episode 12: Tradisi yang Hilang
Episode 13: Hukum Tabur-Tuai
Episode 14: Belas Kasih yang Membebaskan
Episode 15: Negara Terbatas, Rakyat Bermartabat
Simak dan pahami setiap episodenya secara urut dan jangan lupa tuliskan komentar anda!
Kunjungi sosial media kami :
Instagram
https://www.instagram.com/suara_patriot/?__pwa=1
Facebook
https://www.facebook.com/suarapatriot?locale=id_ID
X
https://x.com/Suarapatriot09?t=UObWX8zNjDIbqlxyRLyqkw&s=09
#KembaliMenataNegara
#SuaraPatriot
#BantuanSosial
#Sosialisme
#Indonesia
#NegaraDanRakyat
#HukumTaburTuai
#PKH
#Koperasimerahputih
#TanggungJawabPribadi
#foodestate
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIThe video critiques the \"food estate\" project in Indonesia, arguing that true food security should be built by empowering local farmers rather than implementing top-down, large-scale state projects. It highlights the failures of previous initiatives due to poor planning and environmental neglect, urging a shift toward supporting local wisdom and diverse food sources.
